Media Analis Indonesia, Agam – Nagari Sungaipuar Kecamatan Palembayan yang terletak Bagian Barat Kabupaten Agam termasuk agak terisolir dengan jarak 40 Km dari pusat kota Kabupaten, yang mana Nagari Sungaipuar termasuk salah satu dari 92 Nagari di Kabupaten Agam dan Kecamatan Palembayan termasuk salah satu dari 16 Kecamatan di Agam.
Nagari Sungaipuar Kaya dengan Potensi hutan yang belum terjamah. Salah satunya cukup banyak ditemukan ” Populasi Tumbuhan Batang Kemenyan ” dan juga potensi Agrowisata Alam yang masih Original seperti Air Terjun, Kolam Mata Air yang diketahui Airnya super jernih dan tidak mengalami kekeringan walau musim panas berbulan – bulan, warga setempat menamai kolam mondak plesetan dari bahasa Belanda. Dan di Sungaipuar juga ditemukan aliran sungai yang cukup menantang bagi pegiat Arung Jeram yang masyarakat menamakan Batang Sianok, juga di daerah ini ditemukan pemandangan alam yang berlatar belakang Danau Maninjau yang berpeluang pengembangan Olahraga Paralayang pemicu adrenalin yang dinamai masyarakat Viuw Bateh Gadang dan juga ditemukan ojek wisata langka yakni Aliran Sungai Perut Bumi, yang mana aliran sungai ini menghilang dipermukaan dan mengalir melalui terowongan bawah batu karang yang kedalamannya 30 meter.
Di dalamnya terdapat kolam dua tingkatan dan terowongan tembus ke Sungai Batang Sianok, Masyarakat menamakan “Bubuihan Karang Baurai”.
Dan satu lagi yang kalah menariknya adalah sebuah perbukitan letaknya cukup tinggi ternyata tempat pengamatan Kimparan terminal berbagai jenis Burung yang berputar2 diangkasa sebelum pulangnya kesarang masing – masing yang masyarakat menamakannya Bukit Kapalo Gajah, ditambah lagi dengan letak geografis Nagari Sungaipuar adalah perbukitan yg landai berpotensi tempat para komunitas Olahraga Trabas dan komunitas Sepeda Gunung, demikian disampaikan oleh Yulifsonneri AMd selaku Walinagari Sungaipuar saat awak media meliput Acara MUSNA ( Musyawarah Nagari) penyusunan dan penetapan RKP (Rencana Kerja Pemerintahan) Nagari untuk tahun 2025 dan DU RKP untuk tahun 2026, Kamis (6/6/2024) bertempat di aula Kantor Walinagari Sungaipuar.

Kegiatan ini merupakan Agenda Rutin tahunan Nagari / Desa sesuai Amanat UU Desa No 6 Tahun 2014.
Nagari Sungaipuar merupakan Nagari yang kedua pelaksanaan Musna yang tepat waktu di Kecamatan Palembayan.
Acara ini di hadiri oleh Camat, Instansi/ UPTD dan Bamus, Tokoh Adat, Tokoh Masyakat, Babinsa / Babinkantibmas, bidan Desa dan Lembaga- lembaga Nagari lainnya.
Terselenggaranya kegiatan Musna RKP / DU RKP ini diawali dengan telah terselenggaranya MUSJOR ( Musyawarah Jorong ) yang mana Musjor ini dasar Penggalian Gagasan Pembangunan Fisik, Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk diajukan ke Musna Penetapan RKP / DU RKP begitu paparan Ketua Bamus Nagari Sungaipuar Detra Prilvia Aries Datuak Sinaro selaku penyelenggara .
Camat Palembayan yang diwakili Bapak Afdal kasi Pemerintahan dan Pembangunan menyampaikan Ketepatan waktu Agenda Musna merupakan sebuah catatan dalam mencapai IDM Nagari, untuk saat ini Nagari Sungaipuar Predikat IDM adalah Nagari MAJU dan selangkah lagi akan menyandang Predikat Mandiri. Diharapkan Pemerintah Nagari dan Pemerintahan Nagari saling mempertahankan status yang telah didapat, dan penyusunan RKP / DU RKP berpedoman pada aturan dan sedapatnya kegiatan mengarah pada poin-poin penambahan nilai IDM untuk tahun berikutnya.
Pengunaan Dana Desa berdasarkan kesesuaian kebutuhan bukan kesesuaian keinginan menutup kata sambutannya.
Yang menarik pemaparan dari pihak instansi yg pada kesempatan ini diwakili oleh M.Irsad S.Ag sekalu Kepala KUA Palembayan menyorot tentang pembangunan yang berlandaskan Agamis.

Mengawali paparannya , Sumatera Barat umumnya dan Kabupaten Agam Khususnya tahun ini banyak cobaan musibah dan bencana dan banyak menelan korban harta dan jiwa. Hal ini tak terlepas dari kurang jelinya kita menyusun RKP / DU RKP Nagari yang agak kurang pro pada ajaran agama dan cinta Lingkungan. Pembinaan dan Pemberdayaan SDM ummat terlengahkan. Boleh membangun Fisik Wisata tapi bangunlah SDM nya masyarakat pelakunya dan Ciptakan Perna yang mengikat baik untuk penyelenggara maupun untuk Wisatawannya. Sang Pencipta akan murka jika ummat jauh dari ajaran dan Alam akan marah jika insan sebagai khalifah di bumi kurang bersahabat dengan alam.
Babinsa / Babinkhantibmas yg di wakili Dedi Irianto menyorot tentang keamanan disegala bidang, yang lebih ditekankan pada pengunaan Dana Desa yang rawan dengan hukum. Jangan sampai berurusan dengan aparat hukum karena ketelodoran dan penyelewengan yang disengaja, apalagi yang namanya SPJ Fiktif. Pengawasan Dana Desa saat ini adalah segala Lapisan dan unsur Masyarakat.
Setelah terbentuk Tim Penyusun RKP / DU RKP serta Tim Verifikasi RKP/ DU RKP kegiatan di tutup dengan Doa.
( ant ID 038 )
