Jelang MotoGP Mandalika, NTB Minta Maskapai Tambah Penerbangan

Views: 9,978

Media Analis Indonesia.Mataram,NTB  –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta maskapai penerbangan menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok sejak awal periode penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus mencegah keterbatasan kursi dan kenaikan harga tiket pesawat menjadi hambatan bagi wisatawan yang ingin datang ke NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan aksesibilitas udara merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pengalaman dari sejumlah agenda internasional sebelumnya menunjukkan bahwa tingginya minat masyarakat untuk menghadiri suatu acara belum tentu berujung pada peningkatan kunjungan apabila ketersediaan kursi pesawat terbatas dan harga tiket terlalu tinggi.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun, ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya, mereka membatalkan perjalanan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, Selasa (8/9).

Indikasi peningkatan permintaan juga mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai. Tingkat keterisian beberapa penerbangan menuju Lombok telah mendekati 90 persen, sementara ketersediaan kursi pada sejumlah jadwal semakin terbatas.
Karena itu, Iqbal mendorong maskapai menyiapkan tambahan kapasitas penerbangan sejak jauh hari dan tidak hanya mengandalkan penerbangan tambahan (extra flight) menjelang puncak pelaksanaan MotoGP.

Menurutnya, penambahan kapasitas dapat dilakukan melalui dua skema. Pertama, penerbangan tambahan yang diumumkan lebih awal sehingga masyarakat dan pelaku industri perjalanan memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan. Kedua, extra flight yang disiapkan secara fleksibel untuk merespons peningkatan permintaan menjelang pelaksanaan MotoGP.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.

Selain menambah penerbangan, Gubernur NTB meminta maskapai mempertimbangkan penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar serta mengaktifkan kembali sejumlah slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi.

Sejumlah rute menjadi perhatian dalam pembahasan, di antaranya Jakarta–Lombok, Surabaya–Lombok, Yogyakarta–Lombok, serta kemungkinan mengaktifkan kembali rute Malang–Lombok.

Perhatian juga diberikan terhadap arus kepulangan penonton. Iqbal meminta maskapai mempertimbangkan penerbangan malam setelah rangkaian MotoGP berakhir. Hal ini mengingat penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari dan berpotensi menghadapi kepadatan lalu lintas saat meninggalkan kawasan sirkuit.
“Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan,” tegasnya.

Sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi. Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober.
Pelita Air meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari mulai 8 Oktober. Sementara itu, Citilink menyiapkan tambahan kapasitas pada rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok.

Lion Air juga membuka kemungkinan penambahan extra flight berdasarkan perkembangan permintaan penumpang.
Untuk penerbangan internasional, AirAsia tetap mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari dan akan melanjutkan pembahasan terkait kemungkinan penambahan kapasitas.
Bagi NTB, penguatan akses udara tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas penonton MotoGP. Kemudahan akses menjadi bagian penting dalam memastikan dampak ekonomi ajang tersebut dapat dirasakan lebih luas, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas usaha, transportasi, akomodasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.

Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup diukur dari kesiapan sirkuit dan kelancaran penyelenggaraan balapan. Pengalaman wisatawan sejak merencanakan perjalanan, tiba di Lombok, menikmati berbagai destinasi, hingga kembali ke daerah asal juga menjadi bagian penting dari kualitas penyelenggaraan ajang internasional tersebut.

“MotoGP adalah momentum besar bagi NTB. Karena itu, kita harus memastikan akses menuju Lombok semakin mudah, pilihan penerbangan semakin banyak, dan masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan,” pungkasnya.

Dengan memastikan kapasitas penerbangan tersedia sebelum lonjakan permintaan terjadi, Pemerintah Provinsi NTB berharap MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga menjadi momentum yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah secara lebih luas.

(Yyt)

Views: 9,978