Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Kepolisian Resor Kota Mataram (Polresta Mataram) menindak tegas pelaku Perang Sarung yang marak terjadi di wilayah Kota Mataram selama bulan Puasa Ramadhan. Kegiatan ini dianggap membahayakan pelaku dan mengganggu ketertiban umum.
Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., CBA., CHRM., menegaskan bahwa Perang Sarung bukan sekadar permainan, melainkan aktivitas berbahaya yang mengancam keselamatan. Pelaku perang sarung mayoritas adalah remaja yang masih berstatus pelajar.
“Kami tidak akan mentolerir kegiatan ini karena dapat membahayakan masyarakat,” tegas Kombes Pol. Ariefaldi saat dikonfirmasi media ini terkait penindakan para remaja yang diamankan saat melakukan Perang Sarung pada Minggu dini hari.
Menurut Kapolresta, kegiatan ini dikategorikan berbahaya karena senjata yang digunakan dalam perang sarung telah dimodifikasi dengan benda-benda berbahaya seperti batu, kawat, besi, dan benda berbahaya lainnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Polresta Mataram telah melakukan penindakan terhadap pelaku Perang Sarung. “Kami telah melakukan penindakan terhadap beberapa pelaku dan akan terus melakukan pemantauan untuk mencegah kegiatan ini,” tambah Kombes Pol. Ariefaldi.
Meski para pelaku akan dibebaskan kembali setelah orang tua/wali dan pihak sekolah datang serta menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi aktivitas tersebut, Kapolresta menekankan bahwa pencegahan perang sarung yang dilakukan larut malam menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami sangat berharap kerjasama semua stakeholder dan masyarakat untuk ikut bertanggung jawab, terlebih kepada orang tua agar memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah pukul 22:00 WITA serta memastikan tidak lagi keluar rumah,” pinta Kapolresta Mataram.
Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan kegiatan Perang Sarung karena dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. “Kami menghimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan,” pungkas Kapolresta Mataram.
Hal ini disampaikan Kapolresta Mataram saat memberikan konfirmasi terkait maraknya kegiatan Perang Sarung di Kota Mataram selama bulan Ramadhan, Senin (10/03/2025).
(Yyt)
