Kara Brides Magical Reveries Mini Wedding Expo Tampilkan 24 Gaun Pengantin

Media Analis Indonesia, Jakarta – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-79, Kara Brides menyelenggarakan mini wedding expo
yang bekerjasama dengan puluhan vendor kebutuhan pernikahan secara gotong royong untuk menstimulasi
perkembangan usaha di bidang hospitality, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pernikahan.

Moment istimewa tersebut berlangsung Di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta Barat.

Dengan mengusung tema Magical Reveries Mini Wedding Expo, Kara Brides memberikan beragam promo heboh dan hadiah grand prize undian berupa perhiasan berlian, Door prize stay caption hotel Bintang 4, elektronik, party dress. Promo pembelian paket BOGO, paket all in, paket gaun, paket foto & video, dan banyak lagi promo
menarik lainnya.

Acara berlangsung selama 2 (dua) hari, 17-18 Agustus 2024. Pada hari pertama pembukaan diawali dengan ceremony upacara kemerdekaan di tanggal 17 Agustus, perlombaan-perlombaan, talk show seputar pernikahan dan pentingnya kesehatan pra nikah. Dihari kedua merupakan puncak acara kegiatan menampilkan cabaret theatrical 3 pagelaran gaun wedding yang juga menjadi trend di 2025.

Dita Celine bersama Vicky Prasetyo

Dalam acara tersebut, model-model profesional memperagakan gaun pengantin yang dirancang dengan sangat cantik. Dita Celine, atau yang dikenal sebagai Ida Ayu Dhita, desainer di balik acara ini, telah mempersiapkan momen tersebut dengan matang.

Dari 24 gaun pengantin yang dihadirkan, Dita Celine membaginya menjadi 3 sequence atau 3 bagian.

Bagian pertama, Dita Celine menggabungkan budaya Indonesia dan China dengan sentuhan traditional modern.

“Pada hari ini aku menghadirkan sebanyak 24 gaun, aku bagi ke sequence 1, 2, 3. Sequence 1 itu lebih ke Chinese look, lebih ke Indonesian look. Jadi kulturnya Indonesia, kulturnya Chinese, bahkan ada sedikit yang gambar kebayanya,” terang Dita, pada Minggu (18/8/2024).

Dita Celine

Konsep out of the box dihadirkan Dita Celine pada pertunjukkan bagian kedua.
Dia menghadirkan gaun-gaun dengan konsep negeri dongeng yang seksi.

Menurut Dita, koleksi gaun ini dirancang untuk berbagai acara, termasuk sangjit atau acara lainnya. Perhatian terhadap detail juga menjadi salah satu aspek penting dalam setiap desainnya.

Ketika ditanya tentang kesulitan dalam proses pembuatan, Dita menjelaskan bahwa tantangan utamanya adalah mendapatkan inspirasi. “Yang sulit itu sebenarnya inspirasi, inspirasi itu yang paling susah. Sebenarnya kalau inspirasinya sudah encer, sudah lancar, tinggal sat-set-sat-set tinggal bikin,” kata Dita.

Dirinya juga menyebutkan kendala lain yang sering dihadapi di lapangan, seperti bahan yang tidak tersedia atau keterbatasan dalam menggunakan bahan tertentu. “Kadang aku juga tadi dilihat ya ada main-mainan yang aku taruh di baju karena biar lebih cute, buat something different saja sih sebenarnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa tujuan dari desainnya adalah untuk memberikan sentuhan unik dalam dunia pernikahan yang biasanya cenderung sakral dan konvensional. “Pengen mencoba out of the box juga dalam dunia wedding, apalagi kalau dunia wedding itu kan dia penginnya sakral, tapi kalau misal dibikin terus-terusan seperti itu bosan ya,” ujarnya.

Dita Celine ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan masih bisa diterima oleh masyarakat umum. Dengan adanya sentuhan keunikan, ia berharap desainnya dapat menghilangkan kebosanan dan menawarkan pilihan baru dalam dunia pernikahan.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi calon pengantin yang tengah mencari gaun impian mereka.(*/hel)