46 Calon PMI NTB Ikuti Pelatihan Magang ke Jepang, Gubernur: Jangan Habiskan Uang untuk Gaya Hidup

Views: 5,173

Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Sebanyak 46 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat mengikuti Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan Pelatihan Nasional Tahap II di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi.

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan seluruh peserta harus terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat merasa puas. Menurutnya, kemajuan harus terlihat dari aspek fisik, keterampilan, disiplin, hingga kemampuan berbahasa Jepang.

“Ke depan semua harus terus berkembang. Jangan sampai mengalami penurunan. Yang membuat seseorang mundur adalah merasa puas sebelum waktunya. Jadi jangan cepat puas, teruslah belajar dan bekerja,” tegas Iqbal saat membuka pelatihan di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8/2026).

Iqbal menjelaskan, dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap program pemagangan bukan sekadar untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan di luar negeri. Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan hasil kerja mereka sebagai modal membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke daerah.

“Penghasilan yang diperoleh harus digunakan untuk membangun keluarga. Keluarga yang sebelumnya miskin ekstrem bisa keluar dari kemiskinan, yang sudah sejahtera menjadi lebih maju,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar mengelola waktu dan keuangan dengan bijak. Menurutnya, setiap rupiah yang diperoleh harus dipandang sebagai investasi untuk masa depan, bukan dihabiskan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.

“Gunakan uang untuk masa depanmu, keluargamu, dan anak-anakmu nanti. Jangan sampai habis hanya karena gaya hidup,” pesannya.

Selain itu, Gubernur berharap para peserta membawa pulang budaya kerja Jepang, terutama etos kerja, disiplin, dan sopan santun, lalu menularkannya kepada masyarakat di NTB.

“Semakin banyak orang mencintai dan menghargai disiplin, maka disiplin akan menjadi budaya di tengah masyarakat,” katanya.

Iqbal juga mendorong para calon PMI meningkatkan literasi keuangan serta memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI yang tersedia di Bank NTB Syariah untuk membangun usaha produktif setelah kembali dari Jepang.

“Ketika pulang nanti, kondisi kalian harus lebih baik. Punya rumah, tanah, atau usaha yang produktif. Jangan gunakan hasil kerja hanya untuk hal-hal konsumtif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqan, mengatakan pelatihan tahap pertama bertujuan membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa Jepang, pemahaman budaya dan etika kerja, pengenalan jenis pekerjaan, serta meningkatkan kesiapan fisik, mental, disiplin, kompetensi, dan etos kerja.

Ia menjelaskan, selama pelatihan peserta akan menjalani evaluasi bahasa, fisik, dan kompetensi. Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya agar tidak tereliminasi,” ujar Aidy.

Peserta yang lulus Pelatihan Nasional Tahap II dijadwalkan berangkat ke Jepang pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 untuk mengikuti program magang selama tiga tahun. Peserta dengan prestasi dan potensi luar biasa berpeluang memperoleh perpanjangan masa magang hingga lima tahun.

“Mereka diharapkan menjadi duta NTB yang membawa nama baik daerah sekaligus mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia,” tutup Aidy.

(Yyt)

Views: 5,173