Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – Ribuan peserta didik yang gagal masuk ke sekolah negeri lewat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di imbau tetap melanjutkan pendidikan masuk ke sekolah swasta. Imbauan itu disampaikan Pj. Wali Kota Bekasi Gani Muhammad, Jum’at ( 26/7/2024) menyikapi banyaknya pelajar yang tidak lolos PPDB tingkat SD dan SMP se-Kota Bekasi tahun ajaran 2024/2025.
Dikatakannya, Pemerintah Kota Bekasi, tidak melepaskan begitu saja tanggung jawab kepada anak-anak yang belum berkesempatan melanjutkan sekolah ke sekolah negeri. Tetapi berusaha mencari solusi terbaik dengan cara menjalin kerjasama dengan sekolah swasta yang ada.
“Kerjasamanya bagi anak anak yang tidak mampu akan mendapatkan beasiswa pendidikan bersekolah di sekolah swasta,” ucapnya.
Gani Muhammad melanjutkan, disamping itu, ada juga kerjasama terkait beberapa fasilitas bantuan dana pendidikan yang dapat diberikan bagi siswa-siswi jenjang SD dan SMP yang bersekolah di sekolah Swasta di Kota Bekasi seperti, Dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan), PIP (Program Indonesia Pintar), BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) Kota Bekasi, BSM (Bantuan Siswa Miskin), Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Tahfiz.
“Terkait Bantuan Siswa Miskin (BSM) hingga kini Disdik Kota Bekasi sudah mulai menghimpun usulan Bantuan Siswa Miskin (BSM) di 81 sekolah dengan jumlah siswa/siswi miskin sebanyak 2.048 orang terdiri dari kelas 8 dan kelas 9,” paparnya.

Karena itu Pj Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, mengimbau sekolah swasta untuk memperpanjang pendaftaran bagi calon peserta didik baru Tahun ajaran 2024-2025. Adapun jumlah Sekolah SMP Swasta yang tersebar di wilayah Kota Bekasi berjumlah 248 Sekolah SMP Swasta.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan baru saja merampungkan proses PPDB tahun ajaran 2024/2025. Tercatat, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) jumlah pendaftar 21.763 sedangkan jumlah kuota yang tersedia 25.368. Kemudian untuk jejang SMP jumlah pendaftar mencapai 24.352 calon peserta didik, sedangkan jumlah kuota yang tersedia hanya 17.000.
“Dilihat dari angka itu untuk tingkat SD tidak ada kesenjangan yang signifikan, namun untuk SMP ada gap sebanyak 7.352 calon peserta didik. Kami minta maaf kepada calon siswa yang belum puas dengan kondisi ini,” tutupnya.
(*/Ahmad Zarkasi)
