Geliat Politik NTB: Bang Zul-Abah Uhel Memimpin Survei, Persaingan Pilgub 2024 Memanas

Media Analis Indonesia, Mataram – Lanskap politik Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin bergejolak menjelang Pilkada 2024. Hasil survei terbaru dari lima lembaga terpercaya menunjukkan dominasi pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc (Bang Zul) dan H. Moh. Suhaili Fadil Tohir, SH (Abah Uhel) dalam bursa calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Rabu 3 Juli 2024.

Dedy AZ, Ketua Tim Pemenangan Bang Zul-Abah Uhel, mengonfirmasi hasil survei yang dilaksanakan antara Maret hingga Juni 2024. “Lima lembaga survei independen secara konsisten menempatkan Bang Zul-Abah Uhel sebagai pilihan utama masyarakat NTB,” ungkapnya.

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada pertengahan Mei 2024 menunjukkan Dr. Zulkieflimansyah unggul dengan 35,5%, diikuti H. Suhaili FT (14,1%), dan Hj. Sitti Rohmi Djalillah (10,9%). Sementara itu, Politika Research and Consulting (PRC) pada Juni 2024 mencatat Bang Zul memimpin dengan 25,4%, disusul Hj. Sitti Rohmi Djalilah (17,3%).

Tren serupa juga terlihat dalam survei Kedai Kopi (Mei 2024) dan POLTRACKING (Juni 2024), dengan Bang Zul konsisten berada di posisi teratas. Bahkan, survei POLTRACKING menunjukkan dominasi signifikan Bang Zul dengan 66,3% suara.

Dr. Lalu Sopan Tirta, pengamat politik Universitas Mataram, menyoroti faktor-faktor di balik popularitas pasangan ini. “Kombinasi pengalaman Bang Zul sebagai mantan Gubernur dan kedekatan Abah Uhel dengan akar rumput menciptakan sinergi yang kuat,” analisanya.

Meski demikian, kubu Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang konsisten di posisi kedua tetap optimis. “Survei hanya potret sesaat. Kami fokus pada kerja nyata dan hubungan dengan rakyat,” tegas juru bicara tim pemenangannya.

Catatan penting dari survei-survei ini adalah masih tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan, berkisar 4% hingga 35,1%. “Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi semua kandidat,” tambah Dr. Tirta.

Menanggapi hasil survei, Bang Zul menyatakan, “Ini bukan tentang kami, tapi tentang harapan masyarakat NTB untuk perubahan. Kami berkomitmen mewujudkan NTB yang lebih sejahtera.”

Komisioner KPU NTB, Lalu Aksar Ansori, mengingatkan bahwa survei bukan jaminan kemenangan. “Suara rakyat pada hari pemilihan yang menentukan. Mari jaga integritas proses demokrasi,” tegasnya.

Dengan waktu yang tersisa hingga hari pemilihan, pertarungan politik di NTB diprediksi akan semakin dinamis. Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari para kandidat dalam menawarkan solusi atas berbagai isu krusial, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga optimalisasi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Geliat politik NTB ini menjadi cermin dinamika demokrasi lokal yang semakin matang. Terlepas dari hasil akhir nanti, proses ini diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NTB ke arah yang lebih baik.

(Yyt)