Media Analis Indonesia..Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempertegas komitmennya dalam mewujudkan pembangunan hijau dan berkelanjutan seiring peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai langkah konkret, mulai dari rehabilitasi lingkungan, penguatan tata kelola persampahan, hingga kolaborasi lintas daerah dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam dialog nasional Hari Lingkungan Hidup 2026, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa NTB telah berhasil menanam lebih dari satu juta pohon di seluruh kabupaten dan kota sejak 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan iklim serta memulihkan kawasan yang mengalami degradasi lingkungan.“Penanaman pohon dan gerakan kebersihan terus kami dorong sebagai budaya bersama masyarakat NTB,” ujar Iqbal.
Sejak peluncuran Gerakan Indonesia ASRI pada awal 2026, Pemprov NTB juga secara rutin menggelar kegiatan kurvei dan gotong royong kebersihan yang melibatkan sekolah, ASN, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum.

Pada momentum tersebut, Gubernur NTB turut menyerahkan penghargaan PROPER kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Di antaranya PT Amman Mineral Nusa Tenggara, PT Pertamina Patra Niaga, serta PT PLN Indonesia Power PLTU Jeranjang yang meraih predikat Hijau dan Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Tak hanya itu, Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menandatangani kesepakatan bersama terkait perlindungan lingkungan, rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, seperti banjir berulang di Kota dan Kabupaten Bima akibat kerusakan kawasan hutan di wilayah hulu.

Di sektor persampahan, NTB terus memperkuat sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan gas metana dari TPA Regional Kebon Kongok menjadi sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
Selain itu, penanganan sampah di kawasan wisata unggulan Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air) juga menjadi perhatian utama guna menjaga daya tarik dan keberlanjutan sektor pariwisata NTB.
Menanggapi berbagai isu tersebut, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, menyatakan siap memberikan perhatian khusus bagi NTB. Bahkan, Menteri dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke NTB pada 4–5 Juli 2026 untuk membahas percepatan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan strategis di daerah.
Bagi NTB, pelestarian lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Melalui rehabilitasi lingkungan, pengelolaan sampah modern, konservasi hutan, dan kolaborasi lintas sektor, NTB menargetkan terwujudnya pembangunan yang hijau, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(Yyt)
