Warga Minta Pemkab Buru Sikapi Kemunculan Buaya di Laut Namlea

Media Analis Indonesia, Buru – Seekor buaya berukuran besar kembali muncul di dekat keramba ikan milik warga di kota Namlea, Kabupaten Buru. Kemunculan buaya ini sempat menjadi tontonan warga terutama para pemilik keramba, Jumat (13/9/2024).

Warga bahkan sempat beberapa kali mengabadikan kemunculan sang predator tersebut.

Menurut mereka sudah beberapa kali hewan muara itu hilir mudik disekitar keramba ikan maupun di area pelabuhan kapal, sehingga membuat mereka merasa terancam.

Jamil yang tinggal di dekat keramba ikan mengaku, dia bersama warga sekitar khawatir dengan kemunculan buaya itu.

Jamil berharap Pemerintah Kabupaten Buru melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dapat menangkap buaya tersebut sebab sangat mengancam keselamatan warga yang menghuni di bibir pantai itu.

Rifai warga lainnya juga menceritakan kemunculan buaya di dermaga pelabuhan maupun di keramba bukan baru pertama melainkan sudah lebih dari setahun .

Dia berharap pemerintah mengambil Iangkah cepat untuk memusnahkan buaya tersebut karena kawatir bisa terjadi korban jiwa, mengingat sudah beberapa kasus warga dimangsa buaya di Pulau Buru

Diketahui pada awal Juli 2024 lalu salah satu warga bernama Revan Wali, berusia 13 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal akibat diterkam buaya di Sungai Waeapo, saat itu Revan bersama teman sedang asik mandi di Sungai Waeapo, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru.

Sebulan berikut, tepatnya pada 20 Agustus 2024, satu warga asal Desa Wali Namrole Kabupeten Buru Selatan atas nama Halima Rahakbauw juga tewas diterkam buaya di Sungai Wali.

Warga berharap ada tindakan lebih lanjut dari pihak terkait. Agar buaya tidak berkembang biak di kawasannya. karena warga merasa ketergantungan hidupnya dari sungai dan laut. (SM)