Dinilai Aneh, Ada Apa dengan Partai Golkar Kota Bekasi di Pilkada 2024?

Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Partai Golkar Kota Bekasi akhirnya membuat kejutan politik membentuk poros ketiga di Pilkada Kota Bekasi 2024 dengan mengusung pasangan Bacalon Walikota dan Wakil Walikota kadernya sendiri Uu Saeful Mikdar dan Nurul Sumarheni.

Namun, pengusungan paslon Uu Saeful Mikdar yang mantan Kadisdik Kota Bekasi dan Nurul Sumarheni yang mantan Ketua KPU Kota Bekasi oleh Partai Golkar dalam meramaikan bursa Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi dinilai oleh pengamat politik dari Universitas Islam 45 (Unisma), Adi Susila, sangat aneh.

Anehnya, Adi menjelaskan, pasangan calon kepala daerah yang diusungnya bukan merupakan kader senior yang mengakar, tapi kader ujug-ujug atau kader pendatang baru yang belum dikenal.

“Ini kok tumben Golkar mengusung kader pendatang baru yang belum mengakar, yang belum dikenal, memangnya kemana kader-kader terbaik Golkar selama ini,” ujarnya.

Menurut Adi langkah politik Partai Golkar Kota Bekasi yang dinilainya sangat aneh ini bisa memicu keretakan suara dukungan dari para pemilih dan kader Partai Golkar Kota Bekasi sendiri.

Sebab, Kata Adi, jika sebuah partai mengusung calon yang tidak sesuai dengan keinginan akar rumput, maka pastinya yang terjadi adalah perpecahan atau keretakan suara pendukungnya.

“Kondisi ini tentunya sangat menguntungkan pasangan pesaingnya, yang dapat limpahan suara dari pemilih partai Golkar yang kecewa,” ucapnya.

Keanehan lain, menurut Adi, kondisi Partai Golkar di ajang Pilkada Kota Bekasi 2024 kali ini sepi teman koalisi, Golkar di pilkada kali ini hanya bisa menggandeng Partai Nasdem yang tidak punya kursi di DPRD Kota Bekasi.

Kondisi ini, lanjut Adi sangat terbalik 180 derajat dari tidak pilkada-pilkada sebelumnya, dimana Partai Golkar Kota Bekasi menjadi magnet koalisi karena banyaknya partai politik berdatangan untuk bergabung berkoalisi dengan Partai Golkar.

“Tapi di Pilkada kali ini kok sepi teman koalisi, Partai Golkar seperti ditinggalkan, atau justru memang Partai Golkar sengaja menyendiri, entahlah, wallohu a’lam,” pungkasnya.

(*/Ahmad Zarkasi)