Media Analis Indonesia, Jakarta – Madrasah Ibtidaiyah Al Ihsan, yang berlokasi di Jalan Apus II, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat,
melaksanakan kegiatan program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang berlangsung pada Kamis pagi (12/12/2024) WIB.
P5 adalah sebuah program pembelajaran di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh H. Suhendi SAg, selaku pengawas Madrasah Ibtidaiyah wilayah Palmerah dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Menurutnya, program P5 dilakukan dengan cara mengamati dan mencari solusi masalah -masalah yang ada disekitar siswa melalui pembelajaran lintas disiplin ilmu, program ini diterapkan menggunakan paradigma baru, yaitu pembelajaran berbasis proyek.
“P5 terdiri dari lima mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Kewarganegaraan,” jelas Suhendi.
Program ini bertujuan untuk membantu siswa menjadi lebih kreatif dan mandiri, juga untuk menginspirasi mereka untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
” Temanya juga sangat beragam, diantaranya, Kearifan lokal,Bhinneka Tunggal Ika, serta Kewirausahaan, dan kebetulan pagi ini di MI Al Ihsan bertemakan Kearifan Lokal, yakni budaya Betawi, sesuai dengan kultur masyarakat disini yang sangat religius, juga kebetulan Ketua Yayasannya asli orang Betawi, sekaligus pemilik sanggar Betawi di daerah sini, jadi sangat tepat sekali kegiatan P5 disini,” pungkas H Suhendi.

Senada dengannya, Ketua Yayasan Al Ihsan, HM Nuh, menambahkan, bahwa pada hari ini kita mengadakan kegiatan program P5 dengan mengambil tema berupa Kearifan Lokal yang berjudul “Lestarikan Betawiku, Cintai negeriku, Islam Agamaku”
“Karena kultur budaya disini adalah masyarakat Betawi, termasuk saya adalah orang Betawi, maka tema yang kita pilih adalah kearifan lokal masyarakat sekitar,” ujar HM Nuh.
Hal ini sesuai dengan pilihan salah satu tema yang terdapat di dalam program P5.
“Kearifan lokal budaya Betawi patut kita jaga dan kita lestarikan, diantaranya ada jenis macam tarian tradisional Betawi, musik gambang kromong, kulinernya, juga seni beladirinya atau silat, supaya terus terjaga maka harus kita perkenalkan kepada anak-anak dari sejak dini sebagai bentuk cinta kita terhadap budaya daerah dan juga cinta terhadap negeri sebagaimana yang diajarkan dalam agama kita yaitu agama Islam makanya kita bikin judul Lestarikan Betawiku, Cintai Negeriku, Islam Agamaku,” terang HM Nuh.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengajar, staf dan Kepala Sekolah MI Al Ihsan, Muhammad Mahfudin M.Pd.I
Selain itu tampak hadir Kalam Sudin, S.Sos, Sekretaris Kelurahan Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat, dimana dirinya sangat mengapresiasi kegiatan pada pagi hari ini.
“Kami atas nama pemerintah Kelurahan Kota Bambu Selatan sangat mengapresiasi kegiatan gelar karya ini, baik pada dewan guru maupun ketua Yayasan serta dari pengawas MI yang berkolaborasi dengan anak didik, dimana kegiatan ini mempunyai fungsi visi dan misi yaitu peningkatan bakat kemampuan dasar pada para siswa maupun siswi yang dikembangkan melalui gelar karya.
Dengan diadakannya kegiatan pengembangan budaya seni Betawi dalam hal ini gambang kromong, semoga saja seni budaya Betawi dapat terus kita lestarikan sampai ke generasi yang akan datang,” harap Kalam.

Sementara itu, kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al Ihsan, Muhammad Mahfudin M.Pd.I menambahkan, bahwa kegiatan P5 ini dalam rangka meningkatkan kreatifitas para siswa dan siswi.
” Program ini sudah dibuat sejak awal tahun ajaran 2024-2025 dan sudah ditentukan dengan Fase A, Fase B dan Fase C yang didukung oleh seluruh dewan guru Mi sebagai tenaga pendidik, Kepala sekolah juga pengawas, serta Ketua Yayasan dan komite sekolah, dengan tujuan meningkatkan kreatifitas dan karya siswa siswi yg mengacu pada kurikulum merdeka dan aturan pemerintah,” tutup Mahfudin. (hel)
