Media Analis Indonesia.Mataram, NTB — Seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang menyamar menggunakan mukenah dan melaksanakan salat di tempat jemaah perempuan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) Mataram telah diamankan oleh petugas keamanan, Senin (14/04/2025).
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, S.Tr.K., S.I.K. menjelaskan, “Pada hari Senin tanggal 14 April 2025 sekitar pukul 12.50 WITA, telah diamankan seorang pria yang menyamar memakai baju salat wanita/mukenah dan melaksanakan salat Zuhur di tempat salat wanita bertempat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Jl. Udayana, Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.”
Pelaku diidentifikasi berinisial FRY (20), seorang mahasiswa semester 4 Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang beralamat di Barat Masjid, Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
Kronologi Kejadian,peristiwa bermula saat Tria Wulandari (26), petugas keamanan wanita Islamic Center, melakukan patroli rutin di area masjid sekitar pukul 12.50 WITA. Tria merasa curiga dengan gerak-gerik seseorang yang berbeda dari wanita pada umumnya di area salat perempuan.
Kemudian Tria memberitahukan kecurigaannya kepada Rudini (38), Alfian Hadi (30), dan Diki Angga Biata (27) yang semuanya bekerja sebagai petugas keamanan di Islamic Center. Mereka segera mendatangi lokasi dan Diki yang sudah berada di dalam ruang tempat salat wanita langsung mengamankan pelaku.

Pelaku yang didapati mengenakan mukenah berwarna putih dengan motif daun dan ranting bercorak ungu tua dan muda, serta masker putih, langsung dibawa ke kantor OPTD Islamic Center. Petugas keamanan kemudian menghubungi Babinkamtibmas Dasan Agung dan pelaku diamankan oleh Piket Patroli 601 Polsek Selaparang.
Pengakuan Mengejutkan”Oknum tersebut mengaku mendengar bisikan gaib agar salat di tempat salat wanita di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center,” ungkap AKP Regi.
Lebih mengejutkan lagi, FRY mengaku telah mengenakan mukenah tersebut sejak dari kampus dan mengendarai sepeda motor menuju Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre.
“Aksi penyamaran terungkap setelah beberapa jemaah wanita dan petugas keamanan merasa curiga terhadap gerak-gerik dan postur tubuh pria tersebut. Yang bersangkutan segera diamankan oleh petugas keamanan masjid untuk menghindari keributan lebih lanjut,” jelas Regi.
Polresta Mataram saat ini terus melakukan monitoring perkembangan situasi mengingat peristiwa tersebut telah viral di media sosial setelah disebarkan oleh akun bernama @Atoel Rizki, sehingga dapat mendeteksi secara dini potensi gangguan Kamtibmas.
Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti serta meminta keterangan dari para saksi.
(Yyt)
