Media Analis Indonesia.Mataram,NTB – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB mengungkapkan temuan mengkhawatirkan dalam press release capaian kinerja tahun 2024, Senin (30/12/2024). Dari total 1.143 desa/kelurahan di NTB, enam di antaranya dinyatakan berstatus “bahaya” dalam pemetaan kawasan rawan narkoba.
PLH Kepala BNNP NTB, M. Ridwan, S.AP., memaparkan bahwa pihaknya terus berupaya mewujudkan visi NTB Bersinar (Bersih dari Narkoba) melalui peningkatan kualitas layanan, transparansi, dan akuntabilitas lembaga.
“Dengan kekuatan 163 personel yang tersebar di lima kantor wilayah, kami telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba,” ungkap Ridwan.
Yang mengejutkan, anggaran BNNP NTB untuk tahun 2025 justru mengalami penurunan sebesar 2,50% menjadi Rp15.705.752.000, di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Dalam upaya pencegahan, BNNP NTB telah melakukan terobosan kreatif melalui:
1. Sinergi berbasis keagamaan dengan organisasi Islam, Hindu, Kristen, dan PSMTI
2. Program sekolah bersinar bekerja sama dengan TP PKK dan Dinas Dikbud Provinsi NTB
3. Pelatihan kewirausahaan bagi mantan pecandu narkoba
4. Pembentukan 180 penggiat anti-narkoba
“Target tes urine tahun 2024 berhasil melampaui ekspektasi. Dari target 2.121 orang, kami berhasil melakukan tes terhadap 2.759 orang berkat dukungan pemerintah daerah dan stakeholder terkait,” jelas Ridwan.
BNNP NTB mengajak masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui Contact Center 085238944442 dan berpartisipasi aktif dalam program pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
“Peredaran narkoba masih menjadi tantangan yang kompleks. Mari bersama-sama menjadi garda terdepan dalam memerangi ancaman ini demi mewujudkan generasi NTB yang kuat, sehat, dan berprestasi,”pungkasnya. (Yyt)
