Gubernur NTB Temukan 15 Kasus Hidrosefalus dalam Setahun, Langsung Turun Tangan ke Lombok Tengah

Views: 9,786

Media Analis Indonesia.Lombok Tengah , NTB– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung mengunjungi dua penderita hidrosefalus di Dusun Kreak, Desa Pandan Indah, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam memperkuat layanan kesehatan sekaligus mempercepat penanganan kasus hidrosefalus yang menjadi perhatian serius.

Dalam kunjungan tersebut, Miq Iqbal didampingi Kepala Dinas Sosial NTB, Direktur RSUP NTB, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, jajaran Pemkab Lombok Tengah, Baznas, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Pasien pertama yang dikunjungi adalah Ahmad Yani, pria berusia lebih dari 40 tahun yang menderita hidrosefalus sejak kecil. Kondisinya membuat ia tidak pernah mengenyam pendidikan dan hingga kini hanya bisa terbaring di rumah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Baru kali ini seorang gubernur datang langsung melihat kondisi anak kami. Semoga ini menjadi jalan bagi Ahmad Yani mendapatkan penanganan yang lebih baik,” ujar ayahnya, Safi’i.

Gubernur kemudian mengunjungi Nadira Oktavany Putri, bayi berusia delapan bulan yang telah menjalani operasi hidrosefalus di RSUP NTB. Kondisinya kini terus membaik dan rutin menjalani kontrol dua kali setiap pekan.

Sambil menggendong Nadira, Miq Iqbal berpesan agar keluarga terus menjaga asupan gizi dan kesehatan sang bayi.

“Alhamdulillah kondisinya jauh lebih baik. Kepalanya tidak lagi membesar. Tetap dijaga makanannya, harus bergizi. Tetap sehat, tetap semangat, dan tetap senyum,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Miq Iqbal mengungkapkan, sedikitnya 15 kasus hidrosefalus ditemukan di NTB dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir. Temuan tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah daerah.

“Ini menjadi atensi kami. Kami akan berkoordinasi dengan para ahli dan Dinas Kesehatan untuk mengkaji penyebabnya sehingga langkah pencegahan dan penanganannya lebih tepat,” tegasnya.

Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., menjelaskan kasus Ahmad Yani sudah berlangsung lebih dari empat dekade sehingga tindakan operasi memiliki risiko sangat tinggi. Karena itu, penanganan difokuskan pada perawatan suportif (palliative care) untuk menjaga kualitas hidup pasien.

Menurutnya, RSUP NTB kini telah memiliki dokter spesialis bedah saraf dan fasilitas yang memadai. Karena itu, deteksi dini serta penanganan sejak bayi menjadi kunci utama keberhasilan terapi hidrosefalus.

Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur juga mengecek pelaksanaan Program Desa Berdaya. Kepala Desa Pandan Indah, Maksum, S.Pd.I., mengatakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) telah dimanfaatkan untuk program penggemukan 10 ekor sapi dan budidaya 525 ekor ayam petelur yang dikelola masyarakat.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Desa Berdaya.

(Yyt)

Views: 9,786