Ziarah ke Makam MHT, Mpok Sylvi Cerita tentang Perjuangan Pahlawan Nasional dari Betawi

Media Analis Indonesia, Jakarta – Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. Perempuan asli Betawi, kelahiran 11 Oktober 1958, yang akrab dengan panggilan “Mpok Sylvi”, merupakan seorang birokrat yang sudah lama berkarier di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008-2010,
sebagai Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta, tahun 2015 – 2016. Anggota DPD RI periode 2019 – 2024, dan saat ini sebagai Ketua DPD IKAL Lemhannas DKI Jakarta Periode 2025–2030, selain itu masih banyak lagi jabatan yang pernah diembannya, salah satunya di bidang olah raga, sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai DKI Jakarta periode 2024-2028.

Ditemui saat ziarah bersama DPP Permata MHT, di salah satu makam Pahlawan Nasional yang juga berasal dari Betawi, yakni Mohammad Husni Thamrin, dikawasan Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi (22/6/2025) WIB.

Mpok Sylvi, sedikit bercerita terkait tokoh pejuang Betawi, Mohammad Husni Thamrin, yang bertepatan dengan momen HUT kota Jakarta ke-498 dan juga HUT Permata MHT Ke-49, Mpok Sylvi, merupakan salah satu Dewan Pembina di DPP Permata MHT.

Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. bersama para pengurus DPP Permata MHT, usai tabur bunga dan doa di makam Mohammad Husni Thamrin.

Menurutnya, Mohammad Husni Thamrin adalah ikonnya kota Jakarta, karena atas jasa-jasa dari beliau seorang pahlawan, pejuang politisi, yang sangat merakyat. Ia dikenal sebagai seorang nasionalis yang gigih memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia di era kolonial Belanda, terutama melalui jalur politik. Beliau aktif di Volksraad, Dewan Perwakilan Rakyat di Hindia Belanda. Beliau mempelopori berdirinya Fraksi Nasional di Volksraad, sebuah wadah bagi anggota yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Hingga saat ini keberadaan nama dan warisan peninggalannya berupa rumah di Jalan Kenari, menjadi pengingat kita sebagai generasi penerus bangsa untuk terus melanjutkan cita-citanya.

“Kita punya nama jalan MH Thamrin di tengah- tengah jantung Ibu Kota, kemudian ada proyek pembuatan jalan di kampung-kampung yang dinamai proyek Jalan MHT, dimana program ini untuk menghormati Muhammad Husni Thamrin, seorang tokoh Betawi yang juga pernah mengusulkan perbaikan kampung-kampung, ide awal program ini berasal dari pemikiran dan gagasan Gubernur DKI saat itu Bang Ali Sadikin. Ali Sadikin, merasa prihatin dengan kondisi kampung-kampung yang kumuh dan ingin memperbaikinya. Ia terinspirasi oleh pemikiran M.H. Thamrin tentang perbaikan kampung, yang kemudian Bang Ali wujudkan dalam Proyek jalan MHT,” jelas Mpo Sylvi.

Ia menambahkan, bahkan setiap Gubernur DKI Jakarta yang memimpin selalu merayakan dengan membuat haul.

“Dan nanti Insyaallah pada tanggal 11 Januari 2026, kita bersama Gubernur yang sekarang sedang memimpin akan melaksanakan haul tepat di hari wafatnya beliau,” terang Mpo Sylvi.

Kita patut bersyukur bahwa kita generasi muda masih terus mengingat siapa pahlawan di Ibukota negara ini, negara yang kita cintai yang betul-betul meletakkan fondasi bagaimana kita mesti peduli kepada masyarakat, tapi kita tetap menjadi warga yang taat kepada aturan-aturan negara.

Saya berharap meskipun DKI tidak lagi menjadi ibukota, kalau kita melihat dari peraturan secara legitimate sudah tidak menjadi ibukota negara, tapi peraturan pemerintahnya belum ada karena itu Jakarta masih tetap menjadi daerah khusus ibukota Jakarta. Dan nanti akan turun aturan-aturan berikutnya Insyaallah kita sudah siap menjadikan kota Jakarta sebagai kota Global yang berbudaya dan beradab.

“Bilang orang Betawi kalau bahasa kerennya don’t worry be happy mau jadi apa, mau jadi ibukota atau bukan yang penting sdm-nya warga Jakarta, betul-betul yang memang sudah siap menghadapi segala kondisi dan Insyaallah sebagai warga Betawi sebagai warga Jakarta asli kita selalu siap menghadap siapapun dan kita ini mempunyai sifat egaliter,
jadi silahkan datang ke Jakarta kita tetap menampung dan kita tetap akan berkolaborasi.

Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si.

Di akhir bincangnya Mpok Sylvi menjelaskan, saat ini saya senang sekali karena para guru besar di Betawi sudah membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Betawi Akademia, dan Insyaallah siap untuk membantu siapapun Gubernurnya kita siap untuk membantu dalam memajukan masyarakat Jakarta (Betawi).

Sekali lagi saya ucapkan Dirgahayu untuk Kota Jakarta ke-498, dan Permata MHT ke-49, mari kita songsong bersama kota Jakarta menuju 5 abad. (hel)