Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Euforia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2024 oleh masyarakat Indonesia di seluruh penjuru tanah air dinilai merupakan hal yang wajar dan positif, karena kita sudah merdeka. Namun disisi lain, bila dicermati secara mendalam kita sesungguhnya masih belum merdeka seutuhnya.
Demikian Refleksi Kemerdekaan Menyambut HUT RI Ke-79 aktivis senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Nyimas Sakuntala Dewi (NSD) yang disampaikan ke media, Senin (19/8/2024).
Menurut Nyimas, Arti Kemerdekaan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sesungguhnya memiliki tiga dimensi, salah satunya bebas dari penjajahan. Artinya tidak ada intervensi, bebas berdiri sendiri, dan tidak terlepas dari tuntutan, tidak terikat, dan bergantung pada pihak tertentu.
Aktivis politik berhijab ini menjelaskan, bahwa kebebasan adalah elemen utama dalam kemerdekaan. Kebebasan pada dasarnya mencerminkan kemandirian dan keterpasangannya dari berbagai bentuk ketergantungan atau pengekangan.
“Dulu kemerdekaan itu dimaknai sebagai pembebasan dari belenggu penjajahan fisik. Kata merdeka dan terjajah memiliki makna yang saling bertolak belakang merdeka berarti bebas dari penjajahan, kemerdekaan adalah upaya untuk menghapuskan belenggu penjajahan yang yang diterapkan oleh kekuatan asing,” jelasnya.
Dijelaskannya, dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dijelaskan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
“Jadi menurut saya isi pembukaan UUD 1945 menunjukkan arti kemerdekaan pada masa dulu bebas dari segala penjajahan, baik fisik maupun tekanan atau intervensi politik dari pihak manapun,” jelasnya.
Padahal menurut Bung Hatta, lanjut Nyimas, arti kemerdekaan juga menekankan bagaimana pentingnya kemandirian ekonomi sebagai salah salah satu pilar kemerdekaan yakni, bangsa Indonesia harus bebas dari ketergantungan ekonomi dengan pihak asing, bangsa Indonesia mampu berdiri sendiri di atas kaki sendiri.
“Jadi menurut saya, selama kita masih masih menunggu bantuan atau uluran tangan dari pihak-pihak tertentu sesungguhnya kita belum masih merdeka,” ujar aktivitas Persatuan Wanita Nasional (Perwanas) ini.
Perempuan berhijab ini kemudian menyoroti kondisi kemerdekaan sekarang ini yang menurutnya masih banyak yang perlu dibenahi. Selain bidang ekonomi, bidang lain seperti, kesehatan yang layak, dan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024 ini, Nyimas berharap kemerdekaan harus dirayakan dengan menciptakan ruang bagi kebebasan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Kemerdekaan yang dulu dipertaruhkan dengan air mata dan darah harus disikapi dengan cara pandang baru dan dengan kesadaran baru yang terbarukan.
“Tantangannya lebih kompleks, jadi tantangan perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah telah selesai, namun tantangan menjaga dan mempertahankan kemerdekaan yang hakiki tentu belum selesai,” pungkasnya.
(*/Ahmad Zarkasi)
