Media Analis Indonesia. Aceh Utara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Tim Medis Dukungan NTB terus menunjukkan komitmen kemanusiaan dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara. Memasuki hari keempat penugasan, tim berhasil memulihkan layanan kesehatan dasar, menjangkau ratusan pengungsi, serta memperkuat koordinasi respons darurat, Rabu (24/12/2025).
Tim yang dikoordinatori oleh Lalu Madahan, SKM., MPH melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas Simpang Tiga Utara dan sejumlah posko pengungsian terdampak banjir. Melalui gotong royong bersama tenaga kesehatan setempat dan warga, puskesmas kembali beroperasi secara bertahap dan melayani 35 pasien dengan keluhan ISPA, infeksi kulit, serta gangguan kesehatan pascabencana.
Selain layanan statis, tim kesehatan bergerak diterjunkan ke Posko Pengungsian Matang Keutapang dan berhasil melayani 62 pengungsi, terutama dengan keluhan pernapasan dan pencernaan.

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, Tim Medis NTB juga memberikan dukungan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir. Kegiatan terapi bermain dan pendampingan kelompok digelar di Puskesmas Simpang Tiga Utara dan Posko Krung Lingka, menjangkau 34 anak dan remaja, serta mendapat respons positif dari peserta.
Dalam upaya memperkuat koordinasi, Tim Medis NTB turut mendukung Health Emergency Operations Center (HEOC) Aceh Utara dengan menyusun Peta Respons Bencana Digital berbasis Google MyMaps. Peta ini memuat data fasilitas kesehatan, titik pengungsian, sebaran layanan medis, hingga jalur distribusi logistik, sehingga mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

Secara keseluruhan, pada hari keempat penugasan, 131 warga telah menerima layanan kesehatan dan dukungan pemulihan psikologis.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk melanjutkan bantuan dengan memperluas jangkauan tim medis, menambah jam layanan puskesmas, melakukan kunjungan rumah bagi kelompok rentan, serta memperbarui data kebencanaan secara real-time bersama instansi terkait.
Pemprov NTB juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat atas sinergi dalam penanganan bencana banjir ini.
(Yyt)
