<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yahya Andi Saputra &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/yahya-andi-saputra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jul 2025 15:44:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Yahya Andi Saputra &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>17 Desember Ditetapkan Sebagai Hari Pantun Nasional, Ini Harapan Budayawan Betawi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 15:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[DPP Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Hari pantun nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pantun Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30189</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta — Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta —</strong> Pemerintah telah resmi menetapkan pada tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 163/M/2025. Penetapan tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, pada Senin (7/7/2025) di Jakarta.</p>
<p>Menanggapi hal ini Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, menyambut baik akan kebijakan pemerintah tersebut. Ditemui usai menjadi narasumber dalam sebuah acara pelatihan seni pantun yang diselenggarakan oleh DPP Permata MHT, disebuah Hotel kawasan Mangga Dua, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/7/2025)</p>
<p>Yahya Andi Saputra mengatakan, bahwa penetapan Hari Pantun Nasional menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian salah satu kekayaan sastra lisan bangsa. Pantun yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat kini diharapkan semakin kokoh sebagai identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.</p>
<p>“Ya, 17 Desember telah ditetapkan sebagai Hari Pantun Nasional. Ini merupakan ketetapan resmi melalui Keputusan Menteri Kebudayaan,” ucap Yahya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keputusan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud penghargaan mendalam terhadap pantun yang telah diakui dunia. Pantun berhasil diinskripsi ke dalam daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Kemanusiaan UNESCO pada 17 Desember 2020 di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut diberikan melalui sidang daring yang diselenggarakan dengan tuan rumah negara Jamaika.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-30191 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg" alt="" width="640" height="565" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-1024x904.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-300x265.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116-768x678.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250714-WA0116.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Menurut Yahya, pantun memiliki nilai edukasi, sosial, dan budaya yang tinggi. Sebagai media komunikasi, pantun mengajarkan kesantunan, kebijaksanaan, dan kecintaan terhadap bahasa. Pantun juga berpotensi mendukung sektor kesenian hingga ekonomi kreatif.</p>
<p>“Hari Pantun Nasional menjadi momentum penting untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi, memperkuat kearifan lokal, dan menghidupkan pantun di masyarakat. Dengan inovasi yang berkelanjutan, pantun dapat menjadi produk budaya unggulan daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap, penetapan Hari Pantun Nasional dapat memicu lahirnya lebih banyak program pelestarian dan inovasi yang mengangkat pantun di tingkat nasional.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pada hari ini yang di gagas oleh DPP Permata MHT sangat baik sekali, ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, dan pada momen yang sangat tepat, harusnya lebih diperbanyak lagi kegiatan-kegiatan seperti ini,&#8221; ucap Yahya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, tradisi berpantun bagi masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak lama. Bagian dari kesusastraan Melayu ini terus bertahan dan berkembang lantaran dipelihara lewat media lisan alias penuturan maupun dalam bentuk tulisan atau buku-buku serta hikayat.</p>
<p>Namun, menurut Yahya, pelestarian pantun orang-orang Betawi perlu dihidupkan dan ditata kembali. Sehingga, gagasan atau isi yang hendak disampaikan penutur dapat tersampaikan.</p>
<p>“Ada beberapa catatan, bikin pantun itu bukan asal ngejeplak (mengucap). Mungkin pada bagian dari aksi palang pintu itu, akan ada koreksi dan penekanan utama, biasanya palang pintu dilaksanakan pada saat acara pernikahan yang sifatnya sakral, jadi harus tepat menggunakan kalimatnya,&#8221; tegas Yahya.</p>
<p>Menurut dia, pantun merupakan bentuk puisi khas Melayu yang terdiri dalam empat baris atau larik. Dua larik pertama dikatakan sampiran dan dua baris selanjutnya merupakan isi.</p>
<p>Beberapa catatan pembuatan pantun di antaranya, menghindari penyebutan nama-nama orang, baris pertama dan kedua harus berkaitan, serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. “Kamus-kamus bahasa Indonesia harus sering baca juga, kemudian Poebi (pedoman umum bahasa Indonesia) harus sering dilihat. Misalnya, hukum kata depan di yang dipisah dan di yang di-gancetin (digabung) juga harus tahu,” pungkasnya.</p>
<p>Sehingga ke depan, penulisan pantun Betawi harus lebih teliti dan berhati-hati dalam penyusunannya agar tidak menyalahi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan Benar. Yahya juga berharap, para pemerhati pantun budaya di ibu kota sekitarnya bisa bersatu dan berkolaborasi untuk menyusun satu buku sebagai upaya untuk membumikan pantun Betawi.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/17-desember-ditetapkan-sebagai-hari-pantun-nasional-ini-harapan-budayawan-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPP Permata MHT Gelar Pelatihan Seni Budaya Pantun, Dihadiri 150 Peserta</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 06:49:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Beky Mardani]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[H. Supli Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Kebudayaan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantun Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Permata MHT]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30116</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (DPP Permata MHT), menggelar kegiatan pelatihan seni&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Organisasi Kemasyarakatan Persatuan Masyarakat Jakarta Mohammad Husni Thamrin (DPP Permata MHT), menggelar kegiatan pelatihan seni budaya pantun sebagai wujud nyata dalam melestarikan seni budaya khususnya kebudayaan Betawi, kegiatan ini berlangsung selama dua hari 11-12 Juli 2025, yang berlokasi di Hotel Horison Arcadia Mangga Dua, Jakarta Pusat.</p>
<p>Sebanyak 150 orang peserta hadir mengikuti kegiatan ini, mereka berasal dari pengurus DPC dan Korwil permata MHT di lima wilayah DKI dan Kepulauan Seribu.</p>
<p>Dalam kegiatan pelatihan ini menghadirkan dua orang narasumber utama, yakni Drs. Yahya Andi Saputra, M.Hum, seorang budayawan Betawi, yang akan membahas sejarah dan kebiasaan berpantun di tanah Betawi, serta Drs. Zahrudin, M.Hum, atau biasa dikenal sebagai raja pantun, yang akan memberikan tehnik atau cara membuat pantun dengan baik dan benar. Kedua narasumber tersebut akan di pandu oleh H.Beky Mardani, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang bertindak sebagai moderator.</p>
<p>Ketua harian DPP Permata MHT, HM Nuh, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Permata MHT terus berkomitmen dalam melestarikan kebudayaan Betawi, sebagai wujud nyata dalam mendukung program Pemprov DKI, menuju lima abad menjadikan Jakarta sebagai kota global dan berbudaya.</p>
<p>Jakarta merupakan kota yang sangat kaya akan budaya, salah satunya adalah pantun Betawi, kota ini dapat memperkuat posisinya sebagai kota global yang dinamis dan semakin menarik jika kearifan lokalnya selalu dijaga dengan baik.</p>
<p>&#8220;Kita berterima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta, Bang Anung (Pramono Anung) dan Wagub Rano Karno, yang terus berkomitmen mau menjadikan budaya Betawi, sebagai budaya yang di banggakan di kota Jakarta ini,&#8221; ucap HM Nuh.</p>
<figure id="attachment_30119" aria-describedby="caption-attachment-30119" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-30119 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1024x536.jpg" alt="" width="640" height="335" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1024x536.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-300x157.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-768x402.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-1536x804.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-2048x1073.jpg 2048w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0020-scaled.jpg 1800w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30119" class="wp-caption-text">Para pengurus DPP Permata MHT foto bersama usai acara</figcaption></figure>
<p>Banyak sekali kegiatan budaya terutama budaya Betawi yang kembali di populerkan oleh Bang Anung dan Bang Rano, pada saat ini, diantaranya ada Festival Bandeng, Andilan Potong Kebo, bahkan kuliner khas Betawi berupa bir pletok yang kini menjadi hidangan wajib di Balaikota DKI Jakarta.</p>
<p>Ia menambahkan, ucapan terimakasih juga diberikan kepada Dewan Pembina Permata MHT, Bang Fauzi Bowo dan Ketua Umum DPP Permata MHT, H Marullah Matali, yang terus memberikan arahannya agar Permata MHT terus memberikan kontribusinya kepada masyarakat Jakarta, dalam mendukung program pemerintah DKI.</p>
<p>Senada dengannya, Sekjen Permata MHT, H Supli Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pelatihan keterampilan berpantun, tetapi juga sebagai media sosialisasi pentingnya pelestarian budaya lisan (pantun) di tengah arus globalisasi.</p>
<p>&#8220;Saya sangat mengapresiasi kerja sama seluruh panitia yang telah berkontribusi secara maksimal demi kesuksesan acara pada hari ini,&#8221; ujar H Supli Ali.</p>
<figure id="attachment_30117" aria-describedby="caption-attachment-30117" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-30117 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-768x1024.jpg" alt="" width="640" height="853" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-768x1024.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-225x300.jpg 225w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-1152x1536.jpg 1152w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-1536x2048.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0024-scaled.jpg 1350w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30117" class="wp-caption-text">Sekjen DPP Permata MHT, H Supli Ali (kiri) menyerahkan sertifikat kepada narasumber Yahya Andi Saputra.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, salah satu narasumber acara Yahya Andi Saputra, menjelaskan bahwa pantun telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage tanggal 17 Desember 2020. Dengan demikian, pantun menjadi tradisi budaya Indonesia ke-11 yang masuk daftar warisan budaya tak benda yang diakui dunia.</p>
<p>Pemerintah Republik Indonesia juga secara resmi telah menetapkan tanggal 17 Desember sebagai Hari Pantun Nasional, lewat Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 163/M/2025 yang ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pada 7 Juli 2025.</p>
<p>Penetapan ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian pantun sebagai bagian dari warisan budaya lisan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Melayu dan Nusantara secara luas, termasuk Betawi.</p>
<p>Ia menambahkan, pantun memiliki berbagai jenis berdasarkan isi dan tujuannya. Beberapa jenis pantun yang umum dikenal antara lain pantun jenaka, pantun nasihat, pantun teka-teki, pantun kiasan, pantun agama, pantun peribahasa, pantun perkenalan, pantun percintaan, dan pantun anak-anak.</p>
<p>&#8220;Pantun memiliki ciri khas, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris, yang terdiri dari 8-12 suku kata di tiap barisnya, pantun harus memiliki sampiran dan isi bersajak atau berima a-b-a-b,&#8221; jelas Yahya.</p>
<p><strong>Pantun Nasihat di Tradisi Palang Pintu di Acara Pernikahan</strong></p>
<p>Bagi sebagian besar masyarakat Betawi, tradisi palang pintu dalam sebuah acara pernikahan sering kita saksikan selain seni beladiri diri pencak silat,<br />
berbalas pantun menjadi ciri khas lainnya.<br />
Menurut Yahya Andi Saputra, sekarang ini sudah banyak yang salah dalam melaksanakan tatacara berpantun dalam acara pernikahan tersebut.</p>
<p>&#8220;Pernikahan itu adalah acara yang sakral, seharusnya kita menggunakan pantun nasihat, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi acara.<br />
Gunakan bahasa yang santun dan sopan, meskipun ada unsur jenaka, tapi jangan berlebihan, misalnya melorotin celana, menampar muka, tempeleng kepala, dan lain sebagainya, karena itu bukan ciri khas dari palang pintu, itu sudah menjurus kepada lenong.<br />
Juga usahakan pantun yang disampaikan mudah dipahami dan enak didengar dengan bahasa yang halus dan sopan,&#8221; tegas Yahya.</p>
<p>Pernyataan ini diamini oleh Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi, H Beky Mardani, menurutnya apa yang dikatakan Bang Yahya adalah benar, pernikahan adalah acara yang sangat sakral.</p>
<p>&#8220;Jadi sebaiknya dalam acara palang pintu jangan ada unsur tambahan seperti yang di katakan Bang Yahya, mari kita perbaiki, kita kembalikan sesuai dengan pakemnya,&#8221; harap Ketua LKB.</p>
<p>Palang pintu merupakan sebuah acara tradisi pernikahan adat Betawi, sebagai simbol diplomasi dan mufakat antara pihak laki-laki dan perempuan.<br />
Tradisi palang pintu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2016, menandakan pentingnya tradisi ini dalam budaya Betawi.<br />
Dengan demikian, palang pintu bukan hanya sekadar prosesi, tetapi juga merupakan bagian penting dari pernikahan adat Betawi yang sarat dengan makna dan filosofi kehidupan.</p>
<figure id="attachment_30118" aria-describedby="caption-attachment-30118" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-30118 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-768x1024.jpg" alt="" width="640" height="853" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-768x1024.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-225x300.jpg 225w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-1152x1536.jpg 1152w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-1536x2048.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/07/IMG-20250713-WA0022-scaled.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-30118" class="wp-caption-text">Ketua Harian DPP Permata MHT, HM Nuh (kanan) menyerahkan sertifikat kepada salah satu narasumber Drs Zahrudin</figcaption></figure>
<p>Narasumber lainnya yakni Drs. Zahrudin atau yang lebih dikenal sebagai raja pantun mencoba berbagi ilmu tentang seni budaya pantun.<br />
Menurutnya, setiap orang bisa untuk melakukan seni berpantun tetapi butuh kesabaran dan ketekunan juga kecepatan otak untuk berpikir dalam menyusun kalimat pantun tersebut.</p>
<p>&#8220;Pantun memiliki empat baris dalam satu bait. Dua baris pertama adalah sampiran, berfungsi sebagai pengantar atau pembuka. Dua baris terakhir adalah isi, yang berisi maksud atau pesan pantun. Rima pantun biasanya berpola a-b-a-b atau a-a-a-a.<br />
Kemudian rajin berlatih membuat contoh-contoh sederhana. Pilih tema yang mudah, lalu buat isi pantun terlebih dahulu sebelum menentukan sampirannya, maka kita akan mudah dan cepat dalam membuat pantun,&#8221; terang Zahrudin.</p>
<p>Sebelumnya, acara di buka oleh Wakil Kadis Kebudayaan DKI, Puspa Dirjaya, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya di setiap daerah.</p>
<p>&#8220;Budaya daerah merupakan identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. Pelestarian budaya daerah penting untuk mempertahankan warisan leluhur, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi aset wisata yang berharga, termasuk budaya lisan (pantun) yang hari ini sedang mengadakan kegiatan pelatihan oleh DPP Permata MHT,&#8221; pungkas Puspa Dirjaya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Pusat, Denny Ramdany, mengatakan, dengan adanya undang-undang yang baru soal Jakarta, harusnya kita bisa meniru yang ada di Bali, yaitu adanya Pecalang.</p>
<p>Pecalang bukan hanya sekadar petugas keamanan biasa, melainkan juga menjadi representasi dari kearifan lokal dan pelestari nilai-nilai budaya di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Salah satu faktor yang dinilai sebagai kota global berdasarkan Global Cities Index (GCI) salah satunya adalah kearifan lokal, dalam hal ini budaya dan kesenian Betawi yang harus di perkuat,&#8221; ungkap Denny.</p>
<p>Ia menambahkan, bahwa Gubernur DKI Jakarta sudah berkomitmen untuk melestarikan dan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta sebagai kota global.</p>
<p>&#8220;Sekarang Betawi jadi jagoannya, karena alas hukumnya sudah ada, komandonya juga ada, ayo sama-sama kita jalani,&#8221; tutup Denny, diiringi tepuk tangan para peserta yang hadir.</p>
<p>Beberapa pengurus Permata MHT yang juga turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, H Hamzah, H Naman Setiawan, Ustadz Zaini Hamdan, H Yusron Sjarief, Ustadz Hazami, dan para pengurus DPC masing-masing wilayah.(hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dpp-permata-mht-gelar-pelatihan-seni-budaya-pantun-dihadiri-150-peserta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Kue Putu Mayang, Kuliner Khas Betawi yang Cocok Buat Hidangan Buka Puasa</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pesona-kue-putu-mayang-kuliner-khas-betawi-yang-cocok-buat-hidangan-buka-puasa/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pesona-kue-putu-mayang-kuliner-khas-betawi-yang-cocok-buat-hidangan-buka-puasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 14:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Putu Mayang]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=24499</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Bulan Ramadan biasanya identik dengan penjual takjil yang mudah kita jumpai di pinggir jalan, berbagai&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Bulan Ramadan biasanya identik dengan penjual takjil yang mudah kita jumpai di pinggir jalan, berbagai aneka hidangan takjil khas Ramadan banyak dijajakan oleh para pedagang takjil musiman, salah satunya kue putu mayang.<br />
Kudapan yang satu ini merupakan salah satu kuliner tradisional khas Betawi, yang mempunyai bentuk seperti mie bergulung-gulung. Kue ini berbahan dasar dari tepung beras, putu mayang biasanya disajikan dengan siraman gula merah cair dicampur santan.</p>
<p>Warna asli dari kuliner ini adalah putih, akan tetapi biar terlihat semakin menarik, kini kue putu mayang sudah banyak memiliki corak warnanya.</p>
<p>Jika ditanya mengenai sejarah putu mayang, belum ada catatan pasti mengenai kapan kue ini muncul. Namun menurut budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, yang meyakini bahwa kue ini punya keterkaitan erat dengan cerita-cerita rakyat Betawi. Salah satunya cerita rakyat Jampang Mayangsari.</p>
<p>&#8220;Terkait dari sisi penamaannya, Mayang itu sesuatu yang bergelombang indah. Bentuk putu mayang yang bergelombang menyerupai mie inilah yang kemudian dikaitkan dengan sosok perempuan yang bernama Mayangsari tersebut,&#8221; jelas Yahya.</p>
<p>&#8220;Kue putu mayang telah berada dan identik dengan kebudayaan Betawi sejak lama sekali. Nenek saya waktu itu masih hidup, setiap kita mau buka puasa dia selalu usahakan bawa kue putu mayang. Kue ini memang sangat terkenal di Betawi. Tapi putu mayang yang ori ya, warnanya putih doang, kayak warna beras aja,&#8221; pungkas Yahya.</p>
<p>Hal lain menurut para orang tua dahulu khususnya warga Betawi, nilai yang terkandung dalam makanan tradisional putu mayang adalah nilai budaya penyambung silaturahmi yang sudah dilakukan secara turun-temurun.</p>
<p>Biasanya putu mayang ini oleh masyarakat Betawi di jadikan hantaran kepada sanak keluarga atau para tetangganya, rasanya yang manis menyimbolkan sebuah hubungan yang manis, warnanya yang warna warni menyimbolkan keceriaan, namun itu hanyalah sebuah perumpamaan saja, dan yang pasti semuanya untuk santapan berbuka puasa.</p>
<p>Karena biasanya masyarakat untuk santapan berbuka di awali dengan makanan ringan dahulu, hal ini bertujuan agar ibadah sholat tarawihnya tidak terganggu akibat kekenyangan. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pesona-kue-putu-mayang-kuliner-khas-betawi-yang-cocok-buat-hidangan-buka-puasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Makna Kue Keranjang Khas Imlek Menurut Budayawan Betawi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-makna-kue-keranjang-khas-imlek-menurut-budayawan-betawi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-makna-kue-keranjang-khas-imlek-menurut-budayawan-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 13:41:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Dodol Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Etnis Tionghoa]]></category>
		<category><![CDATA[Imlek]]></category>
		<category><![CDATA[Kue Keranjang]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=23188</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Salah satu kuliner yang tak pernah absen dalam perayaan etnis Tionghoa adalah kue keranjang. Siapa&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Salah satu kuliner yang tak pernah absen dalam perayaan etnis Tionghoa adalah kue keranjang. Siapa sangka bahwa kue keranjang ini menyimpan makna mendalam melekatkan dengan masyarakat Betawi.</p>
<p>Kue keranjang merupakan salah satu kuliner paling populer dalam perayaan Imlek. Selain disajikan sebagai kudapan, kue keranjang juga sebagai pelengkap upacara sembahyang etnis Tionghoa di meja abu.</p>
<p>Kue keranjang ini kerap disebut sebagai Nian Gao dan biasa sebagai makanan penutup yang populer saat Tahun Baru Imlek. Selain digunakan sebagai upacara sembahyang, sajian ini juga menjadi makanan Festival Musim Semi dan dipercaya membawa keberuntungan.</p>
<p>Sebagaimana yang dikatakan oleh pengamat Budaya Betawi, Yahya Andi Saputra, menjelaskan bahwa kue China sejak dahulu menyimbolkan keakraban orang Betawi dengan etnis Tionghoa. “Jadi memang sudah ada sejak dulu tradisi (mengantar kue China ke masyarakat Betawi). Kita, orang Betawi tidak pernah ada problem rasis dengan mereka,” jelas Yahya.</p>
<figure id="attachment_23189" aria-describedby="caption-attachment-23189" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-23189 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250126-WA0039-1024x576.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250126-WA0039-1024x576.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250126-WA0039-300x169.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250126-WA0039-768x432.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/01/IMG-20250126-WA0039.jpg 900w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-23189" class="wp-caption-text">Pengamat Budaya Betawi, Yahya Andi Saputra</figcaption></figure>
<p>Kue keranjang sekilas mirip dengan dodol Betawi. Sehingga banyak orang mengira bahwa panganan ini merupakan produk akulturasi. Namun, Bang Yahya menyatakan bahwa baik dodol Betawi maupun kue keranjang berdiri masing-masing.</p>
<p>“Persamaannya hanya, mereka sama-sama menjadi hidangan perayaan agama masing-masing. Kue keranjang untuk Imlek, dan dodol Betawi untuk Lebaran,” jelasnya.</p>
<p>Dengan berbahan dasar tepung ketan, terigu, garam dan gula, kue ini memiliki cita rasa yang manis dan lengket. Di balik lengketnya itulah kue keranjang juga diharapkan mampu melekatkan hubungan Betawi dan etnis Tionghoa. “Dulu kue China ini bentuknya bundar, belum ada tulisan Chinanya seperti itu,” ujar Yahya.</p>
<p>Hal ini juga disepakati oleh salah satu penjual kue keranjang di kawasan Petak Sembilan, yaitu Alim. Ia menyatakan bentuk kue keranjang zaman dahulu sangat sederhana —berbentuk bundar dan dibungkus daun. Berbeda dengan sekarang yang sudah modern dengan berbagai sajian.</p>
<p>“Memang cetakannya pakai keranjang, maka disebut kue keranjang. Kalau dulu hanya bundar dibungkus daun. Tapi sekarang banyak variannya ada yang diwadahi plastik dan dibungkus macam-macam,” ungkapnya.</p>
<p>Saat ini ada beberapa daerah yang sangat terkenal dengan pembuatan kue keranjangnya antara lain, dari Tangerang, Medan, Surabaya, hingga Tegal. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-makna-kue-keranjang-khas-imlek-menurut-budayawan-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kanwil Kemenkumham DKI Gelar Acara &#8220;Bertajuk Eksistensi Seni Budaya Betawi Menuju Jakarta Sebagai Kota Global&#8221;</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kanwil-kemenkumham-dki-gelar-acara-bertajuk-eksistensi-seni-budaya-betawi-menuju-jakarta-sebagai-kota-global/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kanwil-kemenkumham-dki-gelar-acara-bertajuk-eksistensi-seni-budaya-betawi-menuju-jakarta-sebagai-kota-global/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 09:46:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkumham DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=13590</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Sebagai bentuk wujud nyata dalam melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya Provinsi DKI Jakarta, Kantor Wilayah Kemenkumham&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Sebagai bentuk wujud nyata dalam melestarikan kebudayaan Indonesia, khususnya Provinsi DKI Jakarta, Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta menggelar acara Mobile Intellectual Property Clinic Melalui Festival Seni Budaya Betawi, yang bertajuk &#8220;Eksistensi Seni Budaya Betawi Menuju Jakarta Sebagai Kota Global&#8221;, pada Rabu (7/8/2024).</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperingati HUT RI ke 79 dan Hari Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM RI ke-79.</p>
<p>Acara diawali dengan pernyataan komitmen sadar Kekayaan Intelektual yang dibacakan oleh Puteri Indonesia Tahun 2024, Harashta Haifa Zahra, sekaligus mengajak untuk mempromosikan dan melestarikan budaya Betawi.</p>
<p>Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, R. Andika Dwi Prasetya, menyampaikan komitmen jajarannya dalam menunjukkan budaya betawi yang dapat beradaptasi dan berkembang di tengah Kota Jakarta yang semakin global.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini kami harapkan masyarakat dapat tersosialisasikan kebudayaan Betawi maupun pelayanan Hukum dan HAM pada Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta,” ujar R. Andika Dwi Prasetya, dalam sambutannya.</p>
<figure id="attachment_13592" aria-describedby="caption-attachment-13592" style="width: 900px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13592 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0055.jpg" alt="" width="900" height="607" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0055.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0055-300x202.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0055-1024x691.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0055-768x518.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-13592" class="wp-caption-text">R. Andika Dwi Prasetya, Bc.IP, S.Pd<br />Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta</figcaption></figure>
<p>Penyelenggaraan Mobile Intellectual Property Clinic Melalui Festival Seni Budaya Betawi juga dikemas dalam rangkaian kegiatan yakni perlombaan paduan suara yang di ikuti oleh organisasi wanita yang berasal dari lima wilayah DKI, kemudian ada juga Sarasehan yang di pandu oleh Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, dan pagelaran seni budaya Betawi, berupa tari &#8211; tarian, kemudian beberapa permainan tradisional masyarakat Betawi yang hampir jarang dimainkan, yakni Gangsing dan Egrang.</p>
<figure id="attachment_13591" aria-describedby="caption-attachment-13591" style="width: 900px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13591 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0056.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0056.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0056-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0056-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0056-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-13591" class="wp-caption-text">Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra (kiri) mengisi acara sarasehan.</figcaption></figure>
<p>Selain itu ada juga pameran produk dan pesta kuliner, layanan keimigrasian, pelayanan Hukum dan HAM serta Penyuluhan Hukum. Selanjutnya R. Andika Dwi Prasetya juga memberikan sertifikat kepada 8 pusat perbelanjaan di DKI Jakarta yang telah berkomitmen dalam menjaga dan memperjualbelikan barang-barang yang tidak melanggar Kekayaan Intelektual.</p>
<p>Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Min Usihen, secara resmi membuka kegiatan yang akan diselenggarakan selama dua hari, 7 hingga 8 Agustus 2024.</p>
<p>Dirinya sangat mengapresiasi upaya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta untuk menggugah kesadaran masyarakat terkait Kekayaan Intelektual dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic Melalui Festival Seni Budaya Betawi.</p>
<p>&#8220;Terselenggaranya kegiatan ini menjadi bukti kerja keras dan sinergi yang baik antara Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,&#8221; ucap Min Usihen.</p>
<p>&#8220;Meskipun Jakarta tidak lagi menjadi Ibukota, bukan berarti warisan kebudayaannya ditinggalkan, justru harus terus di jaga, dilindungi dan terus kita lestarikan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, Min Usihen juga menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis Salak Condet serta Surat Pencatatan inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal kepada Soto Tangkar dan Kue Pancong.</p>
<p>Ia menambahkan, semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat terutama terkait berbagai macam pelayanan yang ada di Kumham.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-13593 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0054.jpg" alt="" width="900" height="631" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0054.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0054-300x210.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0054-1024x718.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240807-WA0054-768x538.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Kegiatan ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Keamanan, Staf Khusus Menteri Bidang Pengamanan dan Intelijen serta Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta.</p>
<p>Adapun rangkaian kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic Melalui Festival Seni Budaya Betawi didukung oleh Para Stakeholder yang terdiri dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Lembaga Kebudayaan Betawi, Organisasi Wanita sebagai peserta Paduan Suara, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Unit Pelaksana Teknis serta Mitra baik swasta, perbankan dan BUMN maupun BUMD.</p>
<p>Acara berlangsung sangat meriah dibalut dengan semarak kebudayaan Betawi, seperti para tamu yang hadir menggunakan pakaian khas Betawi dan juga terdapat ornamen-ornamen Betawi lainnya. Juga terdapat 64 tenant UMKM yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tenant-tenant tersebut mulai dari kuliner khas Betawi, seperti es selendang mayang, kerak telor, dodol Betawi, bir pletok hingga kerajinan tangan cindera mata khas Betawi. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kanwil-kemenkumham-dki-gelar-acara-bertajuk-eksistensi-seni-budaya-betawi-menuju-jakarta-sebagai-kota-global/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tujuan MUI DKI Jakarta Gelar Lokakarya Kebudayaan </title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-tujuan-mui-dki-jakarta-gelar-lokakarya-kebudayaan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-tujuan-mui-dki-jakarta-gelar-lokakarya-kebudayaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 10:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Lokakarya Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Marullah Matali]]></category>
		<category><![CDATA[MUI DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=13074</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Kebudayaan yang bertujuan untuk menggali peran&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Kebudayaan yang bertujuan untuk menggali peran ulama dalam membangun ketahanan budaya dalam menghadapi arus ekonomi global dan merespon perubahan status Jakarta menuju Indonesia Emas tahun 2045.</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung di Hotel Tavia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (30/7/2024) WIB, dengan mengusung tema “Peran jalan ulama dan kebudayaan merespon perubahan status Jakarta menuju Indonesia Emas tahun 2045”.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan nanti walau bukan ibu kota lagi, Jakarta akan meningkat statusnya menjadi kota global,&#8221;<br />
Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Dr. H.Marullah Matali, Lc, M.Ag, dalam acara Lokakarya Kebudayaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.</p>
<figure id="attachment_13076" aria-describedby="caption-attachment-13076" style="width: 900px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13076 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0058-1536x1152.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-13076" class="wp-caption-text">Pemberian cinderamata oleh KH.Lutfi Hakim, kepada Deputi Gubernur DKI, Bidang Budaya dan Pariwisata, Dr. KH. Marullah Matali, LC., M.Ag.</figcaption></figure>
<p>KH.Luthfi Hakim, Ketua bidang seni dan budaya MUI Jakarta dalam sambutannya mengatakan, Majelis Ulama berkepentingan untuk mengadakan acara ini untuk berusaha bagaimana menjaga eksistensi budaya lokal tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, bentuk kepedulian dari MUI Jakarta juga untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi serta tukar pikiran antara para ulama para tokoh para pakar para cendekiawan agar bisa merumuskan langkah-langkah ke depan di dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang akan terjadi.</p>
<p>&#8220;Sebagai masyarakat kita harus siap menghadapi perubahan tanpa harus meninggalkan identitas jati dirinya mudah- mudahan apa yang kita lakukan nanti bisa bermanfaat sebagai sumbangsih pemikiran untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya luhur,&#8221; ujar KH. Lutfi.</p>
<figure id="attachment_13075" aria-describedby="caption-attachment-13075" style="width: 900px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13075 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG_20240730_173524.jpg" alt="" width="900" height="687" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG_20240730_173524.jpg 900w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG_20240730_173524-300x229.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG_20240730_173524-1024x782.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG_20240730_173524-768x586.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-13075" class="wp-caption-text">Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra saat menerima cendera mata</figcaption></figure>
<p>&#8220;Untuk itu atas nama panitia saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada pimpinan Majelis Ulama Indonesia yang telah mensupport dan telah memberikan dorongan motivasi juga banyak hal, sehingga acara ini dapat berlangsung,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua MUI Jakarta, KH.Muhammad Faiz Syukron Makmun, atau biasa disapa Gus Faiz menambahkan, bicara tentang relasi agama budaya dikaitkan dengan peranan ulama singkatnya dulu saya belajar bahwa agama itu akan mewarnai budaya dan budaya itu akan memperkaya agama.</p>
<p>&#8220;Sebagai ketua umum saya kemudian berusaha memantaskan baik lahiriah dan mudah-mudahan batiniah,<br />
itulah sejatinya relasi antara budaya dengan agama karena boleh jadi orang yang tidak memahami secara sederhana itu mungkin terjerumus kepada paradigma yang salah,&#8221; kata Gus Faiz.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-13078 size-full" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0056.jpg" alt="" width="748" height="500" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0056.jpg 748w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240730-WA0056-300x201.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 748px) 100vw, 748px" /></p>
<p>Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, termasuk Ketua MUI DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar ,Kolonel Inf Nanang Ariyanto yang mewakili Pangdam Jaya dan Kabaintelkam POLRI Irjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si.</p>
<p>Selain itu, para nara sumber seperti Dr. H Marullah Matali, Lc, M.Ag, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta (Bidang Budaya dan Pariwisata) Prof. Agus Suradika, MPD, dan KH. Nur Alam Bachtir serta Yahya Andi Saputra Budayawan Betawi, juga turut memberikan materinya terkait pembangunan kebudayaan dan peran ulama dalam menjaga ketahanan budaya.</p>
<p>Lokakarya ini juga mengangkat topik mengenai status Jakarta pasca UU No. 2 Tahun 2024, yang akan dibahas dalam sesi kedua. Selain itu, akan ada presentasi dari Sigit Wijatmoko Aspem Prov. DKI Jakarta, Khaerudin, S.E. Pimpinan DPRD Prov. DKI dan H. Beky Mardani Ketua Umum LKB.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai peran ulama dalam membangun ketahanan budaya di Jakarta, serta merumuskan rencana strategis untuk pengembangan keagamaan dan kebudayaan di Jakarta. Dengan kolaborasi yang baik antara ulama, kebudayaan, dan pemerintah, diharapkan Jakarta dapat menjadi pusat budaya yang kuat dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 nanti. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ini-tujuan-mui-dki-jakarta-gelar-lokakarya-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dispusip DKI Apresiasi Buku Kumpulan Puisi &#8220;DOL&#8221; Karya Yahya Andi Saputra</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dispusip-dki-apresiasi-buku-kumpulan-puisi-dol-karya-yahya-andi-saputra/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dispusip-dki-apresiasi-buku-kumpulan-puisi-dol-karya-yahya-andi-saputra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jul 2024 10:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastrawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11566</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Firmansyah Wahid atau biasa disapa Bang Firman, selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Firmansyah Wahid atau biasa disapa Bang Firman, selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, sangat mengapresiasi buku Kumpulan Puisi &#8220;DOL&#8221; karya budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra.</p>
<p>Hal ini Ia ungkapkan usai membuka acara bedah buku tersebut yang berlangsung di Aula Lantai 4 PDS HB Jassin Taman Ismail Marzuki<br />
Jalan Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat, Pada Jumat (5/7/2024) sore.</p>
<p>Firmansyah mengatakan, buku tersebut turut memperkaya khazanah sastra yang sangat berguna sebagai bagian dari literasi bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bang Yahya ini tokoh dan sastrawan Betawi yang juga memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan dengan profesinya sebagai dosen di perguruan tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, bedah buku ini merupakan salah satu bentuk apresiasi agar Yahya Andi Saputra bisa terus memproduksi dan melakukan proses serta ide kreatif, khususnya terkait dengan sastra Betawi.</p>
<p>&#8220;Saya ingin kultur budaya Betawi ini bisa tetap langgeng, tertulis dan bahkan dapat dinikmati dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia berharap, semakin banyak generasi muda Betawi yang bisa mengikuti jejak Yahya Andi Saputra. Untuk itu, diperlukan satu rutinitas atau pembudayaan interaksi dengan budayawan atau pelaku sastra.</p>
<p>&#8220;Harapan kami ke depan, khususnya generasi muda Betawi bisa masuk dalam kultur atau komunitas yang menjadi bagian proses kreatif sastra ini,&#8221; katanya.</p>
<figure id="attachment_11568" aria-describedby="caption-attachment-11568" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11568 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040-1024x768.jpg" alt="" width="640" height="480" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040-1024x768.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040-300x225.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040-768x576.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040-1536x1152.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/07/IMG-20240706-WA0040.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-11568" class="wp-caption-text">Peluncuran buku Kumpulan Puisi &#8220;DOL&#8221; karya budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra.</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Budayawan dan Sastrawan Betawi, Yahya Andi Saputra menuturkan, dol secara harfiah memiliki makna sudah rusak atau di luar kelaziman.</p>
<p>&#8220;Buku kumpulan puisi karya saya ini berisi tentang keresahan atas berbagai aspek kehidupan yang sudah tidak berjalan sebagaimana seharusnya,&#8221; terang Yahya.</p>
<p>Ia menambahkan, buku menjadi ruang terbuka sebagai tempat atau kawan berdiskusi. Artinya, dalam hidup ini kita tidak boleh berhenti peduli terhadap keadaan di sekitar.</p>
<p>&#8220;Buku ini juga menjadi ruang ketiga, buku ini sebagai literasi sangat penting. Sehingga, buku itu bisa dijadikan kawan berdiskusi dan berdialektika untuk masa depan yang lebih cemerlang,&#8221; jelas Yahya.</p>
<p>Proses kreatif dalam buku Kumpulan Puisi &#8220;Dol&#8221; merupakan kumpulan terhadap rasa dan kegelisahan yang kemudian diekspresikan dalam bentuk tulisan. Karya ini menjadi buku kelima untuk kumpulan puisi tinggal yang ditulisnya.</p>
<p>&#8220;Ada ide yang sejak tahun 2000-an. Tapi, ada juga yang memang sesuai kondisi terkini dan serta merta terlintas untuk bisa dituliskan,&#8221; pungkas.</p>
<p>Dirinya berharap banyak generasi muda, khususnya Betawi bisa berinteraksi atau berkumpul untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai dunia sastra dan budaya. Untuk itu, Ia sedang memperbanyak ruang pertemuan atau diskusi secara langsung agar lebih intens dan bernilai.</p>
<p>Turut hadir dalam acara ini antara lain, kritikus sastra Zen Hae, Dosen sastra Indonesia UNJ, Gres Grasia Azmin serta penulis dan pegiat literasi Betawi, Nicky Rosadi. (*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dispusip-dki-apresiasi-buku-kumpulan-puisi-dol-karya-yahya-andi-saputra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budayawan Yahya Andi Saputra jadi Pembicara Diskusi Publik &#8220;Selayang Pandang Pengarang dan Sastra Betawi&#8221;</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/budayawan-yahya-andi-saputra-jadi-pembicara-diskusi-publik-selayang-pandang-pengarang-dan-sastra-betawi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/budayawan-yahya-andi-saputra-jadi-pembicara-diskusi-publik-selayang-pandang-pengarang-dan-sastra-betawi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 14:38:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahya Andi Saputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=10058</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Pekan dan Pameran Sastra 2024 di&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Pekan dan Pameran Sastra 2024 di Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada 3-16 Juni 2024.</p>
<p>Pameran ini dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Firmansyah pada Senin (3/6/2024).</p>
<p>Dalam sambutannya Firmansyah mengatakan, Pekan Sastra Jakarta bukan hanya sekedar perayaan kata-kata indah dan gagasan kreatif, melainkan juga cerminan dari semangat kebersamaan sebagai masyarakat Jakarta yang majemuk yang juga senantiasa menghargai dan memelihara warisan budaya yang berlimpah.</p>
<p>&#8220;Sastra adalah jendela kedalam jiwa sebuah kota dan melalui pekan sastra ini, kami berharap dapat memperluas wawasan dan memperdalam makna dari Jakarta,&#8221; ucap Firmansyah.</p>
<p>&#8220;Sastra menjadi bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara karena disinilah terlihat karya dari budayawan, seniman, sastrawan yang diwujudkan dalam suatu ungkapan yakni hasil karya-karya sastra yang tentunya ini merupakan bagian pembangunan suatu peradaban kita ke depan,&#8221; jelas Firmansyah.</p>
<p>Sementara itu, pada hari Kamis 6 Juni 2024 dihelat diskusi publik bertema “Selayang Pandang Pengarang dan Sastra Betawi” dengan pembicara budayawan Yahya Andi Saputra dan sejarawan JJ Rizal dengan moderator Mae Shafira.</p>
<p>Yahya Andi Saputra memaparkan, sastra Betawi muncul sejak abad ke-19 dengan pantun dan syair dalam lagu gambang keromong, jampi, dan mantra.</p>
<p>“Kemudian berkembang menjadi tradisi bercerita seperti sohibul hikayat, buleng, dan gambang rancak,” ujar Yahya Andi Saputra.</p>
<p>Dirinya menambahkan, mantra atau jampi berupa teks lisan yang memadukan berbagai bahasa dengan pilihan kata kini bisa digunakan seorang untuk memulai sebuah acara guna mencairkan suasana seperti halnya pantun.</p>
<p>Pria yang tergabung di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) itu menekankan, penggunaan mantra dan jampi dapat digunakan asalkan tidak difungsikan sebagaimana dahulu kala yang identik dengan praktik mengusir roh jahat atau ritual perdukunan.</p>
<p>“Saya juga sering kalau diundang (acara) di mana-mana mengawali dengan membaca mantra (jampi), maksudnya bukan untuk sebagaimana dipakai oleh dukun,” kata Yahya</p>
<p>Menurutnya, seperti halnya pantun, mantra atau jampi yang disampaikan saat seseorang akan memulai acara bisa membantu untuk mencairkan suasana sehingga dia lebih percaya diri saat harus bertutur di depan khalayak.</p>
<p>“Salah satu fungsi pantun itu mencairkan suasana, menjadikan gurih di cita rasa. Begitu juga dengan jampi bisa digunakan, tapi bukan difungsikan sebagaimana dahulu,” jelasnya.</p>
<p>Dia yang memulai diskusi dengan melafalkan jampi yang dulunya difungsikan sebagai penolak setan itu selama sekitar satu menit mengatakan jampi merupakan salah satu sastra lisan.</p>
<p>“Jampi itu dituturkan oleh tukangnya kalau dia mau difungsikan. Misal saya mau memikat (pelet) A, datang ke rumah B yang kemudian menyampaikan sejumlah persyaratan,” pungkasnya.(*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/budayawan-yahya-andi-saputra-jadi-pembicara-diskusi-publik-selayang-pandang-pengarang-dan-sastra-betawi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
