Media Analis Indonesia, Jakarta – Mobil Bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast, melaporkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut hingga Minggu (12/5/2024) pukul 07.36 WIB, berjumlah 11 orang.
Dirinya menjelaskan, yang terdampak kecelakaan berjumlah 64 orang, 11 orang sudah dipastikan meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan 40 orang luka ringan.
Korban luka berat dan luka ringan, sebagian besar sudah dibawa dengan ambulance ke Kota Depok, Jawa Barat.
Rinciannya, 24 ambulans membawa korban luka berat ke Rumah Sakit Brimob. Kemudian, 2 ambulans membawa korban luka berat ke Rumah Sakit Universitas Indonesia, dan 1 ambulans membawa korban luka berat ke Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Depok.
Sementara itu, dari 11 korban meninggal dunia, 1 orang telah diidentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga.
“Dari 11 jenazah meninggal dunia, 10 masih di ruang jenazah dan 1 sudah diserahkan ke keluarga, dibawa ke Subang,” terang Jules.
Penyebab pasti dari kecelakaan yang melibatkan bus yang mengangkut rombongan siswa SMK ini masih menunggu hasil tim olah tempat kejadian perkara (TKP) yang rencananya dilakukan pada pagi hari ini oleh penyidik Laka Lantas Polres Subang.
“Olah TKP dengan TAA (traffic accident analysis) dilakukan oleh penyidik Laka Lantas Polres Subang dengan di-back up (asistensi) dr Dit Lantas Polda Jabar,” ujar Jules.
Sementara Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat, AKBP Lalu Wira Sutriana, menjelaskan bus pariwisata tersebut datang dari arah selatan menuju utara.
Saat tiba di lokasi kejadian, supir bus pariwisata tidak mampu mengendalikan kendaraan hingga menabrak mobil lain bermerek Daihatsu Feroza dengan nomor polisi D 1455 VCD dari arah berlawanan.
“Kemudian terguling miring ke kiri, posisi ban kiri di atas dan terselusur sehingga menabrak kendaraan jenis R2 yang terparkir di bahu jalan,” kata Wira dalam keterangan persnya.
Wira menambahkan bahwa bus yang ambruk di bahu jalan itu sempat meluncur beberapa meter. Hingga kemudian terhenti akibat menabrak tiang di salah satu sisi jalan.
“Bus tersebut terhenti setelah menabrak tiang yang ada di bahu jalan arah Subang menuju Bandung tepat di depan Masjid As-Sa’adah,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu dari 11 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat adalah seorang guru dari sekolah tersebut. (*/hel)
