Pengantin Berdarah di Palembang: Dendam Lama Buyarkan Hari Bahagia

Media Analis Indonesia, Palembang –Minggu siang, seharusnya Ahmad Anda menyambut hari paling bahagia dalam hidupnya. Di pelataran rumah calon istrinya di Jalan Panca Usaha, Seberang Ulu, Palembang, pria 31 tahun itu bersiap menjalani akad nikah. Namun, belum sempat ijab kabul terucap, darah sudah menggenang di jalan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, lima pria bersenjata tajam dan api muncul tiba-tiba. Satu di antaranya dikenal Ahmad sebagai Jono alias Ian—nama lama dalam daftar musuhnya. Tanpa banyak bicara, kelompok itu menghantam Ahmad dengan parang dan benda tumpul. Dalam sekejap, pengantin pria itu tumbang bersimbah darah. Teriakan tamu undangan berubah jadi jeritan panik. Resepsi pun buyar.

“Saya enggak bisa lawan, hanya lari masuk ke rumah warga,” kata Ahmad dari ranjang perawatan RSUD Bari, suaranya nyaris tak terdengar. Luka bacok mengoyak kepala, lengan, dan kakinya. Ia masih dirawat intensif hingga malam harinya.

Ibunya, Ningcik, hanya bisa menangis. Di ruang tunggu rumah sakit, ia menggenggam baju pengantin Ahmad yang berlumuran darah. “Kami tidak tahu kenapa mereka menyerang. Baru turun dari mobil, langsung dibacok,” ucapnya.

Kepolisian menduga serangan dipicu dendam lama. Ajun Komisaris Polisi Herri, Kapolsek Seberang Ulu I, menyebut Ahmad dan Jono pernah berselisih pada 2019. Kala itu, Jono menuduh Ahmad sebagai informan polisi. “Kami sudah kantongi identitas pelaku, pengejaran sedang berlangsung,” katanya.

Akibat kejadian ini, seluruh rangkaian acara pernikahan dibatalkan. Tamu yang semula datang membawa doa pulang membawa trauma. Polisi terus menggali keterangan saksi dan menelusuri keberadaan para pelaku. Di sisi lain, keluarga Ahmad berharap keadilan bisa ditegakkan sebelum dendam kembali memakan korban. (imh)