Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Tidak mau hanya jadi penonton, Partai Golkar Kota Bekasi akhirnya membuat kejutan politik ikut berlaga di Pilkada Kota Bekasi 2024 dengan membentuk poros ketiga kemudian mendaftarkan paslon yang diusungnya Uu Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni ke KPU Kota Bekasi di menit-menit terakhir penutupan pendaftaran, Kamis malam (29/8/2024).
Pasangan Bakal Calon Wali Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar dan Bakal Calon Wakil Wali Kota Bekasi Nurul Sumarheni mendaftar ke KPU naik becak dengan di antar para ketua partai pengusung yakni, Ade Puspitasari Partai Golkar dan Aji Sabana Partai Nasdem serta para pendukung.
Tiba di depan gerbang kantor KPU Kota Bekasi Paslon Uu-Nurul disambut budaya Palang Pintu kemudian masuk ke ruangan kantor KPU menyerahkan berkas pendaftaran yang diterima langsung oleh Ketua KPU Kota Bekasi, Ali Syaifa beserta jajaran.
“Berkas pendaftaran paslon Uu-Nurul sudah diterima, tinggal nanti masuk tahap verifikasi faktual, bila ada yang belum lengkap bisa dilengkapi mulai tanggal 4 – 8 September 2024,” ucap Ali Syaifa.
Bacalon Wali Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar dalam Konferensi Pers kepada awak media usai pendaftaran mengatakan, meski dirinya dan Nurul merupakan pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU Kota Bekasi. Namun, Ini adalah amanah yang harus dilaksanakan.
“Insya Alloh jika saya dan Bu Nurul diberi amanah memimpin kota Bekasi akan melayani masyarakat sekuat tenaga. Melayani dalam hal pendidikan, kesehatan, pelayanan, infrastruktur dan lain lain,” ucap mantan Kadisdik Kota Bekasi .
Bacalon Wakil Wali Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, yang mantan Komisioner KPU, mengaku bangga karena dulu dirinya berdiri di podium tersebut sebagai penyelenggara, tapi malam ini berdiri sebagai peserta. Menurut Nurul, Ini adalah berkah dari putusan MK nomor 60 yang membuat demokrasi menjadi lebih berwarna dan lebih berkeadilan.
“Dengan putusan MK tersebut partai Golkar yang memiliki 8 kursi legislatif dan Partai Nasdem non kursi legislatif bisa mengusung dirinya dan pasanganya sebagai salah satu peserta Pilkada Kota Bekasi 2024,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Ade Puspitasari yang ikut memberi keterangan, mengaku bangga Golkar sebagai partai pemenang tidak jadi penonton, tapi ikut mewarnai Pilkada Kota Bekasi 2024 ini sebagai peserta.
Ketika ditanya soal kenapa terlambat mendaftarkan paslonnya, Ade menjawab, tidak ada kata terlambat. Tapi biasanya yang namanya pemenang selalu datang belakangan.
“Seperti di film-film jagoan datangnya pasti belakangan dan menang,” pungkasnya.
(Ahmad Zarkasi)
