Yuslan Samad Lasia Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Iqra Buru Lulus Sebagai Peserta PMM

Media Analis Indonesia, Buru – Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka atau (PMM), merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan di Universitas Sana Dharma Jogjakarta selama 1 (satu) semester 6 bulan.

Mahasiswa yang mengikuti progam PMM sebelumnya melewati tahapan seleksi pendaftaran dari bulan November-Desember 2023.

Yuslan Samad Lasia adalah salah satu peserta dari Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Iqra Buru yang lulus mengikuti progam PMM dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Yuslan berangkat mengikuti PMM pada bulan Februari 2024 ke Jogjakarta usai mengikuti tahapan seleksi dengan biaya yang ditanggung negara. Disana Yuslan bertemu dengan 55.000 mahasiswa UNY dan 1395 dosen. Ini akan menambah sahabat dan menambah guru dengan 160 profesor dan 600 doktor.

Dari sekian ribuan mahasiswa, Yuslan kemudian dipilih sebagai Ketua Kominfo PMM 4 Universitas Sana Dharma. Dihadapan ribuan mahasiswa dan dosen, Yuslan kemudian memberikan materi tentang kehidupan sosial pela gandong serta budaya di kabupaten Buru Maluku. Seperti budaya tarian dan seni musik (tifa, totobuang, gambus, dan rebana), seni tari (tari sawat, tari boki feten, tari cakalele, dan tarian saureka-reka.

Kegiatan Modul Nusantara untuk mengenal kekayaan bangsa Indonesia

Materi yang dibawakan Yuslan sesuai dengan Tujuan dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) untuk menjelaskan tentang dinamika sosial dan budaya serta meningkatkan pemahaman mahasiswa pada keberagaman suku, agama, ras, dan antargologan (SARA) dan semangat persatuan.

Selain itu kegiatan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka berorientasi untuk memberikan pengalaman kebhinekaan melalui keikutsertaan dalam berbagai aktivitas terkait kegiatan Modul Nusantara untuk memupuk semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia.

Menurut Yusran Modul Nusantara bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kebhinekaan, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air. Modul ini meliputi empat sub modul, yaitu kebhinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial,” jelasnya.

Untuk itu Yuslan mengajak kepada seluruh masyarakat terkhusus mahasiswa Universitas Iqra Buru agar selalu kembangkan nilai-nilai budaya lokal yang ada di Kabupaten Buru. Tetap menjaga nasionalisme kebhinekaan tanpa membedakan suku, budaya, agama dan ras. (SM)