UMKM Mandalamekar Lebih Mandiri Finansial Berkat Pendampingan Akuntansi berdasarkan SAK-EMKM dan Perhitungan HPP Oleh FEB YARSI

Media Analis Indonesia, Bandung – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas YARSI menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Workshop Akuntansi Sederhana dan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK-EMKM serta Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)”, yang diadakan di Aula Kantor Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada Kamis (7/8/2025).

Workshop Akuntansi Sederhana dan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK-EMKM, Serta Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dilaksanakan secara luring, acara ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan III FEB YARSI Hesty Juni Tambuati Subing, SE., M.Ak., Ak., QWP., CSRS., yang memberikan sambutan sekaligus menandai dimulainya pelatihan penting tersebut.

Dua narasumber ahli hadir untuk membimbing para peserta:

•Ibu Imelda Sari, S.E., M.Si., AK., QWP., menyampaikan materi mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) untuk membantu UMKM menyusun pembukuan yang sesuai.

•Ibu Rini Hidayati, SE., MM., sebagai Ketua Pelaksana, menjelaskan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan strategi penentuan harga jual produk UMKM.

Metode pengajaran tidak hanya teori, tetapi juga dilengkapi praktik dan latihan kasus, diikuti sesi tanya jawab untuk menggali kendala yang dialami pelaku UMKM. Evaluasi berupa pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata 51% menjadi 95%, menyiratkan hampir seluruh peserta kini mampu memahami SAK-EMKM dan menyusun laporan keuangan dengan baik.

Sesi foto bersama usai acara pelatihan

FEB Universitas YARSI juga memberikan alat modal kerja kepada UMKM yang berprestasi dan peserta yang aktif, sebagai bentuk dukungan nyata dalam memperkuat operasional usaha mereka.

“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Mandalamekar mampu memahami dan menerapkan akuntansi sederhana sesuai SAK-EMKM serta menghitung HPP untuk mendukung usaha mereka. Lonjakan pemahaman dari rata-rata 51% menjadi 95% menunjukkan bahwa pendekatan kami kombinasi materi dan praktik sangat efektif,” ujar Rini Hidayati

Dengan demikian kesimpulan dari kegiatan PKM oleh FEB Universitas YARSI ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi akuntansi dan pengelolaan keuangan UMKM, sekaligus memberi dorongan nyata melalui modal kerja dan metode pembelajaran yang aplikatif.(*)