Pelaku UMKM di Desa Mandala Mekar Dapat Bekal Edukasi Peningkatan Daya Saing dari Universitas YARSI

Media Analis Indonesia, Jakarta – Para pelaku UMKM khususnya warga desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini mendapatkan kegiatan pengabdian yang dipimpin oleh Harry Budiantoro, SE. MAK. AK. CA. dari Universitas YARSI, Jakarta, yang berlangsung selam tiga hari (22-24/9/2023).

Kegiatan ini memberikan edukasi tentang peningkatan daya saing UMKM melalui packaging produk, pemasaran berbasis media sosial, serta akses KUR perbankan berbasis digital, yang disponsori oleh Kemenristekdikti tahun anggaran 2023-2024.

Selain Harry, kegiatan ini juga didampingi oleh DR. Perdana Wahyu Santosa, dan Dean Salomo SE, MBA, sebagai tim pengusul, serta 5 orang mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas YARSI juga Universitas Kusuma Negara.

Kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi komitmen dan kerjasama Universitas YARSI dengan pihak Kepala Desa Budi Hartono beserta perangkat desa lainnya.

“Melalui hibah Dikti 2023, kegiatan pengabdian kepada masyarakat disini diharapkan dapat meningkatan daya saing khususnya omset penjualan mereka serta ilmu pengetahuan kepada para pelaku UMKM di desa ini, ” ujar Harry.

Sebanyak 44 orang pelaku UMKM baik ibu rumah tangga, karang taruna dan remaja sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka sangat serius mendengarkan berbagai penjelasan yang disampaikan oleh para narasumber yang hadir.

Diantaranya ada pelatihan cara packaging produk yang benar dan menarik untuk konsumen yang disampaikan oleh M Firsan (Rumah Kemasan Bandung) kemudian pelatihan pemasaran digital berbasis media sosial oleh Dean Salomo (Influencer) sosialisasi akses KUR perbankan berbasis digital (Bank Mandiri), serta sosialisasi laporan keuangan bagi pelaku UMKM (YARSI).

Tidak hanya mendapatkan teorinya saja oleh para narasumbernya, tetapi mereka juga mendapatkan bantuan berupa peralatan dan perlengkapan untuk meningkatkan kemajuan usaha UMKM yang ada di di desa Mandala Mekar, senilai belasan juta rupiah.

“Kegiatan ini tidak bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya kerjasama antara pihak desa Mandala Mekar, Universitas YARSI, Universitas Widyatama, STIE Indonesia, STIE Kusuma Negara dan para pelaku UMKM masyarakat setempat, juga Kemenristekdikti,” pungkas Harry. (*/hel)