Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkuat sinergi pengamanan kawasan strategis nasional melalui pelepasan Joy Ride atau konvoi kendaraan taktis Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Pendopo Gubernur NTB, Senin (29/6).
Kegiatan yang dipimpin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi itu merupakan bagian dari latihan sinkronisasi Kopassus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan personel dan koordinasi pengamanan menjelang berbagai agenda nasional maupun internasional, termasuk MotoGP di The Mandalika.
Gubernur Iqbal mengapresiasi latihan tersebut karena dinilai mampu memperkuat profesionalisme prajurit sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat dan kesiapan negara dalam melindungi kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kehadiran TNI memberikan rasa aman, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menunjukkan kesiapan negara dalam menjaga kawasan strategis dan mendukung berbagai agenda nasional maupun internasional di NTB,” ujar Iqbal.
Sementara itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan latihan ini merupakan program rutin pembinaan kemampuan satuan agar tetap profesional dan siap menjalankan tugas. Ia juga menekankan pentingnya kedekatan TNI dengan masyarakat.
“TNI adalah milik rakyat. Karena itu masyarakat kami beri kesempatan mengenal Kopassus dan melihat langsung aktivitas prajurit,” katanya.

Dukungan juga datang dari General Manager The Mandalika, Pari Wijaya. Menurutnya, latihan tersebut memperkuat kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan destinasi pariwisata prioritas nasional.
Pelepasan konvoi kendaraan taktis berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat di sepanjang rute. Kehadiran prajurit Kopassus dan kendaraan taktis menjadi daya tarik sekaligus menunjukkan kesiapan aparat dalam menjaga keamanan wilayah.
Latihan yang digelar secara terbatas di KEK Mandalika ini bukan operasi militer, melainkan latihan kesiapsiagaan untuk menyelaraskan prosedur dan koordinasi antarunsur pengamanan, termasuk simulasi penanganan situasi darurat. Tujuannya memastikan Mandalika tetap aman, nyaman, dan siap menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional.
(Yyt)
