Ratusan Jamaah Masjid Al Anwar Sukabumi Utara Antusias Peringati Malam Nisfu Sya’ban 1446 H

Media Analis Indonesia, Jakarta – Ratusan jamaah warga kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, antusias berkumpul memenuhi ruangan Masjid Jami Al Anwar, dalam rangka memperingati malam Nisfu Sya’ban 1446 H pada Kamis (13/2/2025) malam WIB.

Usai sholat Maghrib berjamaah, ustadz M Afton Labiq, selaku pembawa acara (MC) menyampaikan sambutannya, sekaligus membacakan susunan acara malam Nisfu Sya’ban 1446 H.

Dalam sambutannya Ia mengatakan, bahwa pada malam hari ini kita mendapatkan dua keutamaan, yang pertama kita berada pada malam Jum’at dan yang kedua kita berada pada malam Nisfu Sya’ban, tentunya kita yakin bahwa doa yang kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala pada malam hari ini insyaallah tidak akan mungkin tertolak.

“Seperti yang kita tahu bahwa di malam Nisfu Sya’ban ini adalah malam di mana buku catatan amal kita ditutup dan disetorkan kepada Allah untuk mengganti dengan buku yang baru selama satu tahun, kemudian ketika buku catatan kita ditutup dan disetorkan kepada Allah, kita ingin agar buku catatan kita ditutup dengan hal-hal yang baik, juga ketika buku catatan kita diganti dengan yang baru kita ingin agar buku catatan amal kita diawali dengan sesuatu yang baik,” ucapnya.

Mudah-mudahan berkumpulnya kita di tempat ini bisa menjadikan buku amal kita diakhiri dengan hal yang baik dan juga diawali dengan hal yang baik sehingga di tengah-tengahnya akan selalu dipenuhi dengan kebaikan kita, aamiin ya rabbal alamin,” harap ustadz Afton.

Dirinya menambahkan, bahwa Rasulullah SAW dalam hadisnya pernah bersabda, bahwasanya Allah Subhanahu wa taala menyebarkan rahmat dan ampunan kepada seluruh makhluk Nya kecuali kepada dua orang, yang pertama kepada orang yang musyrik dan yang kedua kepada orang yang bermusuhan.

Tentunya pada malam hari ini kita wajib saling bermaafan satu sama lain, agar kita bisa mendapat rahmat dan ampunan dari Allah Subhanahu wa taala.

Para Jamaah mengambil botol berisi air usai pembacaan surah Yasin, doa tahlil dan doa nisfu Sy’aban.

Selanjutnya kami mewakili seluruh pengurus Masjid Jami Al Anwar ingin menyampaikan permohonan maaf apabila dalam satu tahun ini masih banyak kekurangan kami dalam menjamu dan juga memberikan sesuatu hal-hal yang kurang baik kepada para jamaah sekalian, kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya, atas segala kekurangan dari para pengurus Masjid disini.

Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah sekalian yang selama ini telah berpartisipasi dan membantu seluruh kegiatan yang ada di masjid Al Anwar, baik dalam bentuk apapun bantuannya kami ucapkan terimakasih semoga kebaikan bapak ibu para jamaah sekalian akan di berikan balasan yang sebaik-baiknya oleh Allah SWT.

Selanjutnya, sebagaimana biasa pada malam Nisfu Sya’ban kita membaca surat yasin sebanyak tiga kali.
Yang pertama kita memohon untuk diberikan umur panjang,
berkah dan ketakwaan agar dapat terus istiqomah kepada Allah SWT.

Lalu membaca yasin yang kedua bertujuan untuk mohon agar dijauhkan dari mara bahaya dan segala bentuk fitnah. Selain itu, yasin yang kedua ini juga bisa diniatkan untuk mohon keluasan rezeki yang halal dan berkah bagi diri sendiri dan keluarga.

Selanjutnya membaca yasin yang ketiga dilakukan untuk mohon kaya hati langsung dari Allah SWT dan tidak meminta-minta kepada selain-Nya. Yasin ini juga diniatkan agar dijauhkan dari perbuatan buruk, seperti iri, dengki, hasud, riya, takabur, dan ujub. Kemudian yang ketiga, umat Islam juga bisa meniatkan untuk mohon ketetapan iman dan Islam serta meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Usai pembacaan surah yasin dilanjutkan dengan pembacaan doa Nisfu Sya’ban yang di pimpin oleh ustad H Astar H Jayadi, kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang di pimpin oleh ustad M Shofi M, doa tahlil oleh ustad H Hasan H Mas’ud dan doa penutup oleh ustad H Masykuri H Jamhuri, yang merupakan ketua DKM Masjid Jami Al Anwar.

Hal lain yang menjadi tradisi adalah pada saat malam nisfu Sy’aban, umat muslim juga berbondong-bondong membawa air minum untuk dibacakan surat yasin. Tutup botol minum itu kemudian dibuka ketika surat yasin dan berbagai zikir dilantunkan.

Dengan meminum air tersebut dipercaya bisa memberikan keberkahan. Lantas bagaimana pandangan Islam dalam hal ini? Bagaimana hukumnya mengonsumsi air minum tersebut?

Mengutip dari NU Online (30/04/18) hukum meminum air tersebut jelas halal karena air itu bukan termasuk sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.

Hanya saja perlu dipahami bahwa pada dasarnya siapa saja dan apa saja tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat kepada manusia dan makhluk hidup lainnya kecuali dengan izin Allah SWT.

Hukum minum air Nisfu Sy’aban boleh asalkan memahami bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan manfaat dan mudaratnya.
Namun, kita harus meyakini bahwa Allah SWT menurunkan berkahnya melalui air tersebut.
Jadi, air itu hanya menjadi wasilah atau tawasul. Hal ini bisa menjadi pegangan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Tabaruk atau ngalap berkah merupakan salah satu bentuk praktik tawasul yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam AL-Qur’an surat Al-Maidah ayat 35.(*/hel)