Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang. (Ist)
Bekasi, MAI – Langkah Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad, yang merencanakan rotasi dan mutasi pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemkot Bekasi menuai kritik.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang, menyebut kebijakan itu memicu kegaduhan dan berbau politis.
Menurut Nicodemus, hingga saat ini DPRD belum mendapatkan penjelasan mengenai alasan di balik rotasi dan mutasi tersebut. Pj Wali Kota tidak pernah hadir saat diundang oleh DPRD, dan lebih memilih mengundang pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) secara informal untuk berbuka puasa bersama saat Ramadan lalu.
Nicodemus mengingatkan bahwa tugas utama Pj Wali Kota adalah mengisi kekosongan jabatan hingga kepala daerah terpilih, serta menjaga stabilitas pemerintahan. Ia menegaskan, Pj Wali Kota harus bersikap profesional dan bebas dari kepentingan apapun, terutama dalam memilih pejabat.
“Ini ada kepentingan yang dimainkan oleh Pj Wali Kota. Hal ini tidak boleh terjadi karena menimbulkan kegaduhan,” katanya, Senin (13/5/2024).
Lebih lanjut, Nicodemus menyebutkan bahwa saat ini hanya ada beberapa jabatan kepala dinas yang kosong di lingkungan Pemkot Bekasi, seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Koperasi dan UKM, serta sekretaris dewan yang baru memasuki masa pensiun. Menurutnya, jika tidak ada kepentingan tertentu, Pj Wali Kota cukup mengisi jabatan yang kosong tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa kepala daerah dilarang melakukan rotasi dan mutasi menjelang Pilkada, sesuai surat edaran Kemendagri. Nicodemus meminta Pj Wali Kota untuk fokus menjaga kondusivitas menjelang Pilkada 2024, tanpa mengambil kebijakan yang dinilai sarat kepentingan politis.
“Langkah Pj Wali Kota ini sangat politis dan seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pejabat sementara,” ucapnya. Jika alasan mutasi adalah kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seharusnya dilakukan evaluasi dan pembinaan.
“Kami akan menyuarakan ini di paripurna. Mengajukan surat untuk mutasi boleh, dan itu keputusan Kemendagri, namun harus dilakukan secara netral,” katanya. (ADV/Setwan)
