Media Analis Indonesia.Lombok Tengah – Usai menuntaskan persaingan di Sirkuit Motegi, Jepang, panggung MotoGP dunia kini bergeser ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah pebalap dan kru mulai tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), Senin (5/10), untuk menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Kedatangan para pebalap dan kru tersebut menandai dimulainya fase akhir persiapan menuju balapan yang kembali membawa perhatian penggemar motorsport dunia ke Mandalika.
Rombongan pebalap datang secara bertahap menggunakan tiga penerbangan carter dari Bandara Internasional Narita, Jepang, setelah menyelesaikan rangkaian MotoGP Jepang.
Sejumlah nama besar telah tiba di Lombok, di antaranya Francesco “Pecco” Bagnaia, Jorge Martin, Alex Rins, Jack Miller, Enea Bastianini, Marco Bezzecchi, Maverick Viñales, Raul Fernandez, dan Toprak Razgatlioglu.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, mengatakan kedatangan pebalap berlangsung dalam beberapa kelompok yang mencakup kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3.

“Hari ini sejumlah pebalap dan kru MotoGP Indonesia mulai berdatangan. Berdasarkan informasi, kedatangan terbagi dalam beberapa kelompok. Hari ini tercatat ada tiga kelompok kedatangan, baik pebalap MotoGP, Moto2 maupun Moto3,” ujar Ananda.
Sekitar 12 pebalap dijadwalkan tiba dalam tiga kloter pada hari pertama. Rombongan pebalap dan kru lainnya akan menyusul pada Selasa (6/10) hingga Rabu (7/10).
Juara dunia MotoGP, Marc Márquez, dijadwalkan tiba pada Selasa malam setelah melakukan transit di Jakarta. Sementara itu, Pedro Acosta dan Brad Binder juga dijadwalkan datang dalam rombongan penerbangan berikutnya.
Tidak hanya pebalap dan kru, logistik MotoGP Indonesia 2026 dari Jepang juga mulai masuk melalui Bandara Internasional Lombok. Kedatangan logistik tersebut menjadi bagian penting dari persiapan teknis menjelang seluruh rangkaian balapan di Sirkuit Mandalika.
Namun, kedatangan para bintang MotoGP di Lombok tidak berlangsung seperti kedatangan tamu biasa. Sejak menginjakkan kaki di NTB, mereka langsung diperkenalkan dengan identitas budaya daerah melalui penyambutan bernuansa tradisional.
Tabuhan Gendang Beleq, alunan musik tradisional Genggong, kain tenun ikat khas Lombok, serta para pelajar yang mengenakan pakaian adat Sasak turut menyambut kedatangan rombongan. Area bandara juga dihiasi berbagai ornamen bertema balap yang semakin memperkuat atmosfer MotoGP.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan tiga penerbangan carter telah disiapkan dari Narita menuju Lombok. Sebagian besar pebalap dijadwalkan tiba pada 5 Oktober, sedangkan rombongan lainnya menyusul hingga 7 Oktober.
Setelah kedatangan para pebalap, perhatian publik NTB akan beralih ke Kota Mataram. Pada Rabu (7/10), sejumlah pebalap dijadwalkan mengikuti Rider Parade dan menyapa masyarakat secara langsung sebelum menuju arena balapan.
Sembilan pebalap yang tercantum dalam agenda tersebut adalah Marc Márquez, Franco Morbidelli, Fabio Di Giannantonio, Marco Bezzecchi, Fermín Aldeguer, Brad Binder, Máximo Quiles, Mario Aji, dan Veda Ega Pratama.

Bagi masyarakat NTB, rangkaian kedatangan tersebut menjadi kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer MotoGP sebelum persaingan sengit berlangsung di lintasan Mandalika. Sementara bagi para pebalap dan kru, Lombok menjadi persinggahan berikutnya setelah Jepang dalam rangkaian kompetisi balap motor kelas dunia.
Mandalika pun kembali menunjukkan perannya bukan sekadar sebagai salah satu seri dalam kalender MotoGP, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan antara olahraga kelas dunia dan masyarakat lokal.
Para pebalap datang membawa persaingan di lintasan. Lombok menyambut mereka dengan budaya, keramahan, dan identitas daerah yang menjadi bagian dari wajah NTB di mata dunia.
Kini para pebalap mulai berdatangan. Setelah Motegi menutup satu putaran persaingan, Mandalika bersiap membuka panggung berikutnya.
Ketika mesin-mesin MotoGP mulai meraung di Lombok, sorotan dunia kembali tertuju kepada NTB bukan hanya sebagai tuan rumah balapan, tetapi juga sebagai daerah yang memperkenalkan budaya dan keramahan Indonesia kepada dunia.
(Yut)
