Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu fokus utama ialah perlindungan Teluk Saleh yang menjadi penyangga penting ekosistem Geopark Tambora.
Komitmen itu disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5).
Dalam pemaparannya, Miq Iqbal menegaskan NTB telah memiliki pengalaman kuat dalam pengelolaan geopark melalui Rinjani UNESCO Global Geopark. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa Tambora menuju pengakuan geopark kelas dunia.
“Tambora bukan sekadar gunung api, tetapi bagian penting dari sejarah dunia,” tegasnya.

Ia menyebut Tambora sebagai forgotten gem atau “permata yang terlupakan” karena menyimpan kekayaan geologi, budaya, sejarah, hingga biodiversitas yang luar biasa, namun belum sepenuhnya dikenal dunia internasional.
Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tercatat sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah modern manusia. Dampaknya bahkan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat sebaran abu vulkanik yang memengaruhi iklim global.
Selain memiliki nilai sejarah dunia, kawasan Geopark Tambora juga mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa; yang menjadi kekuatan dalam pelestarian budaya berbasis masyarakat.
Di sisi lain, kawasan Tambora yang berada di timur Garis Wallace dikenal memiliki biodiversitas tinggi. Sedikitnya 275 spesies flora dan fauna telah teridentifikasi; sebagian di antaranya merupakan spesies endemik yang terancam akibat kerusakan hutan dan aktivitas ilegal.

Karena itu, Pemprov NTB memperkuat kebijakan konservasi Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus (whale shark) sekaligus kawasan penting ekosistem laut Pulau Sumbawa.
“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” ujar Miq Iqbal.
Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Makdis Sari, menilai Tambora memiliki nilai universal luar biasa sebagai warisan geologi dunia.
“Tambora adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” katanya.
Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi langkah strategis Pemprov NTB dalam memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi, geopark dunia, dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di Indonesia timur.
(Yyt)
