BPRS Patriot dan PT. SMF Teken Kerjasama Soal Pembiayaan Rumah Layak Huni Ramah Lingkungan

Media Analis Indonesia, Kota Bekasi – BPRS Patriot tanda tangani kerja sama dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam penyaluran dana hibah untuk pembiayaan perumahan dalam rangka pelaksanaan Pilot Project Indonesian Green Affordable Housing Project (IGAHP), Senin, (12/8/2024).

Pelaksanaan Pilot Project IGAHP tersebut bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat dengan konsep green, terjangkau, tangguh, ramah lingkungan, dan berketahanan iklim.

Penandatanganan kerjasama BPRS Patriot dengan PT. SMF disaksikan langsung olah Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhammad dan Perwakilan menteri PUPR, Haryo Bekti Marotoyoedo,

Perwakilan menteri PUPR, Haryo Bekti Marotoyoedo dalam pernyataannya sangat mendukung sinergi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi, PT SMF, dan BPRS Patriot.

“Hunian yang layak bagi masyarakat dengan konsep green, terjangkau, tangguh, ramah lingkungan, dan juga berketahanan iklim kita harus mulai memikirkan untuk memasukan konsep green environment dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kriteria rumah layak huni,” tutur Haryo Bekti Marotoyoedo.

Direktur utama BPRS Patriot, Fasihul Islam, mengungkapkan tentang awal mula gagasan tersebut. Diungkapkannya bahwa _project_ ini berawal karena merasa tergugah untuk menghadirkan hunian yang layak dan terjamin sanitasinya dengan memberikan kesempatan ini kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Sanitasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Bukan hanya terhadap kesehatan, tapi juga merupakan salah satu langkah pencegahan stunting. Oleh sebab itu, sasaran dalam program IGAHP ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga harganya lebih terjangkau,” ujar Fasihul Islam.

Direktur Utama PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wiyogo, mengungkapkan, _Indonesian Green Affordable Houseing Project (IGAHP)_ mengadopsi teknologi dengan mengurangi emisi karbon dan mendorong konservasi energi.

“Jadi Program IGAHP ini mengintegrasikan teknologi dan material bangunan yang ramah lingkungan, sehingga rumah dibangun tidak hanya untuk ditinggali tapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan terutama dalam pengurangan emisi,” imbuh Ananta Wiyogo.

Ananta melanjutkan, Proyek percontohan di Kota Bekasi ini akan berfokus pada 40 rumah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi. Untuk memenuhi syarat program, rumah tangga harus memenuhi kriteria pendapatan dan kelayakan tertentu.

“Untuk itu Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini mempunyai peranan penting dalam mendukung proyek dengan memberikan izin, inspeksi, dan layanan yang diperlukan lainnya, ungkapnya

Sementara itu, Pj. Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, berpesan bahwa proyek yang baik ini perlu dijaga dan dipantau terus segala proses yang menyangkut penyelenggaraannya dan selalu memperhatikan upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan,

Menurut Gani Muhammad, dengan pencanangan program pembangunan perumahan berkelanjutan yang ramah lingkungan ini, Kota Bekasi dengan kepadatan penduduknya yang cukup tinggi. Program ini diharapkan akan bermanfaat bagi ribuan rumah tangga di Bekasi dan menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia, dan kepada seluruh pihak yang terlibat pastikan penyelenggaraannya _on the track_,

“Sehingga tidak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga berpenghasilan rendah tetapi juga berkontribusi pada masa depan Bekasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tutupnya

(*/Ahmad Zarkasi)