Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Rabu sore (31/7/2024) berlangsung panas. Pj Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, yang hadir di rapat paripurna tersebut di “bombardir” intrupsi dari para wakil rakyat terkait beberapa kebijakannya yang kerap bikin gaduh di masyarakat.
Salah satunya intrupsi dari Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim, dalam intrupsinya anggota dewan yang akrab disapa ARH mempersoalkan beberapa kebijakan Pj. Wali Kota yang telah membuat kegaduhan di masyarakat.
“Hampir setahun Pj. Wali Kota menjadi kepala daerah di Kota Bekasi ini, saya melihat fenomenanya selalu ramai dan gaduh seperti, soal mutasi pejabat, PPDB Online, dan saat ini dapur DPRD juga dibuat sedang tidak kondusif oleh Pj. Wali Kota,” ucapnya
Terkait persoalan di dapur DPRD, kata ARH, Pj. Wali Kota Bekasi telah menunjuk Plt Sekwan tanpa ijin atau mendapat rekomendasi dulu dari pihak DPRD. Padahal pimpinan DPRD dan pimpinan semua fraksi telah sepakat menunjuk H. Syahroni menempati posisi Sekretaris Dewan (Sekwan). Tapi sampai saat ini Pj. Wali Kota Bekasi belum juga merestui.
“Ini bukan persoalan H. Syahroni, tapi soal harga diri DPRD dalam mengambil keputusan yang tidak dihargai oleh eksekutif,” ucap anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.
ARH juga mengkritik pimpinan DPRD yang lemah dalam mempertahankan keputusan yang telah diambil bersama terkait Sekwan. Karena itu ia meminta pimpinan DPRD punya keberanian dalam mengambil sikap terhadap kebijakan Pj. Wali Kota Bekasi yang bikin kegaduhan di masyarakat.
“Kalau kebijakan soal mutasi dan PPDB online sudah dibikin gaduh, soal dapur DPRD mau dibikin gaduh juga, maka saya akan melawan, saya minta pimpinan DPRD untuk mengambil sikap,” tegasnya.
Karena itu, mari sama sama kita jaga marwah DPRD kita di mata eksekutif agar lembaga DPRD kita lebih dihargai, pungkasnya.
(Ahmad Zarkasi)
