<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wartawan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/wartawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Jul 2025 07:57:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Wartawan &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Pemerintah Masih Tetap Dibutuhkan untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Wartawan Indonesia</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-pemerintah-masih-tetap-dibutuhkan-untuk-mengangkat-harkat-dan-martabat-wartawan-indonesia/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-pemerintah-masih-tetap-dibutuhkan-untuk-mengangkat-harkat-dan-martabat-wartawan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 07:57:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=30132</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Agar tercapainya hal tersebut diatas dapat dilakukan oleh beberapa pihak, antara lain: • Pemerintah: Dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; </strong>Agar tercapainya hal tersebut diatas dapat dilakukan oleh beberapa pihak, antara lain:</p>
<p>• Pemerintah: Dengan menciptakan kebijakan yang mendukung kebebasan pers dan melindungi hak-hak wartawan, pemerintah dapat berperan penting dalam meningkatkan harkat dan martabat /derajat wartawan.</p>
<p>• Masyarakat: Dukungan masyarakat terhadap karya jurnalistik dan penghargaan terhadap profesi wartawan juga dapat meningkatkan harkat dan derajat mereka.</p>
<p>• Persatuan Wartawan Indonesia (PWI): Sebagai organisasi profesi, PWI dapat berperan dalam meningkatkan kemampuan dan profesionalisme wartawan, serta memperjuangkan hak-hak mereka.</p>
<p>• Media: Dengan memberikan kesempatan kepada wartawan untuk berkembang dan meningkatkan kualitas karya jurnalistik, media dapat membantu meningkatkan harkat dan derajat wartawan.</p>
<p>• Wartawan itu sendiri: Dengan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme, serta menjalankan kode etik jurnalistik, wartawan dapat meningkatkan harkat dan derajat mereka sendiri.</p>
<p>Beberapa contoh wartawan terkenal di Indonesia yang telah mengharumkan nama profesi wartawan antara lain :<br />
• Adam Malik: Wartawan Harian Merdeka dan salah satu pendiri LKBN Antara dan pernah menjadi Wakil Presiden RI.<br />
• Harmoko: Wartawan Harian Mimbar Kita dan Merdeka serta pernah menjabat Mentri Penerangan RI.<br />
• Goenawan Mohamad: Pendiri dan mantan pemimpin redaksi Majalah Berita Tempo yang juga penulis puisi dan esai.<br />
• Leila S. Chudori: Wartawan Tempo yang juga penulis novel dan skenario film.<br />
Dan masih ada yang lain, penulis mohon maaf tidak dapat menyebut semuanya.</p>
<p>Di tengah arus informasi yang kian deras dan kompetitif, wartawan tetap memegang peran sentral sebagai penjaga kebenaran, penyalur informasi, dan pilar utama demokrasi. Namun, apakah kita—sebagai bangsa dan sebagai individu—sungguh-sungguh menghargai profesi ini sebagaimana mestinya?</p>
<p>Bayangkan suasana di Gedung Putih, Washington DC, atau di Kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street. Setiap kali ada pertemuan pers, suasananya selalu tertib, profesional, dan penuh penghormatan terhadap para jurnalis. Mereka diposisikan sebagai mitra, bukan pelengkap acara. Mikrofon disiapkan, kursi disusun, pencahayaan diatur dengan baik. Bukan semata-mata demi estetika, melainkan sebagai bentuk penghargaan atas profesi mereka dan sebagai cermin dari budaya bangsa yang menghargai tata pergaulan sipil.</p>
<p>Lalu, mari kita tengok realitas yang terjadi di tanah air. Wartawan-wartawan istana—mereka yang setiap hari meliput kegiatan Presiden dan pemerintahan pusat—seringkali terlihat duduk di luar pagar istana, bahkan di lantai, hanya demi bisa menyimak informasi atau pernyataan resmi yang disampaikan lewat layar televisi. Sebuah pemandangan yang mengusik nurani: di negeri sendiri, di pusat kekuasaan republik ini, para jurnalis tidak diberi ruang dan tempat yang layak untuk menjalankan tugasnya.</p>
<p>Ironisnya, pemandangan ini tak ubahnya seperti suasana di ruang kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, yang merupakan pintu masuk negara dan wajah pertama bangsa kita di mata dunia. Di sana, sering terlihat penumpang yang baru tiba—termasuk jemaah umrah—duduk bersila di lantai, makan dari kotak nasi bungkus, menikmati makanan Padang dengan tangan kosong, tanpa alas, tanpa meja, di tengah lalu lintas manusia yang ramai. Sebuah potret yang mencerminkan bukan hanya kekurangan fasilitas, tapi juga kurangnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga martabat publik.</p>
<p>Apakah ini karena keterbatasan anggaran? Ataukah lebih dalam lagi—kita mengalami krisis nilai? Krisis dalam memahami apa itu rasa hormat, penghargaan terhadap profesi, dan bagaimana membangun peradaban yang bermartabat?</p>
<p>Profesi wartawan adalah profesi mulia. Dalam situasi krisis sekalipun, para jurnalis tetap bekerja—mencari kebenaran, mengungkap realitas, menyampaikan fakta. Mereka adalah saksi sejarah dan pengantar kesadaran publik. Maka ketika kita sebagai bangsa tidak menyediakan ruang yang layak bagi mereka, maka yang direndahkan bukan hanya profesi wartawan, tetapi juga martabat kita sendiri.</p>
<p>Inilah saatnya kita bertanya lebih dalam: Apakah kita telah membangun masyarakat yang memiliki nilai dan norma sosial yang benar? Apakah kita memiliki rasa hormat terhadap profesi dan tugas yang dijalankan dengan dedikasi tinggi?</p>
<p>Tentu, tugas ini tidak hanya berada di pundak wartawan atau masyarakat, tetapi juga pada pihak-pihak yang memiliki otoritas, termasuk Istana. Juru Bicara Presiden, Sekretariat Negara, dan seluruh aparat komunikasi pemerintah harus mulai memikirkan ulang bagaimana cara mereka membangun relasi yang sehat dan terhormat dengan media. Bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi menciptakan ruang yang menghargai mereka yang berperan menyampaikannya.</p>
<p>Bangsa yang besar bukan hanya dilihat dari kekuatan militernya atau kemajuan ekonominya, tetapi dari cara ia memperlakukan orang-orang yang menjaga integritas dan akal sehat publik. Wartawan adalah bagian dari itu. Memberikan mereka ruang yang layak, tempat yang terhormat, dan akses yang memadai adalah langkah kecil yang mencerminkan kematangan budaya dan peradaban kita.</p>
<p>Mari kita mulai membenahi dari hal-hal yang tampak sepele, namun sesungguhnya mencerminkan nilai yang sangat dalam: rasa hormat. Sebab dari sanalah kehormatan bangsa kita bisa tumbuh—bukan hanya di mata dunia, tapi juga di mata kita sendiri.</p>
<p>Mengangkat martabat Wartawan sekaligus merupakan menjaga kehormatan bangsa itu sendiri.</p>
<p><em>(Oleh : Heru Riyadi, SH. MH.</em><br />
<em>Dewan Penasehat AMKI Pusat dan LKBH PWI Pusat.</em><br />
<em>Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang, Banten.) </em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-pemerintah-masih-tetap-dibutuhkan-untuk-mengangkat-harkat-dan-martabat-wartawan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idul Adha: Saatnya Wartawan Menimbang Makna Pengorbanan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/idul-adha-saatnya-wartawan-menimbang-makna-pengorbanan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/idul-adha-saatnya-wartawan-menimbang-makna-pengorbanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2025 11:17:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[AMKI]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Media Konvergensi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Tundra Meliala]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=28722</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Saat takbir menggema dari surau dan masjid di pelosok negeri, Idul Adha kembali mengetuk kesadaran&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Saat takbir menggema dari surau dan masjid di pelosok negeri, Idul Adha kembali mengetuk kesadaran kita tentang makna pengorbanan. Di tengah semarak pembagian daging kurban dan antrean panjang di rumah pemotongan hewan, ada satu profesi yang juga sedang diuji pengorbanannya: wartawan.</p>
<p>Kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Ismail, demi perintah Tuhan, selalu menjadi pelajaran tentang ketaatan, keikhlasan, dan solidaritas. Setiap potongan daging kurban yang dibagikan ke tangan-tangan yang jarang menikmati lauk mewah adalah perwujudan nyata dari semangat berbagi. Namun, jika kurban adalah simbol kesiapan melepaskan sesuatu yang dicintai demi kebaikan yang lebih besar, maka wartawan pun sejatinya berkurban—setiap hari.</p>
<p>Antara Tugas dan Tekanan</p>
<p>Menjalani profesi wartawan di era digital bukan sekadar soal menulis berita. Ini tentang menavigasi badai tekanan, ancaman, dan kehilangan. Berdasarkan catatan, sepanjang 2024, sedikitnya 56 kasus kekerasan terhadap jurnalis terjadi, mulai dari intimidasi, peretasan, hingga kekerasan fisik. Dalam banyak kasus, para pelaku berasal dari kalangan aparat, elite politik, hingga buzzer digital yang tak menyukai laporan investigatif.</p>
<p>Ini belum termasuk tekanan ekonomi. Seiring peralihan iklan dari media cetak ke platform digital seperti Facebook dan Google, pendapatan industri media menyusut drastis. Laporan Reuters Institute 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen pendapatan iklan digital di Indonesia kini diserap oleh dua raksasa digital tersebut, meninggalkan media lokal dan nasional dalam tekanan berat.</p>
<p>Konsekuensinya? PHK massal. Dalam tiga tahun terakhir, beberapa grup media besar di Indonesia terpaksa memangkas ratusan pekerja, termasuk jurnalis senior yang kehilangan mata pencaharian di usia yang tak muda lagi. Dalam istilah yang lebih menyayat: mereka dipotong sebelum waktunya.</p>
<p>Ketika “Kurban” Bukan Lagi Simbol</p>
<p>Dalam konteks ini, berkurban bukan sekadar menyembelih hewan ternak. Wartawan mengorbankan waktu keluarga, energi, bahkan kadang nyawa, demi satu hal yang kerap dianggap sederhana: menyampaikan kebenaran. Tapi benarkah ini masih dimaknai sebagai bentuk ibadah sosial?</p>
<p>Seorang wartawan dari daerah konflik di Papua pernah berkata dalam sebuah forum media, &#8220;Kami tidak bisa ikut Idul Adha karena harus liputan kerusuhan. Tapi setiap hari kami merasa sedang berkurban, dan tak ada upah tambahan untuk itu&#8221;. Pernyataan itu diamini banyak rekan seprofesi di ruang diskusi yang sunyi setelahnya.</p>
<p>Dalam kondisi demikian, wartawan sejatinya menjalani makna pengorbanan seperti yang dicontohkan dalam Idul Adha: bukan hanya melepas, tapi juga menerima. Menerima risiko, menerima kritik, dan menerima ketidakpastian hidup demi sesuatu yang lebih besar: menjaga kewarasan publik.</p>
<p>Mencari Tebusan dan Harapan</p>
<p>Pengorbanan bukan tanpa tebusan. Wartawan yang tulus dan tekun bisa memetik kepuasan batin ketika liputannya menggugah perubahan. Ada kisah tentang jurnalis daerah yang liputannya soal korupsi dana desa membuat seorang kepala desa akhirnya ditangkap dan dana bantuan mengalir kembali ke warga.</p>
<p>Apresiasi semacam itu kini datang juga dari platform non-tradisional. Beberapa wartawan muda memanfaatkan Substack, YouTube, hingga Instagram untuk membangun kanal independen mereka sendiri—dengan ribuan pembaca loyal. Di sini, tebusannya tidak hanya berupa uang, tetapi juga ruang otonom dan kontrol editorial yang tidak dimiliki di redaksi konvensional.</p>
<p>Langkah adaptif ini menjadi penting di tengah merosotnya pendapatan media. Sebab, menurut kajian Google dan Deloitte (2023), media yang mengembangkan sistem langganan digital memiliki tingkat pertumbuhan pendapatan hingga 2,5 kali lipat dibanding yang masih mengandalkan iklan tradisional.</p>
<p>Dari Halaman Redaksi ke Halaman Sejarah</p>
<p>Ketika kita kembali merefleksikan Idul Adha, mungkin kita bisa melihat wartawan bukan hanya sebagai “penyampai berita,” tetapi juga sebagai penjaga nilai. Seperti Nabi Ibrahim yang menimbang antara cinta kepada anak dan ketaatan kepada Tuhan, wartawan pun menimbang antara keselamatan pribadi dan tanggung jawab publik.</p>
<p>Mereka tidak selalu memakai rompi pers. Tidak selalu tampil di televisi. Tapi mereka ada—di jalan, di desa, di ruang sidang, di wilayah bencana, atau di balik layar, menyunting naskah berita yang mungkin akan Anda baca esok hari.</p>
<p>Idul Adha, dengan seluruh semangat pengorbanannya, mengingatkan kita bahwa tidak semua kurban berupa daging. Sebagian kurban berwujud waktu, integritas, bahkan suara yang tetap ditulis meski tahu akan dibungkam.</p>
<p><em>Oleh: Tundra Meliala, Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/idul-adha-saatnya-wartawan-menimbang-makna-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Acara Jakarta Update Jadi Perpisahan Simbolis Pj Gubernur Teguh Setyabudi dengan Wartawan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/acara-jakarta-update-jadi-perpisahan-simbolis-pj-gubernur-teguh-setyabudi-dengan-wartawan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/acara-jakarta-update-jadi-perpisahan-simbolis-pj-gubernur-teguh-setyabudi-dengan-wartawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Feb 2025 15:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Pj Gubernur DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Teguh Setyabudi]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=24070</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar Jakarta Update&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar Jakarta Update bersama wartawan media massa. Acara ini merupakan edisi terakhir yang diikuti Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, sekaligus perpisahan secara simbolis dengan awak media di Ruang Serbaguna M.H. Thamrin, Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025).</p>
<p>Pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Teguh mengungkapkan, kegiatan Jakarta Update adalah momen berkesan yang paling diingat selama menjabat sebagai penjabat gubernur. Ia juga menyampaikan agenda beberapa hari ke depan dalam menyambut gubernur dan wakil gubernur terpilih pada 20 Februari 2025 mendatang.</p>
<p>&#8220;Saya senang sekali, karena pada tanggal 20 Februari nanti, akan ada pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih. Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Pramono dan Pak Rano terkait kegiatan Jakarta Update. Insya Allah akan terus berlanjut, bahkan ditingkatkan kualitasnya. Ia menilai, kedekatan dengan wartawan itu penting demi keberlanjutan Jakarta Update,&#8221; ujar Pj. Gubernur Teguh.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kolaborasi wartawan dalam menginformasikan berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dibutuhkan masyarakat Jakarta. Menurutnya, dari dua edisi kegiatan Jakarta Update sebelumnya telah menciptakan dampak yang positif dalam menghadirkan komunikasi efektif antara awak media dan para pimpinan di Pemprov DKI Jakarta.</p>
<p>&#8220;Saya senang sebagai Pj. Gubernur, karena bisa bekerja sama dengan teman-teman wartawan semuanya. Saya menikmati setiap detik terjadinya momen preskon, doorstop, maupun wawancara dengan teman teman media. Mudah-mudahan saat saya tidak menjadi Pj. Gubernur lagi, hubungan kita, silaturahmi kita tetap berlanjut,&#8221; tambah Pj. Gubernur Teguh.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-24072 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054-1024x682.jpg" alt="" width="640" height="426" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054-1024x682.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054-300x200.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054-768x512.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054-1536x1023.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2025/02/IMG-20250217-WA0054.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /></p>
<p>Ia juga berharap, kegiatan yang berhubungan dengan aspek keterbukaan informasi bisa menjadi budaya yang mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik. Hal itu dikarenakan selain menjadi acuan indikator kepuasan masyarakat, juga menjadi sumber informasi dan data untuk kemajuan pembangunan sebuah daerah.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu, hubungan antarpemerintah dengan insan pers sangat krusial, karena saling membutuhkan satu sama lainnya. Harapannya, ikhtiar kita dalam bekerja untuk kepentingan masyarakat bisa tersampaikan dengan baik, begitulah konsep awal kita mengadakan Jakarta Update,&#8221; pungkas Pj. Gubernur Teguh.</p>
<p>Perlu diketahui, Jakarta Update edisi Februari ini membahas berbagai topik, yaitu persiapan pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2025-2030, isu lingkungan pengelolaan sampah, upaya penguraian kemacetan di Jakarta, kebijakan penghuni di rusunawa, isu transportasi, ketersediaan pangan selama ramadan dan lebaran, serta mudik gratis yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta.</p>
<p>Jakarta Update edisi Februari 2025 ini juga kedatangan tamu istimewa yaitu pimpinan redaksi sejumlah media, yaitu Titin Rosmasari (Pemred CNN Indonesia), Amir Sodikin (Pemred Kompas.com), Domura Ambarita (Pemred Warta Kota), Tri Broto (Pemred Disway.id), Guruh Nara Persada (Wapemred Poskota). Para pimpinan redaksi ini menyerahkan cendera mata berupa karikatur dan plakat sebagai apresiasi atas kepemimpinan Pj. Gubernur yang dinilai transparan dan informatif. Sementara itu, Pj. Gubernur juga membagikan kenang-kenangan untuk para wartawan yang hadir.(*/hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/acara-jakarta-update-jadi-perpisahan-simbolis-pj-gubernur-teguh-setyabudi-dengan-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polsek Pondok Gede Dinilai Tidak Serius Tangani Kasus Penganiayaan Wartawan Inijabar.com</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-pondok-gede-dinilai-tidak-serius-tangani-kasus-penganiayaan-wartawan-inijabar-com/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-pondok-gede-dinilai-tidak-serius-tangani-kasus-penganiayaan-wartawan-inijabar-com/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 15:10:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pondok Gede]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15472</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Kota Bekasi &#8211; Polsek Pondok Gede dinilai tidak serius dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa wartawan ini&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Kota Bekasi &#8211;</strong> Polsek Pondok Gede dinilai tidak serius dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa wartawan ini inijabar.com berinisial FU saat sedang melakukan tugas liputan di Jln. Wijaya Kusuma RT 001/008 Perumahan BDN Kelurahan Jatiwaringin Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi, Rabu Malam (12/06/2024)</p>
<p>&#8220;Sampai sekarang belum ada titik terang. saya sudah ke Polsek Pondok Gede minta SP2HP untuk mengetahui sampai dimana penyidikan yang sudah dilakukan penyidik Polsek Pondok Gede,&#8221; Ucap FU wartawan Inijabar.com yang menjadi korban penganiayaan.</p>
<p>&#8220;Nah, disitu tertulis pelaku AJ baru mendapat surat panggilan ke 2, harusnya sudah dapet surat panggilan ke 3 yang artinya pelaku sudah bisa di Tahan di Polsek Pondok Gede.&#8221; ucapnya menambahkan.</p>
<p>FU sebagai korban pun mengaku heran kenapa Polsek Gede belum juga menahan pelaku? Yang lebih mengherankan pelaku malah seenak udelnya dibiarkan bebas terus membuat postingan di media sosial yang berisi ujaran kebencian terhadap Kepolisian.</p>
<p>Bahkan, lanjut FU, ada video yang dibuat pelaku AJ yang menyatakan Pelaku AJ akan melaporkan salah satu anggota Polsek Pondok Gede ke Polda Metro jaya dengan tuduhan yang tidak jelas.</p>
<p>&#8220;Saya bingung melihat penyidikan yang di lakukan Polsek pondok gede yang sangat lamban dalam menangani kasus ini,&#8221; ucap FU.</p>
<p>Padahal, ungkap FU, pas malam kejadian pemukulan ada 4 anggota Polsek pondok Gede yang menyaksikan saya di tendang secara berutal oleh pelaku AJ. Menurut FU, harusnya pelaku langsung ditangkap dan ditahan.</p>
<p>&#8220;Tapi ini enggak, padahal tindak kekerasan terjadi di depan mata Anggota Polsek pondok gede, setiap saya tanyakan perkembagan kasusnya penyidik selalu menjawab tinggal tunggu tanda tangan dari Kapolsek bang,&#8221; ucapnya kecewa.</p>
<p>Kasus ini sudah hampir 3 bulan lebih. Namun, baru sampai tahap panggilan ke 2, harusnya sudah masuk tahap panggilan ke 3 dimana pelaku sudah harus di tahan. Menurut warga setempat palaku masih bebas berkeliaran melakukan ke onaran di lingkungannya. Bahkan, pelaku berucap bahwa dirinya tidak bakal di tahan karena kebal hukum.</p>
<p>&#8220;Saya minta Kapolsek pondok gede Kompol Dwi Haribowo dapat menindak lanjuti kasus ini lebih cepat dan lebih serius agar tidak berlarut-larut,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>(*/Ahmad Zarkasi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/polsek-pondok-gede-dinilai-tidak-serius-tangani-kasus-penganiayaan-wartawan-inijabar-com/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Media di Pilkada Kota Bekasi 2024 Digugat dalam Forum Diskusi Pokja Wartawan Humas Kota Bekasi</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-media-di-pilkada-kota-bekasi-2024-digugat-dalam-forum-diskusi-pokja-wartawan-humas-kota-bekasi/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-media-di-pilkada-kota-bekasi-2024-digugat-dalam-forum-diskusi-pokja-wartawan-humas-kota-bekasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jul 2024 10:21:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Kota Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=12853</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Kota Bekasi &#8211; Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Humas Kota Bekasi menggelar diskusi publik membahas tema” Peran Media&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Kota Bekasi &#8211;</strong> Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Humas Kota Bekasi menggelar diskusi publik membahas tema” Peran Media di Pilkada Kota Bekasi 2024” bertempat di gedung Creative Center Kota Bekasi, Jum’at (26/7/2024).</p>
<p>Menghadirkan pembicara, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Mukhsin, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan, Kabag Humas Pemkot Bekasi, Saut Hutajulu, Anggota KPUD Kota Bekasi, Faris Ismu Amir, Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Beni, dan Kesbangpol Kota Bekasi Nesan Sujana.</p>
<p>Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Mukhsin dalam paparannya mengatakan, peran wartawan sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi yang mencerahkan kepada publik di Pilkada 2024 ini, agar masyarakat bisa tercerahkan dalam memilih calon pemimpin yang sesuai dengan<br />
harapannya.</p>
<p>&#8220;Jadi Pencerahan secara konfrehensif mengenai sosok pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Karena itu sinergitas rekan media dengan KPUD dan Bawaslu mutlak diperlukan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Iwan Nendi Kurniawan, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi memberi tanggapan, sayangnya hingar bingar pemberitaan media jelang Pilkada 2024 ini mengenai para bakal calon kontestan politik kalau dicermati banyak yang partisan</p>
<p>&#8220;Media partisan yang dimaksud disini yakni, memuat berita hanya salah satu paslon kontestan tertentu saja. Seharusnya media itu bersikap netral alias independen,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu Kabag Humas Pemkot Bekasi, Saut Hutajulu menyoroti peran media sebagai alat komunikasi ke masyarakat yang benar sangat dibutuhkan di Pilkada Kota Bekasi 2024 ini agar pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan damai.</p>
<p>“Mari kita bersama menjaga kedamaian di Kota Bekasi menjadi kondusif dalam pesta demokrasi,” imbuhnya.</p>
<p>Senada dengan Kabag Humas, Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sujana mengingatkan peran media untuk terus mensosialisasikan penyelenggaraan pemilu yang damai, mengingat penduduk Kota Bekasi yang heterogen yang rentan terjadinya konflik horizontal.</p>
<p>“Untuk mencegah hal itu tidak lepas dari peran rekan-rekan media untuk terus mensosialisasikan penyelenggaraan pemilu yang damai,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Anggota KPUD Kota Bekasi, Faris Ismu Amir, mengungkapkan, media sangat berperan penting dalam komunikasi politik di Pilkada tahun 2024 ini. Sebab, kata dia, Pilkada 2024 ini berbeda dari tahun sebelumnya karena kali ini pelaksanannya serentak diseluruh Indonesia, termasuk di Kota Bekasi.</p>
<p>&#8220;Karena itu perlu sinergi ekstra peran untuk edukasi tentang Pilkada. Kolaborasi dan sinegritas dalam memberikan edukasi ke masyarakat dengan mengenalkan politik yang menyenangkan agar masyarakat ingin datang ke TPS,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengingatkan, pemilih saat ini didominasi Gen Z dan melineal yang cenderung sedikit apatis terhadap pemilu. Nah, disini media harus berperan mengedukasi melalui komuniaksi politik sejak dini.</p>
<p>Sedangkan Anggota Bawaslu, Beni menyoroti peran media dari segi pengawasan untuk mengawal proses demokrasi yang berkualitas. Sebab menurutnya, pengawasan melalui regulasi bukan hanya tugas steakholder saja, tapi pers juga untuk melahirkan pemimpin yang baik.</p>
<p>(Ahmad Zarkasi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/peran-media-di-pilkada-kota-bekasi-2024-digugat-dalam-forum-diskusi-pokja-wartawan-humas-kota-bekasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dituduh Serang dan Intimidasi Wartawan Saat Liputan Putusan SYL, Ini Klarifikasi Daenk Jamal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dituduh-serang-dan-intimidasi-wartawan-saat-liputan-putusan-syl-ini-klarifikasi-daenk-jamal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dituduh-serang-dan-intimidasi-wartawan-saat-liputan-putusan-syl-ini-klarifikasi-daenk-jamal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jul 2024 05:51:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Daenk Jamal]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrul Yasin Limpo]]></category>
		<category><![CDATA[SYL]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11963</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) diputus bersalah oleh majelis hakim Tipikor PN Jakarta&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; </strong>Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) diputus bersalah oleh majelis hakim Tipikor PN Jakarta Pusat dan diganjar hukuman 10 tahun penjara serta denda 300 juta rupiah pada Kamis (11/7/2024). Proses pembacaan putusan hakim berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.</p>
<p>Namun demikian, ketika SYL keluar dari ruang sidang untuk memberikan pernyataan kepada wartawan, terjadi desak-desakan yang cukup parah antara para pengawal SYL bersama aparat kepolisian yang mengawal sidang dengan para awak media yang berjubel menunggunya di depan pintu keluar ruangan. Atas kondisi berdesak-desakan yang kemudian menimbulkan insiden itu, team kawal SYL, Daenk Jamal, memberikan penjelasan dan klarifikasinya kepada media ini.</p>
<p>“Kita sangat menghargai dan berterima kasih kepada teman-teman wartawan. Dan untuk itu, saat SYL selesai sidang, seperti biasa kita siapkan ruang bagi wartawan untuk wawancara. Kami bersama pihak keamanan berupaya memberi jalan untuk SYL keluar menemui wartawan yang sudah menunggu di depan pintu keluar ruang sidang. Tapi, saat SYL keluar ternyata desak-desakan teman-teman wartawan tidak terhindarkan akibat wartawan yang dari dalam ruangan juga ikut berdesakan keluar mengikuti di belakang SYL.” Demikian diungkapkan Daenk Jamal mengawali penjelasannya kepada wartawan terkait insiden tersebut.</p>
<p>Dalam kondisi desak-desakan yang mendekati suasana chaos tersebut, lanjutnya, SYL terjepit antara para wartawan di depan pintu keluar dan para awak media yang berdesakan dari dalam mau keluar ruangan. Untuk menyelamatkan SYL, team kawal bersama polisi yang menarik SYL kembali ke dalam ruangan.</p>
<p>“Nah, mungkin karena kecewa dengan tindakan penyelamatan SYL ke dalam ruangan, ada oknum wartawan yang berteriak SYL koruptor, kont*l. Mendengar makian itu, salah satu anggota team kawal SYL naik pitam dan mengejar si oknum wartawan untuk memberinya sedikit pelajaran. Itu sebenarnya yang terjadi, bukan berarti kami melarang wartawan mewawancarai SYL dengan melakukan penyerangan dan intimidasi terhadap wartawan,” imbuh Daenk Jamal.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, insiden itu tidak mengganggu terselenggaranya wawancara SYL oleh wartawan yang akhirnya dilakukan di dalam ruangan. “Awalnya sudah kita atur seperti biasa untuk wawancara di luar, tapi tadi sore terjadi desak-desakan karena jumlah media banyak sekali sehingga suasana tidak kondusif, maka SYL kami tarik lagi ke dalam ruangan lalu berlangsnglah wawancara dengan aman,” jelasnya.</p>
<p>Dalam wawancara itu, SYL menyampan permohonan maaf kepada berbagai pihak, termasuk kepada Presiden Joko Widodo, Ketua Partai Nasdem Surya Paloh, masyarakat Sulawesi Selatan, keluarganya, dan para wartawan. SYL juga mengaku siap bertanggung jawab atas apa yang terjadi segala sesuatu yang menurutnya merupakan konsekwensi jabatan yang diembannya selama menjadi Menteri Pertanian.</p>
<p>Sementara itu, terkait kerusakan perangkat kamera wartawan yang diakibatkan oleh dorong-dorongan di tengah kerumunan massa di depan ruang sidang, Daenk Jamal menyatakan bahwa kerusakan itu bukan diakibatkan oleh kekerasan atau penyerangan dari pihaknya, tapi itu terjadi karena saling dorong di antara warga yang ada di tempat kejadian.</p>
<p>“Saya pastikan bahwa kerusakan itu bukan karena tindak kekerasan atau penyerangan dari pihak team saya, tapi karena keadaan dorong-mendorong antara semua yang ada dalam kerumunan. Namun begitu, saya sebagai penanggung jawab pengawalan SYL selama persidangan, sudah saya sampaikan bahwa kita siap memberikan ganti rugi atas kerusakan itu,” terangnya menutup klarifikasinya. (Mega)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dituduh-serang-dan-intimidasi-wartawan-saat-liputan-putusan-syl-ini-klarifikasi-daenk-jamal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berhasil Ungkap Kasus Pembakaran Rumah Wartawan, PWI Apresiasi Polda Sumut</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/berhasil-ungkap-kasus-pembakaran-rumah-wartawan-pwi-apresiasi-polda-sumut/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/berhasil-ungkap-kasus-pembakaran-rumah-wartawan-pwi-apresiasi-polda-sumut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jul 2024 11:57:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Hendry Ch Bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11681</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun menyampaikan apresiasi langkah Polda Sumut yang cepat dalam&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; </strong>Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun menyampaikan apresiasi langkah Polda Sumut yang cepat dalam mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu, di Kabanjahe, Kabupaten Karo. Dalam peristiwa Rico dan anggota keluarganya tewas.</p>
<p>Dengan terungkapnya kasus pembakaran rumah wartawan di Kabupaten Karo, lanjut Hendry, hendaknya juga Polda Sumut mampu mengungkap kasus yang sama menimpa anggota PWI di Kabupaten Labuhanbatu.</p>
<p>&#8220;Tugas Polda Sumut belum selesai karena masih ada satu lagi &#8220;PR&#8221; untuk mengungkap kasus pembakaran wartawan anggota PWI di Kabupaten Labuhanbatu,&#8221; ujar Hendry Ch Bangun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/7/2024).</p>
<p>PWI Pusat juga mengapresiasi Ketua PWI Sumut, H Farianda Putra Sinik yang cepat tanggap atas kasus tersebut. Sehingga Kapolda Sumut langsung merespon dan menangkap terduga pelaku.</p>
<p>Terpisah Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumut yang menangkap empat terduga pelaku pembakaran rumah wartawan di Kabupaten Karo.</p>
<p>&#8220;PWI Sumut menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumut yang berhasil mengamankan para terduga pelaku pembakaran rumah wartawan di Kabupaten Karo. Diyakini polisi mampu mengungkap motif para pelaku,&#8221; ujar Farianda.</p>
<p>Demikian juga dalam hal mengungkap pembakaran rumah wartawan yang juga anggota PWI di Kabupaten Labuhanbatu yang terjadi pada 23 Maret 2024 lalu. &#8220;Ada satu &#8220;PR&#8221; agar Polda Sumut juga mengungkap kasus tersebut,&#8221; ujar Farianda.</p>
<p>Dengan dua peristiwa pembakaran rumah wartawan di Sumut, PWI Pusat telah membentuk Tim yang melibatkan PWI Pusat, PWI Sumut, PWI Tanah Karo dan PWI Labuhanbatu. Satgas ini dibentuk untuk mendorong dan membantu aparat hukum untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap wartawan di Sumut.</p>
<p>&#8220;Kita masih menanti keseriusan Polda Sumut untuk mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan di Labuhanbatu, setelah berhasil menangkap terduga pelaku pembakaran rumah wartawan di Tanah Karo yang menimbulkan 4 korban jiwa,&#8221; ujar Farianda.</p>
<p>Sehingga, lanjut Farianda, polisi mampu memberikan rasa keadilan korban dan keluarga.</p>
<p>Sebelumnya, Polda Sumut berhasil menangkap 4 orang terduga pelaku pembakaran rumah wartawan di Tanah Karo. Kini polisi terus melakukan penyelidikan dan para tersangka masih dalam pemeriksaan polisi.</p>
<p>Disebutkan Farianda, PWI Pusat dan PWI Sumut selain melakukan pendampingan hukum juga saat ini sedang mengkordinir donasi untuk membantu keluarga korban pembakaran rumah wartawan Rico Sempurna Pasaribu di Tanah Karo dan rumah Junaidi Marpaung yang juga dibakar di Kabupaten Labuhan Batu. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/berhasil-ungkap-kasus-pembakaran-rumah-wartawan-pwi-apresiasi-polda-sumut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>OBITUARI: Pak Ismet Rauf, Kami Kirim Doa dari Rangkasbitung</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/obituari-pak-ismet-rauf-kami-kirim-doa-dari-rangkasbitung/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/obituari-pak-ismet-rauf-kami-kirim-doa-dari-rangkasbitung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 05:59:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Ismet Rauf]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Obituari]]></category>
		<category><![CDATA[PWI]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=10141</guid>

					<description><![CDATA[Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kehilangan wartawan senior yang terus-menerus memberi keteladanan hingga akhir hayat. Wartawan kawakan berkelas internasional itu adalah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kehilangan wartawan senior yang terus-menerus memberi keteladanan hingga akhir hayat. Wartawan kawakan berkelas internasional itu adalah Ismet Rauf.</p>
<p>Pria kelahiran Payakumbuh ini pernah menitipkan biodatanya yang ia tulis sendiri pada saya. Begini biodatanya:</p>
<p>“Ismet Rauf (Wartawan Kantor Berita Antara 1967 -2002), antara lain pernah jadi Koresponden Antara di Kuala Lumpur, Wina ; &#8212;<br />
tim penulis buku 30 Tahun Konperensi Asia Afrika (Antara, 1985) &#8212; Diplomasi Indonesia (Kemlu RI 1995, lima jilid), &#8212; staf khusus Menkominfo bidang multimedia (2006) &#8212;<br />
Wartawan Utama, penguji UKW (2012), penerima Lifetime Achievement Award (Antara. 2011) &#8212; anugerah ini Press Card Number One (2012), Penasehat Pengurus Pusat PWI (2018-2023) &#8212; Pemred Kantor Berita MINA sejak 2014 (Terbit dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab)”.</p>
<p>Saya memang pernah bilang pada beberapa kawan wartawan agar menulis riwayat hidup yang lengkap berikut pencapaian- pencapaianya supaya kalau meninggal catatan itu bisa digunakan bahan menulis obituari atau in memoriam.</p>
<p>Singkat kata saya bermaksud mengajak kawan-kawan menyiapkan catatan obituari sendiri. Titip kan pada siapa saja. Kita sendiri lah yang lebih tahu tentang perjalanan dan pencapaian sendiri.</p>
<p>Pak Ismet mendukung gagasan saya. Dia lalu kirim biodata ke kami. Katanya boleh untuk keperluan apa saja.</p>
<p>Salah satunya biodata Ismet kami gunakan untuk pembuatan brosur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Fakultas Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta, tempat ia mengabdi sebagai penguji.</p>
<p>Ismet Rauf meninggal Rabu 5 Juni 2024 di rumahnya di Depok, Jawa Barat dalam usia 79 tahun.</p>
<p>Pencinta buku dan penulis yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat pada 15 November 1945 itu meninggalkan seorang istri, Yunidar Ismet, dan tiga anak laki-laki yaitu Rully R Ismet, Reza T Ismet, dan Aga W Ismet.<br />
Alamarhum meninggal pukul 08.00 dan dikebumikan pukul 14.30 di Tempat Pemakaman Umum Rawa Geni Kecamatan Cipayung, Kota Depok dengan diantar keluarga dan rekan-rekan almarhum sesama wartawan.</p>
<p>Ucapan duka cita dan doa mengalir dari mana-mana, terutama dari para wartawan senior.</p>
<p>Ada yang menyampaikan dalam bentuk bunga, tulisan duka cita lewat media sosial, hingga pemuatan press release In Memoriam seperti yang ditulis teman sejawatnya, mantan wartawan Antara, Aat Surya Safaat.</p>
<p>Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun melalui WhatsApp group PWI juga turut menyampaikan ucapan duka cita.</p>
<p>“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Senior PWI produktif, penulis buku Sejarah PWI, dan banyak lagi di setiap penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Semoga arwah almarhum diterima baik di sisiNya dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Alfatihah,” tulis Hendry Ch. Bangun setelah lsmet menghembuskan napas terakhir.</p>
<p>Ketika itu kami sedang mempersiapkan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di aula sebuah hotel sangat sederhana di Rangkasbitung, Banten.</p>
<p>Jarak Jakarta- Rangkasbitung sekitar 100 kilometer. Karena jarak inilah yang membuat kami merasa bersalah karena tidak bisa hadir takziah.</p>
<p>Rangkasbitung sebuah lokasi yang menginspirasi Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang mengecam bangsanya sendiri, bangsa Belanda yang menjajah Indonesia.</p>
<p>Kecaman dan perlawanan disampaikan lewat tulisan melalui novelnya berjudul Max Havelaar Novel ini pertama kali terbit pada 1860 dan terkenal di Belanda.</p>
<p>Di aula hotel tersebut telah hadir Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat Dr Firdaus Komar, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra, sejumlah penguji UKW, PJ. Bupati Lebak Iwan Kurniawan, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lebak dr Anik Sakinah, M.Si.</p>
<p>Rasa bersalah sedikit terobati pada keesokan harinya ketika penutupan UKW. Di ujung kegiatan, panitia UKW mengajak berdoa bersama khusus untuk almarhum Ismet Rauf.</p>
<p>Hopip, salah seorang penguji UKW yang sering kami sapa “ustadz”tampil ke depan dan memimpin doa khusus untuk almarhum Ismet.</p>
<p>“Ya itu tadi kiriman doa dari rekan-rekan PWI Banten,” kata Rian Nopandra yang berjalan keluar aula berdampingan dengan Firdaus, penguji yang juga Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia.</p>
<p>Ismet dalam kesaksian saya adalah wartawan senior yang baik. Ia disiplin, get things done (bekerja tuntas), dan sholat tepat waktu.<br />
Kami belum pernah mendengar dia membicarakan kekurangan orang lain.</p>
<p>Belakangan dia tercatat sebagai penguji UKW di lembaga UKW Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama).</p>
<p>Sering menguji bersama kami di beberapa daerah. Bahkan dia sering “dipasangkan” tidur sekamar di hotel dengan saya.</p>
<p>Entah apa yang dipikirkan oleh panitia antara saya dan Ismet sehingga sering ditempatkan di satu kamar.</p>
<p>Saya sih manut (ikut) apa kata panitia. Lagi pula saya senang bersama pak Ismet. Dia tidak merokok.</p>
<p>Selama di kamar, dia lebih banyak diam. Ketika saya pancing-pancing dengan pertanyaan, dia baru bercerita. Cerita pengalamannya sebagai wartawan.</p>
<p>Dia pernah ditugaskan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara di berbagai belahan dunia seperti yang ia tulis sendiri dalam biodatanya.</p>
<p>Saya senang mendengarkan Ismet bercerita sampai menjelang tidur. Kalau sudah mau tidur, Ismet bersiap-siap, selimutnya ditata sedemikian rupa, rapih.</p>
<p>Tidak seperti saya. Tidur dengan posisi sekenanya. Seringkali tidak memperdulikan selimut.</p>
<p>Karena sering tidur sekamar di tempat tidur dobel, saya hapal kebiasaannya di malam hingga pagi. Ketika menjelang waktu subuh, dia bangun dan segera sholat.</p>
<p>Saya juga tahu dia sering mengego. Pernah ia teriak keras dalam tidurnya. Saya bangunkan, “Pak Pak, ada apa”.</p>
<p>“Enggak ada apa-apa” tuturnya sambil membalik bantal di kepalanya.</p>
<p>Kini rekan Ismet Rauf telah berpulang untuk selamanya. Misi mulianya sebagai wartawan sudah dilaksanakan. Selamat jalan senior.</p>
<p><em> (Mohammad Nasir, pensiunan wartawan Harian Kompas).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/obituari-pak-ismet-rauf-kami-kirim-doa-dari-rangkasbitung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua PWI Buru Asma Payapo: Polisi Adalah Mitra Wartawan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-pwi-buru-asma-payapo-polisi-adalah-mitra-wartawan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-pwi-buru-asma-payapo-polisi-adalah-mitra-wartawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 09:04:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Buru]]></category>
		<category><![CDATA[PWI Buru]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=9270</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Kabupaten Buru &#8211;  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buru Dede Asma Payapo ajak wartawan untuk jalin&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Kabupaten Buru</strong> &#8211;  Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buru Dede Asma Payapo ajak wartawan untuk jalin silaturahmi baik dengan Polres Buru.</p>
<p>Penyampaian itu disampaikan di sela acara Coffee Morning, Jumat (24/5/2024).</p>
<p>Payapo katakan bahwa polisi adalah mitra wartawan, untuk itu ia menyampaikan apresiasi kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Ibu Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjan beserta jajaran yang telah menggelar kegiatan ini guna menjalin dan membina hubungan baik dengan insan pers.</p>
<p>Payapo berharap semoga silaturahmi pers dengan kepolisian dapat terus terpelihara, sehingga sinergitas kedua profesi ini juga dapat terjalin dengan baik.</p>
<p>Selanjutnya Payapo mengajak wartawan agar dapat membantu Polres Buru untuk meliput kegiatan-kegiatan kepolisian.</p>
<p>&#8220;Polisi adalah mitra kita, dan kita adalah mitra kepolisian,&#8221; tutur Payapo.</p>
<p>Selaku Ketua PWI. Payapo ucapkan terima kasih, Polres Buru selama ini telah banyak membantu hajat wartawan baik yang sifat internal maupun eksternal dalam pengembangan organisasi kewartawanan. (SM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/ketua-pwi-buru-asma-payapo-polisi-adalah-mitra-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres Buru Terus Berkolaborasi dan Jalin Sinergi dengan Wartawan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/polres-buru-terus-berkolaborasi-dan-jalin-sinergi-dengan-wartawan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/polres-buru-terus-berkolaborasi-dan-jalin-sinergi-dengan-wartawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2024 07:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Coffee morning]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Buru]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Buru]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=9267</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Kabupaten Buru &#8211;  Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mengajak insan pers (wartawan) yang bertugas di Kabupaten Buru&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Kabupaten Buru</strong> &#8211;  Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang mengajak insan pers (wartawan) yang bertugas di Kabupaten Buru agar terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Kepolisian.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kapolres ketika menggelar Coffee Morning di Aula Andra Dharmalaksana, Jumat (24/5/2024).</p>
<p>Kegiatan coffee morning yang digelar<br />
bersama insan pers di Kabupaten Buru sebagai sarana komunikasi Polri dengan wartawan untuk lebih mempererat tali silaturrahmi dan menjalin sinergitas antara pihak Kepolisian dengan insan pers.</p>
<p>Dengan jalinan silaturahmi ini, Kapolres berharap agar pers dapat meliput kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Buru sekaligus sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Buru.</p>
<p>Mewakili wartawan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia PWI Kabupaten Buru Dede Asma Payapo menyampaikan apresiasi kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Kapolres Buru beserta jajaran yang telah menggelar kegiatan ini guna menjalin dan membina hubungan baik dengan insan pers.</p>
<p>Payapo berharap semoga silaturahmi pers dengan kepolisian dapat terus terpelihara, sehingga sinergitas kedua profesi ini juga dapat terjalin dengan baik.</p>
<p>Acara silaturahmi ini dipandu oleh<br />
Humas Polres Buru, Aipda Djamaludin<br />
dan di hadiri Waka Polres Buru<br />
Kompol Akmil Djapa dan sejumlah Pejabat Utama dilingkup Polres Buru.(SM)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/polres-buru-terus-berkolaborasi-dan-jalin-sinergi-dengan-wartawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
