Siti Elda Hierrera Raih Gelar Doktor di Binus University Berkat Karya Metaverse Candi Borobudur

Media Analis Indonesia, Jakarta – Siti Elda Hiererra, S.Kom, MMSI, CDMS, CME Sukes meraih gelar doktor usai dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Program Doctor of Computer Science pada Rabu (19/2/2025) dengan meraih nilai A, lewat karya penelitiannya yang berjudul “Metaverse Based Sustainable Smart Tourism Destinations Model” membawa Elda meraih gelar doktor di kampus Binus University, Anggrek, Rawa Belong, Jakarta Barat.
Hal ini menjadikannya Doktor ke- 101, Departemen Ilmu Komputer Binus University.

Siti Elda Hiererra bersama keluarga serta perwakilan Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Pemprov DKI Jakarta & Ketua Forum Jurnalis Betawi.

Perempuan yang biasa di sapa Elda ini merupakan anak pasangan dari Ahmad Darwin dan Lela Sugiarti, sebuah keluarga asli Jakarta (Betawi) yang tinggal di kawasan Rawa Belong, Jakarta Barat, atau berjarak hanya beberapa ratus meter saja dari kampus Binus university.

Elda menikah dengan Yudha Wira Afianto dan dikaruniai seorang putra yang bernama Muhammad Sahir Hakim Wira Afianto.

Elda menamatkan pendidikan SMA di Al Azhar Kemang Pratama 4 Bekasi, jurusan IPA, kemudian melanjutkan kuliah S1 di Universitas Bina Nusantara jurusan komputerisasi, akuntansi atau sistem informasi pada tahun 2004-2008.

Selesai S1 Elda bekerja di salah satu perusahaan IT, kemudian melanjutkan S2 di Universitas yang sama mengambil jurusan magister manajemen sistem informasi.

Tidak hanya sampai disitu, Elda terus melanjutkan pendidikannya untuk menempuh gelar S3 nya. Sebuah penelitian yang ia lakukan dengan tema Metaverse Borobudur di Binus University yang di promotori oleh Prof.Dr.Ir Meyliana, S.Kom.,MM, IPU, SDMS, CBDMP, CME, Ko-Promotor 1 Dr.Arief Ramadhan dan Ko-Promotor 2 Dr. Fredy Purnomo, berakhir dengan mulus dengan pencapaian nilai A.

Menurut Siti Elda Hiererra, penelitiannya tentang metaverse Borobudur adalah sebagai bagian dari inisiatif dalam menggabungkan teknologi terbaru dengan pendidikan dan pariwisata. Melalui proyek ini, kita memperlihatkan kesungguhan dalam menjawab tantangan dan peluang yang ditawarkan di era digital sekarang ini.
“Metaverse Borobudur tidak hanya menjadi sebuah pengalaman virtual biasa, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk memanfaatkan teknologi terbaru guna menciptakan pengalaman berwisata yang lebih mendalam, interaktif, dan edukatif bagi masyarakat,” kata Elda.

Teknologi ini bertujuan meningkatkan kepuasan wisatawan, memberikan pengalaman imersif, dan meningkatkan pemahaman tentang sejarah budaya lokal selama berwisata.

Metaverse Candi Borobudur

Riset dan penelitian Elda berfokus pada destinasi wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Berbekal problem penurunan permukaan tanah Candi Borobudur setiap tahun, Elda membuat metaverse Candi Borobudur, supaya para pengunjung yang tidak bisa naik ke puncak candi dapat melihat dan menikmati puncaknya lewat metaverse yang dibuatnya. Sebab pengelola Candi Borobudur membatasi jumlah pengunjung yang ingin naik ke puncak candi setiap hari, sedangkan jumlah pengunjung setiap hari sekitar 2.000 orang.

Berkat keberhasilannya tersebut kini Elda Hiererra tengah bersiap untuk melakukan hal yang sama di wilayah Indonesia lainnya, seperti di Danau Toba dan Labuan Bajo.

Selamat atas pencapaiannya, semoga ini bisa memberikan motivasi bagi putra dan putri Betawi lainnya dalam memajukan Bangsa.(*/hel)