Media Analis Indonesia, Padang – Mahasiswa KKN Universitas Andalas 2025 di Nagari Sungai Puar melakukan pemetaan stunting untuk membantu mengatasi tantangan kesehatan masyarakat. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di bawah bimbingan dr. Laila Isrona, M,Sc serta didampingi oleh Wali Nagari (Lurah) Sungai Puar Yulifsonneri dan Wali Jorong (Ketua RW) Sungai Puar Novi Imran.
Pemetaan stunting bertujuan untuk mengidentifikasi angka prevalensi stunting di kalangan anak usia dini, serta menggali faktor-faktor penyebab yang mempengaruhinya, seperti pola makan, sanitasi, serta akses terhadap layanan kesehatan yang ada. Selain itu, pemetaan stunting dilakukan sebagai langkah awal dalam menanggulangi permasalahan yang saat ini sedang diperhatikan oleh pemerintah. “Saya harap dengan pemetaan stunting, mahasiswa KKN dapat sejalan dengan program kerja yang sedang dicanangkan oleh pemerintah pusat,” ujar Yulifsonneri (30/12/2024).
Dalam pelaksanaan pemetaan, mahasiswa KKN yang terlibat dalam proses pembuatan program kerja tersebut yakni Rahmad Fajril Ilhami dan Rizqa Najmi Fitria dari fakultas teknik, Friska Nabilah dari fakultas teknologi pertanian, serta Tarisha Ramadhani dari fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam. Program kerja ini dilaksanakan dengan koordinasi langsung bersama pihak puskesmas setempat dan pemerintah nagari. Pemetaan ini berfokus pada tiap jorong yang ada di Nagari Sungai Puar, yaitu Jorong Sungai Puar, Jorong Muaro Palintangan, dan Jorong Data Sungai Puar. Hasil pemetaan ini akan diserahkan kepada pemerintah nagari dan puskesmas setempat sebagai dasar penyusunan program intervensi yang tepat sasaran.
“Menurut saya, penanganan stunting di Nagari Sungai Puar perlu diperhatikan karena kondisi ekonomi dan sosial di daerah ini memengaruhi pola asupan gizi masyarakat. Hal ini akan berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan, serta meningkatkan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, pembuatan poster pemetaan wilayah stunting di Nagari Sungai Puar dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dengan Puskesmas Palembayan dan kader kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempermudah identifikasi daerah dengan prevalensi stunting tinggi, sehingga dapat dilakukan perencanaan intervensi yang lebih tepat sasaran,” ujar Fajril, penanggung jawab proker pemetaan stunting (9/02/2025).
Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Andalas, stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Nagari Sungai Puar, sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Untuk memastikan respons yang berkelanjutan dan efektif, diperlukan strategi yang melibatkan berbagai pihak. Untuk mencapai pencegahan stunting yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara lembaga pemerintah, lembaga akademis, pemangku kepentingan sektor swasta, dan masyarakat setempat. Kerangka kerja kebijakan yang meningkatkan program bantuan sosial bagi keluarga rentan, bersama dengan kemitraan strategis dengan universitas untuk mendorong pendidikan kesehatan dan solusi inovatif, akan memainkan peran penting dalam mengembangkan program peningkatan kesehatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Pewarta: Rizqa Najmi Fitria/Adlinisa Noraqolby Anandya
