Filosofi Orang Sasak Jadi Arah Kepemimpinan Iqbal, Fokus Bangun Sumbawa hingga Entaskan Kemiskinan NTB

Media Analis Indonesia.Mataram, NTB –  Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan filosofi hidup masyarakat Sasak sebagai dasar kepemimpinannya; yakni mengayomi semua kalangan tanpa membeda-bedakan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat silaturahmi bersama Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman mantan Gubernur NTB, H.L. Serinata, di Mataram, Senin (23/04/2026). Dalam kesempatan itu, Iqbal menekankan bahwa menjadi pemimpin berarti hadir sebagai “rumah” bagi seluruh masyarakat.

“Sebagai orang Sasak, saya ingin menjadi bapak, orang tua, dan tempat pulang bagi semua; baik Bali, Dompu, Bima, maupun Sumbawa,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan, nilai utama orang Sasak adalah kemampuan menahan diri, mengendalikan emosi, serta mengedepankan kebijaksanaan; sedalam Samudra Hindia dan setinggi Gunung Rinjani. Nilai inilah yang menjadi pijakan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di NTB.

Ia mengungkapkan, pada tahun pertama kepemimpinannya, pembangunan lebih difokuskan ke Pulau Sumbawa; sebagai pesan kuat bahwa kepemimpinan Sasak tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan merangkul seluruh wilayah.

Sejumlah program strategis pun dipaparkan; mulai dari pembangunan infrastruktur jalan yang membuka akses daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar; hingga penguatan konektivitas kawasan utara melalui Samota sampai ke wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Dompu.

Di sektor kesehatan, Pemprov NTB meningkatkan status RS Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B; guna memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui program Desa Berdaya; dengan target 106 desa di seluruh NTB. Program ini mencakup pendataan ulang serta strategi pemberdayaan berbasis kolaborasi; dengan dukungan stimulan Rp500 juta per desa di luar bantuan pemerintah pusat dan lembaga internasional.

Tak hanya itu, sektor ketahanan pangan juga diperkuat melalui rencana pembangunan 900 dapur program MBG; yang diharapkan mampu menggerakkan rantai pasok pangan lokal. Di bidang pariwisata, pemerintah terus mendorong konektivitas penerbangan serta pembenahan destinasi unggulan.

Tokoh Sasak, H.L. Sajim Sastrawan, menyebut silaturahmi ini sebagai langkah awal menuju visi “NTB Makmur Mendunia”. Ia menegaskan, MAS saat ini masih menahan rekomendasi strategis; agar gubernur dapat lebih dulu merasakan dinamika kepemimpinan.

“Kami ingin manis dan pahitnya kepemimpinan sama-sama dirasakan; sehingga ke depan bisa saling memperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MAS NTB, L. Winengan, berharap kepemimpinan dari kalangan Sasak dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia; khususnya masyarakat Sasak dan NTB secara keseluruhan.

(Yyt)