Gubernur Miq Iqbal Resmi Buka Porprov XII NTB 2026, Simulasi Besar Menuju PON 2028 Dimulai

Views: 8,765

Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Kamis (16/7/2026). Ajang olahraga terbesar di NTB ini menjadi langkah strategis dalam pembinaan atlet sekaligus simulasi menyeluruh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, yang akan digelar bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembukaan Porprov XII ditandai dengan penyalaan api Porprov oleh Gubernur Miq Iqbal didampingi Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, serta atlet-atlet kebanggaan NTB. Acara dihadiri jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-NTB, pimpinan DPRD, kepala OPD, pengurus KONI, serta ribuan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan parade kontingen, tari kolosal Raga Budaya, serta pertunjukan seni yang menggambarkan semangat persatuan masyarakat NTB.

Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan seluruh pelaksanaan Porprov XII dirancang sebagai simulasi menuju PON XXII 2028. Berbagai aspek teknis telah disesuaikan dengan standar nasional, termasuk penerapan sistem digital dalam pendaftaran atlet guna mewujudkan tata kelola olahraga yang modern dan transparan.

“Porprov ini menjadi latihan bersama menuju PON 2028. Karena itu, kami mulai menerapkan sistem yang lebih profesional, efisien, dan transparan agar seluruh perangkat penyelenggara terbiasa dengan standar nasional,” ujarnya.

Porprov XII mempertandingkan 51 cabang olahraga yang diikuti 4.860 atlet, didampingi 1.088 ofisial, serta 519 wasit, hakim, dan juri. Kompetisi berlangsung hingga 26 Juli 2026 di enam daerah penyelenggara, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, Porprov XII juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Perputaran ekonomi selama penyelenggaraan diperkirakan menembus lebih dari Rp100 miliar, didorong meningkatnya okupansi hotel, sektor transportasi, kuliner, hingga aktivitas UMKM. Lebih dari 4.200 kamar hotel diperkirakan terisi, sementara jumlah penonton diproyeksikan mencapai lebih dari 150 ribu orang sepanjang pelaksanaan.

Mori Hanafi menyebut keberhasilan penyelenggaraan Porprov merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, sponsor, dan masyarakat dalam memajukan olahraga daerah.

Sementara itu, Gubernur Miq Iqbal menegaskan Porprov bukan sekadar agenda olahraga empat tahunan, melainkan fondasi lahirnya atlet-atlet masa depan NTB.

“Porprov ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah. Ini adalah embrio pembinaan atlet masa depan NTB. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan mengharumkan nama daerah pada PON maupun berbagai kejuaraan nasional dan internasional,” tegasnya.

Menurut Gubernur, ada dua misi besar yang ingin dicapai melalui Porprov XII. Pertama, meningkatkan kualitas pembinaan agar prestasi atlet NTB pada PON XXII Tahun 2028 melampaui capaian sebelumnya. Kedua, menguji kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON yang profesional, akuntabel, dan berstandar nasional.

“Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, bersih, transparan, akuntabel, dan tidak menyisakan persoalan hukum maupun administrasi,” kata Miq Iqbal.

Ia juga mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan Porprov sebagai wadah membangun karakter.

“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, kejarlah prestasi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mengorbankan sportivitas. Kita boleh bersaing di arena, tetapi setelah pertandingan usai, kita tetap satu keluarga besar Nusa Tenggara Barat,” pesannya.

Porprov XII NTB 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di PON XXII 2028. Di sisi lain, ajang ini juga menjadi bukti kesiapan NTB sebagai tuan rumah yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing, sekaligus mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor olahraga.

(Yyt)

Views: 8,765