Batik Bengle Tegal Diperkenalkan, Dosen Universitas Pancasakti Tegal Ingin Buat Produk Ini Semakin Populer di Masyarakat

Media Analis Indonesia, Tegal – Batik, kain tradisional Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, adalah seni tekstil unik yang melibatkan penggambaran pola pada kain dan penggunaan lilin panas sebelum proses pewarnaan.

Dikenal dengan sejarahnya yang panjang, batik merupakan bagian integral dari warisan budaya Indonesia yang digunakan dalam pakaian, dekorasi rumah, dan upacara adat.

Batik Bengle Tegal menjadi sorotan utama karena memiliki banyak peminat di kalangan akademisi kedokteran. Namun, pada kenyataanya batik ini kurang diminati oleh banyak Masyarakat pada umumnya.

Batik Bengle Tegal sendiri merupakan sebuah perpaduan karya yang cukup menarik untuk kamu lihat. Pasalnya batik ini memadukan banyak unsur keilmuan dari struktur mikroskopis jaringan makhluk hidup.

Pada kenyataanya, batik Bengle Tegal ini masih sepi peminat meskipun terdapat keunikan dan juga nilai di dalam batiknya. Mulai dari hal tersebut, berkat usulan dari dosen dan juga mahasiswa pada suatau acara, batik Bengle Tegal ini mulai diperkenalkan di akademisi UPS Tegal.

Secara umum, ada beberapa tantangan dalam mengembangkan motif batik kontemporer. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan untuk motif tersebut mengikuti tren dan permintaan pasar, bukan hanya mempertahankan identitas asli batik sebagai warisan berharga yang kaya akan nilai budaya, yang mencerminkan filosofi, sejarah, serta konteks waktu, tempat, dan penciptanya.

Dari tantangan yang muncul tersebut tentunya muncul sebuah ide pengabdian Masyarakat untuk membuat batik Bengle menjadi popular. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta dari universitas Hatyai dan komunitas pengrajin batik.

Kegiatan pengenalan batik Bengle Tegal

Pada rentang waktu Mei hingga Juli 2021, Universitas Pancasakti Tegal bersama Hatyai University Thailand dan komunitas pengrajin batik berkolaborasi dalam sebuah inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) atau Pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset.

Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di dalam masyarakat sebagai landasan utama pembangunan.
Penggunaan pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat keunggulan lokal, tetapi juga untuk mendorong kolaborasi antara kedua kelompok komunitas.

Melalui pertukaran pengetahuan dan keterampilan yang saling menguntungkan, diharapkan tercipta sinergi yang positif dan berkelanjutan dalam pengembangan potensi masyarakat.

Dalam kegiatan pengabdiaan Masyarakat ini terdapat beberapa tahap yang dilakukan oleh dosen Universitas Pancasakti Tegal. Tahapan ini tentunya menjadi hal yang penting dilakukan.

Tahap pertama diawali dengan mempublikasikan rencana kegiatan secara daring melalui media sosial WhatsApp dan Zoom sejak satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai sosialiasi persiapan awal pre-keberangkatan delegasi Thailand ke Tegal.

Setelah peserta sampai di Tegal, peserta beranjak ke lokasi Pengrajin Batik yaitu Pusat Batik Bengle, Bengledukuh, Bengle, Kec. Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah 52193 Tahapan yag kedua adalah melakukan kolaborasi ide desain Batik Bengle Antara Delegasi Internasional, Delegasi UPS Tegal dan Komunitas Pengrajin Batik
Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan setelah peserta menerima materi sosialisasi tentang batik Bengle.

Tahap kedua khusus diikuti oleh dosen dari UPS Tegal, Hatyai University Thailand, dan pengrajin batik lokal. Panitia membentuk tim yang terdiri dari 3 orang, masing-masing dari kelompok tersebut, berdasarkan lokasi kedekatan untuk memfasilitasi koordinasi yang efektif.

Peserta bertugas mendesain batik Bengle dengan mempertimbangkan motif tradisional yang khas dari daerah masing-masing. Setiap desain tidak hanya mencerminkan keindahan estetika, tetapi juga mengandung filosofi atau makna yang dalam. Proses ini tidak hanya memperkaya kreativitas, tetapi juga mempromosikan pertukaran pengetahuan dan keahlian antarbudaya yang bermanfaat bagi pengembangan seni batik Bengle.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta inovasi desain batik yang memadukan kearifan lokal dengan perspektif internasional, memperkuat nilai-nilai budaya lokal, serta memajukan industri kreatif batik di tingkat global.

Kita dapat melihat langkah konkret untuk mempopulerkan budaya Indonesia, khususnya batik, di seluruh dunia setelah pengenalan batik Bengle Tegal berakhir. Inisiatif pengabdian masyarakat ini melibatkan Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Hatyai Thailand, dan komunitas pengrajin batik lokal. Dengan statusnya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO, batik adalah simbol dari kekayaan filosofi, sejarah, dan keindahan estetika Indonesia selain sekadar kain berwarna-warni.

Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan desain batik yang kreatif dan bermakna, tetapi juga menghasilkan kerja sama yang kuat antara pengrajin lokal dan akademisi.

Kolaborasi lintas budaya ini telah meningkatkan nilai kreatif dan pangsa pasar batik Bengle Tegal di dunia.

Penulis: Royan Hidayat., S.T. M.T,.(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).