Media Analis Indonesia.Mataram,NTB– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan program Gebyar Diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) periode 1 Juli–30 September 2025 di Teras Udayana, Mataram, Minggu (29/6/2025). Program revolusioner ini mengusung konsep “reward system” yang memberikan apresiasi lebih besar kepada wajib pajak yang taat dibandingkan yang menunggak.
#Filosofi Baru: Edukasi dan Keberpihakan
Dalam sambutan pembukaan, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa program ini lahir dari dua semangat utama: keberpihakan kepada masyarakat dan edukasi publik yang mendidik.
“Sejak sebelum pelantikan, saya sudah sampaikan bahwa kita harus bisa hadir sebagai pemerintah yang berpihak pada masyarakat yang tidak mampu. Namun di saat yang sama, kita juga punya kewajiban untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak, khususnya kendaraan bermotor,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal.
Tingkat kepatuhan pajak kendaraan di NTB saat ini masih berada di kisaran 50 persen—angka yang dinilai jauh dari harapan. Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang tidak hanya sekadar memberi keringanan, tetapi juga mampu membentuk budaya taat pajak.

#Sistem Reward Berbasis Kepatuhan
“Kalau kita kasih gratis ke semua orang, termasuk yang tidak patuh, maka tidak ada proses pembelajaran. Itu bukan kebijakan yang edukatif. Harus ada perbedaan perlakuan antara yang taat dan tidak taat. Yang patuh harus diberi hadiah,” tegas Miq Iqbal.
Gubernur juga menyinggung moral hazard dari kebijakan sebelumnya, di mana orang yang memanfaatkan pembebasan pajak dari tahun ke tahun adalah orang yang sama. “Itu artinya, kebijakan kita selama ini belum cukup mendidik,” ujarnya.
Program ini diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2025 yang lahir dari dua aspek utama: sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang layak mendapat bantuan dan sebagai edukasi bahwa ketaatan akan diberi penghargaan.
#Skema Diskon Bertingkat
Dalam skema baru ini, warga yang taat membayar pajak kendaraan selama 4 tahun berturut-turut akan mendapatkan diskon paling besar. Bahkan jika membayar tepat waktu, diskonnya bisa jauh lebih besar daripada mereka yang telat membayar.
Diskon khusus juga diberikan untuk kelompok masyarakat tertentu seperti veteran, penyandang disabilitas, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta yayasan dan lembaga sosial.
“Kita tahu tidak semua fasilitas publik ramah disabilitas; belum semua kurikulum juga ramah disabilitas. Karena itu, keringanan pajak ini adalah bentuk kompensasi. Ini juga cara pemerintah ‘membayar hutang’ kepada kelompok yang selama ini belum sepenuhnya terlayani,” terang Miq Iqbal.
#Promosi Pelat Lokal dengan Sentuhan Humor
Kebijakan ini juga mendorong warga untuk segera membalik nama kendaraan atas nama yayasan agar mendapat insentif pajak. Begitu juga dengan kendaraan dari luar daerah yang kini diberi gratis Tanda Kendaraan Bermotor (TKB) untuk balik nama ke pelat lokal NTB.
“Orang sekolah lima tahun hanya untuk mendapatkan gelar ‘DR’ di depan namanya. Sekarang kita kasih gratis pelat ‘DR’ buat kendaraan, masa nggak mau? Ini bentuk promosi dan kebanggaan daerah,” canda Gubernur yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
#Diferensiasi Berdasarkan Kemampuan Ekonomi
Gubernur juga menegaskan bahwa subsidi atau diskon pajak akan dibedakan antara pemilik sepeda motor dan mobil karena dianggap menggambarkan tingkat kemampuan ekonomi.
“Kalau orang punya mobil, ya mestinya dianggap mampu. Masa penerima PKH punya mobil? Itu keterlaluan. Jadi yang dapat keringanan justru yang punya motor, bukan yang punya mobil,” jelasnya.

#Target dan Harapan
Gubernur berharap langkah ini bisa menjadi cara efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih taat pajak sekaligus memperkuat pemasukan daerah yang pada akhirnya akan dikembalikan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
“Tahun depan, kita evaluasi seberapa besar dampaknya. Harapan saya, kendaraan-kendaraan di NTB semakin banyak yang pakai pelat DR dan EA, dan tingkat kepatuhan pajak bisa naik jauh dari 50 persen,” tutupnya.
# Dukungan Penuh Berbagai Pihak
Turut mendampingi Gubernur NTB dalam kegiatan Gebyar PKB adalah Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri; Plt. Kepala Bappenda NTB; seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB; serta para mitra seperti Bank NTB Syariah, Jasa Raharja, Honda, dan lainnya.
Berbagai stand UMKM turut memeriahkan acara, seperti Rice Bowl, Gohyong, Zoupa Shoup, dan lain sebagainya. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti sosialisasi dan layanan langsung dari Bappenda. Berbagai simulasi dan informasi seputar besaran diskon disediakan agar warga bisa memahami skema yang ditawarkan.
(Yyt)
