Media Analis Indonesia, Palas – Dalam kehidupan yang penuh dengan perjuangan, seringkali kita dihadapkan pada cerita kesulitan yang menyayat hati. Salah satunya adalah kondisi jembatan gantung desa kita yang rusak parah, mengganggu akses vital bagi warga setempat. Setiap hari, mereka terpaksa melintasi jalan aliran Sungai Sosa yang panjang dan berliku, berputar sejauh hanya untuk mencapai desa seberang. Kesulitan ini menjadi beban berat bagi mereka yang bergantung pada jembatan untuk menghubungkan diri dengan sumber-sumber kehidupan.
Di balik rusak dan retaknya struktur jembatan dan jalanan yang rusak, terdapat cerita kemarau panjang yang menyebabkan mata air di desa menjadi kering. Warga yang biasanya bergantung pada akses jembatan untuk mengeluarkan hasil bumi dan kebutuhan sehari-hari lainnya, kini terpaksa menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan. Di tengah teriknya matahari, langkah kaki mereka terasa berat karena beban kebutuhan yang mereka bawa pulang.
Hasil penelusuran awak media di lokasi jembatan tersebut memang betul kondisinya rusak berat. sehingga timbul kekhawatiran atas keselamatan masyarakat saat melewatinya. dengan kondisi Besi penyangga yang sudah terkikis karat dan besi pijakan yang sudah berkali – kali di ganti oleh papan kayu kini kondisinya sangat mengkhawatirkan karna usia jembatan yang sudah lama tidak ada perbaikan atau perawatan, Kamis (04/07/2024).
Ditemui warga sekitar jembatan tersebut. Saiful menurut nya “Jembatan ini digunakan oleh para pengendara roda dua dan pejalan kaki, setiap hari puluhan bahkan lebih kendaraan yang melewati jembatan ini. namun setelah beberapa tahun belum pernah ada perbaikan atau pembangunan oleh pemerintah. Ucapnya.
“Padahal jembatan ini merupakan akses jalan alternatif masyarakat Desa Handio, Bonan Dolok dan Mandian, Kecamatan Ulu Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas). Jika warga setempat mau keluar-masuk ke pasar Sibuhuan maupun ke desa bulu sonik Kecamatan Barumun itu bisa menghemat waktu sampai 40 menit. berbeda jika melewati jalan raya yang harus muter dulu ke Kecamatan Barumun Selatan dan Barumun”. Tambah Saiful.
Disamping itu, kata saiful masayarakat dan pemerintah tiga desa telah mengusulkan perbaikannya melalui proposal kepada Bapak Pj Bupati Palas, melalui dinas terkait Seperti PU dan lainnya. Dimana usulan proposal perbaikannya ditanda tangani oleh tiga kepala desa Dan Ketua BPBD, kades dan Ketua BPBD Handio, Bonan Dolok dan desa Mandian yang diketahui oleh Plt Camat Ulu sosa. tuturnya.
Ditempat terpisah AL menurut nya “ Akses jalan ini pun seringkali di lalui oleh para pedagang dari arah Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun ke Masuk kedalam desa Handio tersebut. bahkan lebih khawatir ketika petani membawa hasil bumi berkarung-karung melewati jembatan tersebut. dengan bobot yang berat dipaksakan melewati jembatan yang sudah lapuk tersebut. beberapa tahun ke belakang pernah terjadi kecelakaan di dekat jembatan tersebut hingga korban luka berat. kami berharap pemerintah secepatnya menanggulangi pembangunan jembatan tersebut, ini merupakan permasalahan dan kebutuhan masyarakat yang solusi nya adalah penanganan oleh pemerintah dengan di programkan pembangunan melalui dinas terkait,” tuturnya.
Sementara itu warga setempat lainnya di sekitar jembatan saat Dimintai keterangan “Saya warga desa ini sangat prihatin dengan kondisi jembatan penghubung Desa dan Kecamatan Ulu Sosa dengan Kecamatan Barumun, Sosa, Barumun Selatan, Sosa Julu yang terletak di Desa Handio, bukan tidak mau membangun jembatan tersebut tapi dengan keterbatasan anggaran yang masuk ke desa. dikarenakan pembangunan jembatan tersebut membutuhkan anggaran yang besar, dengan panjang jembatan kurang lebih antara 85 meter, mohon kira nya dinas PU Kabupaten Palas membantu untuk membangun dengan menggunakan anggaran dari dinas kabupaten Palas, dan jalan tersebut sangat berguna dan vital bagi Masyarakat Kecamatan Ulu Sosa dan kecamatan sekitar lainnya” Ujarnya.

Turut ditambahkan Alimuddin Lubis menurutnya “Tidak seharusnya masyarakat tiga desa tersebut itu mengeluh dan dihantui ke khawatiran dengan rusak nya infrastruktur Jalan dan Jembatan. Harus nya pemerintah Peka dengan melihat dan mendengar langsung di tindak lanjuti pembangunan nya tidak menunggu dulu teriakan-teriakan masyarakat. miris memang ketika melihat jembatan penghubung desa dan beberapa kecamatan yang rusak parah tersebut. belum lagi jembatan gantung lainnya di Kabupaten Palas, Yang kondisinya memang mengkhawatirkan penggunanya. belum lagi ruas jalan utama yang belum di aspal,” imbuhnya.
“Sebetulnya Masyarakat tiga desa semua tahu Pemda Kabupaten Palas mengelola Anggaran yang bersumber dari APBD, Setoran Bagian Pemerintah yang bersumber dari Pajak dan hasil Bumi yang berada di kecamatan Ulu Sosa dan seluruh kecamatan lainnya, Entah itu peruntukan nya untuk apa berdasarkan aturan. namun perlu sedikit perhatian dari Pemda Palas untuk memberikan solusi – solusi terhadap masalah infrastruktur di kecamatan Ulu Sosa . ” Tambah Alimuddin.
Selain itu, diharapkan kepada pemda Palas melalui Bappeda dan PU Palas untuk menampung anggaran Jembatan gantung Desa tiga serangkai (Desa Handio, Bonan Dolok, dan Desa Mandian tersebut. Untuk menampung anggaran di P-APBD 2024 ini, mengingat apabila tidak kerjakan segera hasil tani dan kebun masyarakat tidak dapat dikeluarkan pada musim hujan yang akan datang, dan jembatan ini satu satunya akses jalan keluar-masuk di desa tersebut. Ungkapnya.
Adapun tetap yang diperlukan terhadap rambin tersebut besi bantalan rantai yang patah ataupun keropos, dan lantai jembatan yang semula dari kayu perlu ditingkatkan menjadi besi plat. Agar kwalitasnya lebih baik dan tahan jangka panjang. Pungkasnya.
