Mahasiswa KKN Universitas Andalas Bersama UIN Bukittinggi Sosialisasi Budidaya Sorgum

Media Analis Indonesia, Agam – 
Mahasiswa KKN Universitas Andalas (UNAND) Padang berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi, mengadakan Sosialisasi dan Praktek Budidaya Sorgum (Tanaman Holtikultura).

Diketahui, pada tahun 80 an Sorgum pernah dilakukan Budidaya oleh pegiat tani di Sungaipu Puar yang daya tumbuh dan perkembangan batang yang subur dan buahnya yang cukup menjanjikan.

Banyak yang dapat dibuat dari bahan baku sorgum terutama untuk Kuliner Padat Gizi dan Kaya Protein.

Kendala yang dihadapi pada masa tahun 80 an itu adalah minimnya ilmu pengolahan termasuk pemasaran hasil tani Sorgum, itu dulu yang kita tahu ilmu pengetahuan belum berkembang pesat seperti era sekarang ini.

“Kalau untuk zaman serba canggih yang didukung media Android serta didukung dengan Alsintan yang menjamur, Budidaya Sorgum sangat menjanjikan dan merupakan peluang pendapatan baru bagi petani, dan kami mewakili Masyarakat Sungaipuar sangat berterima kasih sekaligus berharap pada Pemangku Kebijakan Dua Universitas yang mahasiswanya ber KKN di Sungaipuar menerapkan Program Berkelanjutan tentang Sorgum baik tahun ini maupun ditahun mendatang,”  Wali Nagari Sungai Puar Yulifsonneri AMd dalam kata sambutannya di Aula Kantor Wali Nagari Sungaipuar dalam sambutannya, Selasa (23/7/2024).


Yusmaili ST, MSi selalu Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) Nagari Sungaipuar, mendampingi 21 Kelompok Tani yang terdaftar di Simluhtan sangat berharap pada Keltan untuk menangkap peluang budidaya Sorgum ini di Sungaipuar, dengan pertimbangan bahwa kultur tanah dan unsur hara serta Ph tanahnya cocok untuk tanaman ini. Gandum dan Beras Merah ( Padi Ladang ) cara budidaya nya tidaklah berbeda jauh. Karena kedua tanaman ini Spesiesnya sama.

Yang penting Niat dan kemauan yang tinggi dari Pengurus dan Anggota Kelompok Tani menangkap setiap peluang yang terhidang serta konsisten dalam setiap usaha yang dihadapi dengan motto sekali layar terkembang surut kita berpantang demikian Yusmaili ( PPL Ulet penuh dedikasi dan selalu ceria ) mengakhiri motivasinya untuk Keltan dampingannya.

Juliana dari UNAND sebagai pemateri menerangkan Langkah2 untuk Budidaya Sorgum antara lain :
1. Persiapan Benih
2. Jarak Tanam 25 cm x 70 cm
3. 1 Lobang dipelihara 2 Batang
4. Pemupukan dilakukan 2 kali
5. Pasca panen 120 hari
6. Harga jual saat ini Rp , 30.000 s/d Rp. 40.000,- ?/Kg.

Setelah melakukan pembelajaran tatap muka dilanjutkan dengan Praktek Lapangan di Areal salah satu Kelompok Tani yang nantinya akan dijadikan Demplot Budidaya Sorgum Keltan Sungaipuar.

Disela jeda siang Awak media Analis menyempatkan wawancara singkat dengan Wali Jorong Sungaipuar Nopi Imran yang mana beliau adalah Penyuluh Swadaya Pertanian dan juga Anggota Kelompok Tani Kami Saiyo, menyampaikan, peluang budidaya Sorgum ini merupakan terobosan baru untuk Kelompok Tani khususnya dan para petani Sungaipuar umumnya. Walaupun sudah ada spesifik Tani unggulan Sungaipuar yakni Tembakau , akan berkesinambungan lah pemanfaatan lahan setelah panen tembakau dilanjutkan dengan budidaya sorgum ini. Selama ini tumpang sari tembakau dengan Cabe rawit untuk kedepannya kita coba dengan Sorgum setidaknya sebagai kaca perbandingan hasil, mana yg lebih efisien dan sangat menguntungkan petani, dengan antusias beliau bertekat akan jadi terdepan dalam budidaya sorgum ini, karena beliau begitu faham akan karakter masyarakat Sungaipuar, akan selalu di tangkap ragu kalau belum ada pembuktian dari pengayom dengan kata lain sangat sulit menerima hal-hal terbarukan. ( ID 035 ).