NTB Perjuangkan Rute Penyeberangan Sape-Waingapu; Dorong Konektivitas Ekonomi dengan NTT

Media Analis Indonesia.Mataram, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperjuangkan pembukaan akses transportasi laut baru untuk memperkuat konektivitas antarpulau. Dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan kemarin, Gubernur NTB mengusulkan pembukaan rute penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Sape di Bima dengan Pelabuhan Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk menguatkan jalur transportasi laut dan penyeberangan guna memperlancar arus barang dan orang antarpulau, yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi antardaerah.

“Kali ini kami memperjuangkan pembukaan rute penyeberangan laut Provinsi NTB dengan Provinsi NTT melalui Pelabuhan Sape Bima yang terhubung dengan Pelabuhan Waingapu,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM., dalam keterangannya.

Perkuat Positioning Kawasan Timur Indonesia

Gubernur NTB menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan akses antarkawasan di daerah Nusa Tenggara. Jika selama ini NTB telah memiliki konektivitas kuat ke arah barat dan utara, maka rute baru ini diharapkan dapat membangun kekuatan hubungan ekonomi NTB dengan NTT di sebelah timur.

“Semua ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan dan secara nasional memperkuat posisi kawasan tenggara di level nasional,” tambahnya.

Agenda Pembangunan Transportasi Komprehensif

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB juga menyampaikan sejumlah agenda pembangunan sektor perhubungan lainnya, meliputi:

– Peningkatan frekuensi penerbangan ke dan dari Bandara Internasional Lombok (BIL)

– Pengembangan industri pelayaran dan logistik

– Usulan pembukaan akses pelabuhan Sanur, Bali, dengan Mandalika

– Penguatan transportasi darat, laut, dan udara secara terintegrasi

Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata dan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai gerbang wisata dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur.

(Yyt)