BREAKING NEWS: 551 Pendaftar Berebut 18 Posisi Kepala Sekolah, Pemprov NTB Siapkan 36 Slot Tambahan

Media Analis Indonesia.Mataram, NTB  – Proses seleksi kepala sekolah di Nusa Tenggara Barat menjadi sorotan publik setelah tercatat 551 pendaftar berebut hanya 18 posisi yang dianggarkan Kementerian Pendidikan. Pemerintah Provinsi NTB kini mengambil inisiatif untuk membuka 36 posisi tambahan melalui APBD Perubahan 2025.

#54 Posisi Kepala Sekolah Kosong

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.UM., mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat 43 posisi kepala sekolah yang lowong dan sedang diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT). Kondisi ini diperparah dengan 11 kepala sekolah yang akan memasuki masa purna tugas, sehingga total kebutuhan mencapai 54 posisi kepala sekolah.

“Dari jumlah total yang lowong tersebut, Kementerian Pendidikan hanya mengalokasikan rekrutmen 18 kepala sekolah. Oleh karena itu, Pemprov mengambil inisiatif untuk memenuhi kebutuhan 36 posisi yang tersisa melalui APBD Perubahan 2025,” jelas Yusron Hadi.

#Antusiasme Tinggi, 551 Pendaftar Terdaftar

Ketika masa pendaftaran ditutup, tercatat lebih dari 551 orang mendaftar untuk mengikuti seleksi kepala sekolah. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme tenaga pendidik untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Sesuai ketentuan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, karena slot anggaran yang tersedia hanya 18 posisi kepala sekolah, maka dipilih 2 kali 18 orang atau total 36 calon yang akan diusulkan ke Kementerian.

#Proses Seleksi Ketat, Hanya 206 Lolos Administrasi

Dari total 551 pendaftar, proses seleksi administrasi yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB berhasil menyaring hingga tersisa 206 orang yang dinyatakan lulus.

Seleksi teknis dilakukan dengan memperhatikan berbagai kriteria ketat, antara lain:
– Kinerja calon
– Pengalaman manajerial
– Kesesuaian lokasi pelamar dengan lokasi sekolah
– Koordinasi dengan kepala cabang dinas berdasarkan ketentuan yang berlaku

#36 Nama Diusulkan ke Kemendikdasmen

Dari 206 calon yang lolos administrasi, sebanyak 36 orang akhirnya diusulkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk diproses lebih lanjut.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi sudah menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Proses akhir akan berlangsung di kementerian karena mereka yang memiliki anggaran untuk 18 posisi kepala sekolah ini,” tegas Kadiskominfo.

#Pemprov Buka 36 Posisi Tambahan

Untuk mengantisipasi kekurangan kepala sekolah, Pemerintah Provinsi NTB berencana membuka seleksi untuk 36 posisi kepala sekolah tambahan melalui APBD Perubahan 2025.

“Insya Allah melalui perubahan APBD 2025, sisa sebanyak 36 posisi juga akan dibuka seleksinya. Siapa pun yang memenuhi syarat silakan mengikuti,” ujar Yusron Hadi.

#Tanggapan Terhadap Kritik

Menanggapi berbagai kritik dan dugaan yang muncul di masyarakat, Kadiskominfo meminta publik untuk berprasangka baik terhadap proses seleksi yang sedang berlangsung.

“Mari berprasangka baik, jangan terlalu cepat menduga-duga yang tidak baik, apalagi terlalu jauh mengaitkan dengan meritokrasi karena proses ini akan berakhir di Kemendikdasmen. Semua proses diniatkan dengan baik oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi,” jelasnya.

“Soal ada yang komplain, hal itu biasa. Pasti ada yang puas dan tidak puas, kami maklumi,” tambah Yusron Hadi.

Proses seleksi kepala sekolah ini diharapkan dapat segera tuntas untuk mengisi kekosongan posisi strategis di dunia pendidikan NTB dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

(Yyt)