Transformasi Buah Mangrove menjadi Inovasi Bahan Makanan Fungsional

Media Analis Indonesia, Tegal – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Pancasakti Tegal bekerja sama dengan kelompok melati atau kelompok pengolahan mangrove di Pantai Pulau Kodok, Kota Tegal melaksanakan kegiatan pengolahan buah mangrove menjadi bahan makan fungsional.

Kegiatan yang di dampingi Ir Sri Mulyani M,Si sebagai narasumber. Ada banyak hal yang harus di persiapkan sebelum melakukan pengolahan, karena pengolahan ini sendiri melalui berbagai proses yang tidak sebentar. Sebelum mengolah yang harus di lakukan menyiapkan bahan dan alat.

Adapun yang di olah dari propagul mangrove yang menjadi kopi, buah pedada yang menjadi sirup, selai, dan permen, dan buah api api menjadi bolu dan kue cucur.

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) pada kegiatan ini adalah individu atau entitas yang bertanggung jawab mengelola dan mendukung inisiatif UMKM, peran UMKM pada kegiatan ini ; Pendampingan dan Pelatihan yang artinya dapat memberikan bimbingan dan pelatihan kepada pemilik usaha atau calon pengusaha.

Ini bisa meliputi pelatihan manajemen bisnis, pemasaran, atau keuangan. Promosi UMKM Lokal yang berarti berperan dalam mempromosikan produk dan layanan UMKM, misalnya dengan mengadakan pameran atau pasar UMKM. Riset dan Evaluasi adalah Mereka dapat melakukan riset untuk memahami kebutuhan UMKM di wilayah setempat dan mengevaluasi dampak program yang ada.

Selaku Dosen Pembimbing PPK Ormawa, Heru Kurniawan Alamsyah, S.Kel., M.Han., menyampaikan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan PPK Ormawa diharapkan mampu menjawab persoalan yang ada dimasyarakat pesisir.

Mengingat topik yang diambil adalah pemanfaatan ekosistem mangrove untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Pantai Pulau Kodok. Adanya inovasi buah mangrove menjadi pangan fungsional diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat dengan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Antusiasme masyarakat yang tergabung dalam kelompok melati dalam mengolahnya menjadi kue cucur sangat tinggi. Mengingat mengolah buah mangrove menjadi kue cucur yang merupakan jajanan tradisional menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi baru, sehingga masyarakat merasa terlibat dalam pelestarian budaya kuliner.

Penulis : Ifa Widya Rahmadini
Mahasiswa FPIK UPS Tegal