Media Analis Indonesia.Bima – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggelar kegiatan refreshment Keamanan Pangan dan desk pengawalan program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) aman di Kabupaten Bima, Kamis (11/7/2024). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para kader keamanan pangan sekolah dalam mewujudkan PJAS yang memenuhi aspek mutu, keamanan, dan gizi seimbang.
Dra. Winartutik, Apt., Ketua Tim Program Nasional Keamanan Pangan BBPOM di Mataram, menekankan pentingnya partisipasi aktif komunitas sekolah dalam mewujudkan program keamanan pangan. “Melalui refreshment ini, kami berharap dapat meningkatkan kompetensi kader dalam melakukan pengawasan keamanan pangan di kantin dan pedagang pangan di luar sekolah, serta menyebarkan pesan keamanan pangan pada komunitas sekolah,” ujarnya.

Dalam sesi desk pengawalan program PJAS aman, para kader diharapkan dapat melakukan intervensi mandiri kepada komunitas sekolah, menyusun rencana aksi keamanan pangan, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaannya.
Narasumber dari BBPOM di Mataram menyampaikan berbagai materi penting, meliputi:
1. Kunci memilih dan mengolah pangan yang aman
2. Pencegahan stunting dan nutrisi seimbang
3. Indeks Nilai Gizi (ING)
4. Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa)
5. Penggunaan aplikasi BPOM Mobile
6. Implementasi keamanan pangan di kantin sekolah
Mengingat maraknya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) seperti Tramadol, Trihexyphenidil, dan Dextromethorphan di wilayah NTB, BBPOM juga memberikan materi tambahan mengenai bahaya penyalahgunaan OOT dan rokok. Para guru dan komunitas sekolah diharapkan dapat meneruskan informasi ini kepada anak didik guna membentengi diri dari ancaman penyalahgunaan obat.

“Mari bersama-sama wujudkan Obat dan Makanan yang aman untuk menciptakan generasi penerus yang cemerlang, berkualitas, dan berdaya saing,” ajak Winartutik menutup kegiatan.
Dengan adanya program ini, diharapkan keamanan pangan di lingkungan sekolah dapat terjamin, sehingga mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
(Yyt)
