Media Analis Indonesia.Lombok Timur, NTB – Program Desa Berdaya Tematik Pemerintah Provinsi NTB mendapat sambutan luar biasa dari para kepala desa di Kabupaten Lombok Timur. Bantuan sebesar Rp300 juta untuk setiap desa dinilai menjadi angin segar bagi penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), hingga penciptaan lapangan kerja baru di tingkat desa.
Antusiasme tersebut terungkap dalam silaturahmi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, bersama sejumlah kepala desa penerima manfaat Program Desa Berdaya Tematik, Sabtu (30/5).
Program ini dirancang untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Setiap desa diberikan keleluasaan mengembangkan sektor unggulan yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa Masbagik Utara Baru, Khaerul Ihsan, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut akan difokuskan pada pengembangan budidaya ikan nila melalui BUMDes. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil budidaya juga diproyeksikan menjadi pemasok bahan pangan bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Masbagik.

“Program ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada desa. Dengan dukungan yang tepat, desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri dan produktif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sukamulia, Ismail. Menurutnya, dana Desa Berdaya membuka peluang besar untuk mempercepat pengembangan sektor wisata dan kuliner berbasis potensi desa.
Sementara itu, Kepala Desa Pringgasela, Zohri Azizan, menilai program tersebut sangat strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, pariwisata, serta pelestarian lingkungan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, bantuan akan difokuskan untuk memperkuat sektor ketahanan pangan dengan melibatkan pemuda, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Tak hanya mendapat dukungan dari pemerintah desa, masyarakat juga menyambut positif program ini. Pengelola budidaya ikan nila BUMDes Masbagik Utara Baru, Jamiludin, optimistis bantuan tersebut akan mempercepat pengembangan usaha masyarakat sekaligus memperkuat pasokan pangan lokal.
Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik yang akrab disapa Aka, menegaskan bahwa Program Desa Berdaya bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan investasi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika desa bergerak, ekonomi rakyat tumbuh. Ketika ekonomi desa tumbuh, kesejahteraan masyarakat meningkat. Inilah semangat Desa Berdaya untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia,” tegasnya.
Melalui penguatan sektor ketahanan pangan, pariwisata, ekonomi kreatif, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, Program Desa Berdaya Tematik diyakini mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan pendapatan warga, lahirnya lapangan kerja baru, serta percepatan penurunan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat.
(Yyt)
