GTTG Nusantara XXV NTB Dorong Ekonomi Hijau dan Inovasi Desa

Media Analis Indonesia.Mataram – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, secara resmi membuka Gelar Teknologi Tepat Guna (GTTG) Nusantara XXV di Jalan Langko Islamic Center NTB, Senin (15/7/2024). Acara bertema “TTG Menuju Ekonomi Hijau” ini dihadiri oleh 33 bupati dan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Penjabat Gubernur NTB, Dr. Hassanudin, dalam sambutannya menyoroti kemajuan signifikan yang telah dicapai NTB dalam pengentasan daerah tertinggal. “Sebelumnya, NTB memiliki 55 desa tertinggal. Kini, dengan kerja keras dan inovasi, hanya tersisa 5 desa. Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan desa yang tepat dapat mengakselerasi kemajuan daerah,” ujarnya.

GTTG Nusantara XXV menampilkan 46 booth yang memamerkan berbagai inovasi teknologi tepat guna. Fokus utama inovasi tahun ini meliputi:

1. Pengelolaan sampah ramah lingkungan;
2. Teknologi peternakan modern;
3. Inovasi pangan berkelanjutan;
4. Aplikasi digital untuk pemberdayaan desa;
5. Sains dan teknologi terapan;
6. Pengembangan sektor pariwisata;
7. Penguatan ekonomi lokal.

Menteri Abdul Halim Iskandar menambahkan, “Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi desa-desa di Indonesia, sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi hijau yang berkelanjutan.”

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah sistem pengolahan sampah terpadu yang dikembangkan oleh desa di Lombok Timur. Sistem ini tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan dan pupuk organik.

Di sektor pariwisata, beberapa desa menampilkan aplikasi berbasis augmented reality yang memungkinkan wisatawan menjelajahi desa secara virtual sebelum mengunjunginya secara langsung. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Penjabat Gubernur NTB menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan GTTG di provinsinya. “Ini adalah momentum berharga bagi NTB untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari daerah lain dalam mengembangkan teknologi tepat guna,” katanya.

GTTG Nusantara XXV akan berlangsung selama lima hari, diisi dengan pameran, seminar, dan workshop. Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak inovasi di tingkat desa.

Menteri Abdul Halim Iskandar menutup sambutannya dengan optimisme. “Mari kita jadikan teknologi tepat guna sebagai kunci pembuka kesejahteraan desa. Dengan inovasi dan kolaborasi, kita yakin desa-desa di Indonesia akan semakin maju dan mandiri,” pungkasnya.

(Yyt)