Media Analis Indonesia, Tegal – Dosen Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan pengabdian Masyarakat berupa pelatihan pembuatan arang dari kayu. Dalam pengabdian ini, universitas Pancasakti Tegal berbarengan dengan beberapa instansi lain.
Pelatihan pembuatan arang dari kayu ini diselenggarakan oleh ADRI Jawa Tengah dengan bekerja sama dengan UPS Tegal dan Eastern Institute for Integrated Learning in Management University (EIILM) – Kolkata India.
Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilakukan di negara Thailand karena pengabdian Masyarakat ini memiliki skala internasional.
Tidak hanya melakukan penanaman pohon saja, ada juga beberapa pelatihan dan acara lainnya yang dilakukan pada program pengabdian Masyarakat ini.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masayarakat ini seperti penanaman pohon, pelatihan kesenian dan diskusi serta presentasi isu-isu sosial, hukum, dan pendidikan dengan masyarakat di Thailand.
Peserta dari pengabdian Masyarakat internasional ini tidak hanya diikuti oleh dosen unicersitas Pancasakti Tegal saja tapi juga beberapa dosen dari universitas lain.
Universitas lainnya yang juga mengikuti kegiatan pengabdian Masyarakat ini seperti Universitas Pancasakti Tegal, Universitas Kristen Maranatha Bandung, Universitas IVET, dan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon. Terdapat pula universitas dari luar negeri yang ikut berpartisipasi adalah EIIlM Kolkata INDIA dan Globa Business Administration Technological COLLEGE Thailand.
Pada pelatihan pembuatan arang ini, ada beberapa Langkah yang dilakukan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat arang ini adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan dan persiapan
Rekrut sukarelawan dari komunitas Anda yang tertarik dengan proyek lingkungan atau praktik berkelanjutan.
Membangun tim yang solid akan memastikan keberhasilan proyek Anda.
Pilih lokasi yang cocok untuk kegiatan Anda. Ini bisa berupa kebun komunitas, taman lokal, atau area mana pun yang memiliki ruang dan aksesibilitas yang luas.
Lokasi yang tepat akan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Pastikan Anda memiliki izin yang diperlukan dari pihak berwenang setempat jika Anda akan bekerja di lahan publik.
Mengurus izin lebih awal akan menghindari masalah hukum dan memungkinkan Anda fokus pada proyek. Hubungi ahli arborologi setempat, layanan penebangan pohon, atau tempat penampungan kayu untuk mendapatkan kayu yang akan dibuang.
Pilihlah kayu yang tidak diolah, bebas dari bahan kimia atau pelapis, untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan proyek Anda.
2. Bahan dan peralatan
Kumpulkan kayu keras seperti oak, maple, atau ceri untuk membuat arang. Buat cincin api atau lubang menggunakan batu bata atau batu dengan ukuran yang cukup besar untuk menampung kayu dan memungkinkan aliran udara yang baik.
Siapkan potongan kayu yang lebih kecil atau kayu bakar untuk menyalakan api.
Gunakan sekop dan garu untuk mengelola api dan memindahkan kayu. Pastikan perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker tersedia untuk para relawan guna menjamin keselamatan mereka.
3. Pembuatan arang
Susun kayu di dalam cincin api atau lubang api secara bertumpuk, sisakan ruang untuk aliran udara yang baik. Aliran udara ini penting agar kayu terbakar dengan optimal.
Gunakan kayu bakar untuk menyalakan api dan pastikan api menyala stabil. Saat kayu mulai terbakar, pantau api dengan cermat agar membara, bukan berkobar, dan kendalikan aliran udara dengan menutup sebagian api.
Setelah api mereda, kurangi aliran udara lebih lanjut untuk membatasi suplai oksigen, mendorong kayu menjadi arang bukannya terbakar habis. Setelah beberapa jam, periksa kayu apakah sudah cukup hangus; seharusnya sudah menghitam dan ringan. Setelah kayu berubah menjadi arang, padamkan api sepenuhnya dengan menggunakan air.
Biarkan arang benar-benar dingin sebelum digunakan. Setelah dingin, pecahkan arang dengan hati-hati menjadi potongan-potongan yang lebih kecil menggunakan palu. Simpan arang di tempat yang kering dan berventilasi hingga siap digunakan. Gunakan karung goni atau wadah yang dapat bernapas untuk penyimpanan optimal.
4. Pembersihan
Pastikan lokasi ditinggalkan dalam keadaan bersih dan rapi, dan buang abu yang tersisa dengan benar. Kumpulkan para relawan untuk sesi refleksi, diskusikan pelajaran yang didapat dan pentingnya praktik berkelanjutan seperti pembuatan arang.
Pertimbangkan proyek masa depan atau cara untuk terus mempromosikan keberlanjutan di komunitas.
Ada beberapa keunggulan dari penggunaan arang dari kayu. Keunggulan ini tentunya bisa membuat nilai jual dan juga pemanfaatannya lebih bagus.
• Ramah Lingkungan: Arang kayu adalah produk alami dan biodegradable, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
• Sumber Energi Terbarukan: Kayu berasal dari pohon yang dapat ditanam dan tumbuh kembali, menjadikannya sumber energi terbarukan.
• Pembakaran Bersih: Arang kayu cenderung menghasilkan lebih sedikit asap dan residu dibandingkan dengan kayu mentah, sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih bersih.
• Panas yang Konsisten: Arang kayu mampu menghasilkan panas yang konsisten dan tinggi, yang ideal untuk memasak dan memanggang.
• Multifungsi: Selain digunakan sebagai bahan bakar, arang kayu juga digunakan dalam berbagai aplikasi lain, seperti filter air, bahan penyerap bau, dan dalam pembuatan bahan kimia.
Penulis :
Royan Hidayat., S.T. M.T,.
(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).
