Keluarga Besar Permata MHT Hadiri Doa dan Tahlil Mengenang 7 Hari Wafatnya H. Sjarief Mustafa

Media Analis Indonesia, Jakarta – Dalam rangka mengenang 7 Hari wafatnya Sekretaris Dewan Pembina Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT), H Ahmad Sjarief Mustafa, yang wafat pada hari Sabtu, (28/9/2024) di RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hari ini Sabtu, (5/10/2024) keluarga besar almarhum dan keluarga besar Permata MHT, menggelar acara doa tahlil bersama di kediaman almarhum Jalan H Djairi, Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tampak ratusan jamaah hadir memenuhi acara ini, diantaranya ada ustadz H Agus Salim, ustadz Suyono, ustad Saman, ustadz Ridwan, ustadz Nur Cholis, ustadz Achmad Rifqi dan ustadz H Jamhuri, serta tokoh masyarakat setempat.

Juga beberapa ulama turut hadir diantaranya, KH. Hisyam Burhani Hasyim, Dr. KH. Fudholi Hasyim, KH. Ma’ruf Asirun ( Pondok Pesantren Al Itqon), Kombes Pol. Dekananto Eko Purwono, S. Ik, MH. ( Dir Intelkam Polda Metrojaya), Pejabat pemerintah Provinsi DKI Jakarta, para Asatidz Asatidzah, PW NU dan Ansor DKI jakarta.

Selain itu hadir seluruh pengurus Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (Permata MHT), diantaranya Ketua Umum yang juga menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Dr.H.Marullah Matali, Lc., M.Ag, Ketua Harian Permata MHT, HM Nuh, Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, yang juga sebagai Ketua LBIQ DKI Jakarta, Ketua Permata MHT Jakarta Barat, H Naman Setiawan sekaligus sebagai Camat Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Mewakili Dosen dari Lembaga Bahasa & Ilmu Al Qur’an (LBIQ) Provinsi DKI Jakarta, turut hadir Dr. KH. Achmad Syatibi, MA.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surah Yasin, doa tahlil dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

H Supli Ali, mewakili keluarga almarhum saat memberikan sambutan

Dalam kesempatan tersebut,
H Supli Ali, mewakili keluarga almarhum menyampaikan ucapan terima kasih kepada para jamaah yang sudah berkenan hadir di kediaman almarhum.

“Kami atas nama keluarga besar almarhum mengucapkan banyak terimakasih kepada para jamaah yang sudah berkenan hadir dalam acara 7 hari wafatnya almarhum H Ahmad Sjarief Mustafa, semoga saja hadirnya kita semua disini akan dicatat sebagai amal kebaikan kita oleh Allah SWT, dan apa yang kita doakan pada malam ini khususnya untuk almarhum semoga Allah kabulkan semuanya,” ucap H Supli Ali, dalam sambutannya.

HM Nuh, Ketua Harian Permata MHT (pojok kanan)

Sementara itu, Ketua Umum Permata MHT, Dr H.Marullah Matali, dalam sambutannya menyampaikan beberapa kenangannya semasa bersama almarhum, saya mengenal almarhum di Pemprov DKI, waktu itu di Dinas Bintal Kesos yang sekarang sudah berubah menjadi Dinas Sosial, dan saya adalah salah satu staff nya. Almarhum sosok yang sangat konsisten dan disiplin sekali, bukan hanya pada jabatannya saja, tapi pada urusan-urusan keagamaan pun almarhum berkomitmen kuat dan sangat konsisten sekali.

“Saya bangga sekali punya senior yang sampai setelah beliau pensiun kira-kira 16-17 tahun, beliau masih punya semangat yang tinggi, saya kaget-kaget ketika beberapa waktu saya datang kesini ternyata beliau punya pesantren, jarang-jarang orang habis jadi pejabat di lingkup pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya pesantren,” ucap H Marullah.

Dulu mungkin kecil-kecilan waktu beliau masih aktif, tapi belakangan kelihatannya makin tumbuh dan berkembang pesat pesantrennya, ini menandakan bahwa dilingkungannya terdapat banyak komunitas yang mengamalkan dan mempelajari ayat-ayat Alquran dan risalah Muhammadiyah, rasanya sangat pantas beliau disebut orang baik dan kita boleh menyaksikan beliau adalah orang baik.

“Apa yang barusan disampaikan oleh adik beliau Haji Supli, terkait dengan semangat beliau untuk mempelajari ilmu-ilmu agama khususnya Ilmu Alquran menunjukkan bahwa beliau tidak lepas dari kegiatan-kegiatan baik, jarang orang yang sudah berumur di atas 70 tahun masuk ke LBIQ, Lembaga Bahasa dan Ilmu Alquran, apalagi masuk ke dalam kasus tertentu dalam ilmu-ilmu Alquran maka saya tidak ragu, hari ini saya sempatkan untuk hadir disini, rumah saya memang enggak terlalu dekat meskipun enggak jauh masih di Jakarta, tapi saya sempatkan hari ini dengan kondisi apapun juga saya katakan dengan keluarga pasti saya datang, karena saya ingin menyaksikan kebaikan beliau, semua dirasakan oleh masyarakat lingkungannya dan masyarakat di Jakarta,” terang H Marullah.

Ratusan jamaah mengikuti acara tahlilan 7 hari wafatnya almarhum H Ahmad Sjarief Mustafa

Sekali lagi saya ingin katakan bahwa beliau adalah orang baik, beliau orang yang menjaga silaturahim kalau boleh dikatakan ada sebuah organisasi yang hari ini teman-teman pengurusnya hadir di sini semua yaitu Permata MHT, Persatuan Masyarakat Jakarta Muhammad Husni Thamrin, ini adalah embrio dari berdirinya Bamus Betawi, bahkan boleh saya katakan mungkin salah satu diantara yang terbesar memberikan kontribusi untuk Bamus Betawi adalah Permata MHT. Dan beliaulah yang saya katakan sebagai trade mark atau merek dagangnya Permata MHT, meskipun beberapa kali ada ganti-ganti pimpinannya ada si A si B, tetap saja orang rujukannya kepada beliau karena beliau sangat care, dan sekali lagi saya katakan beliau selalu menjaga silaturrahimnya dengan sangat baik sekali.

“Pada malam ini kita melihat ratusan orang yang hadir di sini, insya Allah ingin menyaksikan dan membawa kesaksian kita ke hadapan Allah bahwa beliau adalah orang baik dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa beruntung pernah ada seorang yang bernama Haji Ahmad Syarif Mustofa, pernah menjadi jagoannya di lingkup pemerintah Provinsi DKI Jakarta, level beliau adalah Kepala Dinas dan beliau merintis dari bawah dan itu menjadi pijakan saya ketika saya merambat pelan-pelan, saya katakan ketika saya mencapai tingkatan tertentu ketika bertemu dengan beliau saya katakan ini didikan Bapak, jadi ketika saya mencapai titik tertentu saya katakan ini didikan Bapak saya mengikuti betul jejak beliau dan saya ikuti kata-kata beliau begini begini saya ikutin sampai saya pada takaran tertentu, karena mendapatkan petunjuk dari beliau maka tidak ada kata yang lain kecuali saya katakan bahwa beliau adalah orang yang baik dan insya Allah beliau menempati tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkas H Marullah.

Seperti diketahui, Almarhum H Ahmad Sjarief Mustafa pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial (2001-2007) juga pernah menjadi Ketua Umum Permata MHT 12 tahun silam, hingga akhir hayatnya almarhum sebagai Sekretaris Dewan Pembina di Permata MHT. (Hel)