<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pancasakti Tegal &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/universitas-pancasakti-tegal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Sep 2024 13:09:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>Universitas Pancasakti Tegal &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahasa Santun yang Tergerus: Tantangan Kesantunan Berbahasa Indonesia pada Mahasiswa Gen-Z</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/bahasa-santun-yang-tergerus-tantangan-kesantunan-berbahasa-indonesia-pada-mahasiswa-gen-z/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/bahasa-santun-yang-tergerus-tantangan-kesantunan-berbahasa-indonesia-pada-mahasiswa-gen-z/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 02:06:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15453</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Di era digital yang serba cepat ini, generasi muda, khususnya mahasiswa Gen-Z, kerap dihadapkan pada&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Di era digital yang serba cepat ini, generasi muda, khususnya mahasiswa Gen-Z, kerap dihadapkan pada dilema penggunaan bahasa. Di satu sisi, mereka adalah pewaris bahasa dan budaya Indonesia yang kaya, namun di sisi lain, arus globalisasi dan digitalisasi mengikis esensi kesantunan berbahasa yang selama ini menjadi salah satu ciri khas bangsa. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sering kali terabaikan, digantikan oleh bahasa gaul, singkatan yang tidak baku, dan penggunaan bahasa asing yang berlebihan.</p>
<p>Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri tentang masa depan bahasa Indonesia di tangan generasi penerus.</p>
<p>Generasi Z dan Perubahan Dinamika Bahasa:<br />
Mahasiswa Gen-Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi yang sangat adaptif terhadap teknologi. Media sosial menjadi ruang utama komunikasi mereka, sehingga bahasa yang digunakan pun terpengaruh oleh tren-tren digital. Kesantunan berbahasa yang seharusnya menjadi pondasi dalam komunikasi sering tergantikan oleh kata-kata yang cenderung kasar, kurang sopan, atau bahkan sarkastik. Bahasa santun dan formal dianggap kuno dan tidak relevan, padahal sejatinya, bahasa yang santun mencerminkan etika dan nilai-nilai budaya bangsa.</p>
<p>Faktor Penyebab Hilangnya Kesantunan Berbahasa:</p>
<p>1. Pengaruh Media Sosial<br />
Media sosial, seperti Instagram, Twitter, dan TikTok, menjadi platform utama bagi Gen-Z untuk berekspresi. Sayangnya, ekspresi yang bebas ini sering kali tidak disertai dengan filter kesantunan. Komunikasi yang cepat, singkat, dan tidak formal menjadi standar, sehingga bahasa Indonesia yang baik dan benar seolah terlupakan.</p>
<p>2. Pengaruh Bahasa Asing<br />
Bahasa Inggris, sebagai bahasa global, sering kali dianggap lebih keren dan modern. Akibatnya, banyak mahasiswa yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan istilah-istilah asing tanpa memperhatikan kaidah. Hal ini memunculkan tren bahasa campur yang semakin menjauhkan generasi muda dari bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<p>3. Minimnya Pendidikan Bahasa yang Kontekstual<br />
Kurikulum pendidikan bahasa yang ada saat ini sering kali dianggap tidak relevan dengan kebutuhan nyata mahasiswa. Pembelajaran yang terlalu teoritis dan kurang kontekstual menyebabkan mahasiswa kehilangan minat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>4. Pengaruh Budaya Pop<br />
Budaya pop, seperti lagu, film, dan konten digital lainnya, sering kali menggunakan bahasa yang jauh dari kaidah kesantunan. Gen-Z yang tumbuh dengan budaya ini cenderung meniru gaya bahasa tersebut tanpa menyaring nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Dampak Hilangnya Kesantunan Berbahasa<br />
Hilangnya kesantunan berbahasa tidak hanya berdampak pada citra diri mahasiswa, tetapi juga berpotensi merusak citra generasi muda Indonesia di mata dunia. Kesantunan berbahasa adalah cermin dari sikap, karakter, dan moral seseorang. Ketika mahasiswa, yang seharusnya menjadi agen perubahan, kehilangan nilai-nilai ini, maka nilai budaya bangsa pun ikut tergerus. Selain itu, hilangnya kesantunan juga dapat mengganggu komunikasi akademik dan profesional, di mana penggunaan bahasa yang baik dan benar menjadi sangat penting.</p>
<p>Solusi untuk Mengembalikan Kesantunan Berbahasa:</p>
<p>1. Edukasi Bahasa yang Menarik dan Relevan<br />
Pendidikan bahasa perlu dirombak agar lebih kontekstual dan menarik bagi mahasiswa. Penggunaan media digital dalam pembelajaran bahasa, seperti podcast, vlog edukatif, dan diskusi daring, bisa menjadi alternatif untuk mendekatkan mahasiswa dengan bahasa Indonesia yang santun.</p>
<p>2. Peningkatan Kesadaran Melalui Kampanye Sosial<br />
Kampanye sosial tentang pentingnya kesantunan berbahasa perlu digalakkan, baik di kampus maupun di media sosial. Konten kreatif yang melibatkan influencer atau figur publik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Gen-Z.</p>
<p>3. Penggunaan Teknologi untuk Edukasi Bahasa<br />
Pemanfaatan aplikasi belajar bahasa dan teknologi AI untuk mengoreksi kesalahan berbahasa dapat membantu mahasiswa memahami pentingnya penggunaan bahasa yang baik. Fitur koreksi otomatis yang mendukung EYD bisa menjadi solusi yang menarik.</p>
<p>4. Mendorong Komunitas Literasi dan Diskusi Bahasa<br />
Membentuk komunitas literasi yang fokus pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar bersama. Diskusi yang melibatkan praktisi, sastrawan, dan akademisi dapat membuka wawasan mereka tentang pentingnya kesantunan berbahasa.</p>
<p>Kesimpulan:<br />
Hilangnya kesantunan berbahasa pada mahasiswa Gen-Z bukanlah masalah yang bisa diabaikan. Fenomena ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak, mulai dari pendidik, orang tua, hingga pemerintah. Melalui pendekatan yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan zaman, kita dapat membangkitkan kembali kesadaran berbahasa yang santun di kalangan mahasiswa. Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa yang harus dijaga, dan mahasiswa sebagai generasi penerus harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kesantunan berbahasa.</p>
<p><em>Penulis: M. Caesar Febriano Sudarno</em><br />
<em>Mahasiswa Semester 3</em><br />
<em>S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</em><br />
<em>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</em><br />
<em>Universitas Pancasakti Tegal</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/bahasa-santun-yang-tergerus-tantangan-kesantunan-berbahasa-indonesia-pada-mahasiswa-gen-z/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Bahasa Inggris di Kalangan Anak Muda</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendidikan-bahasa-inggris-di-kalangan-anak-muda/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendidikan-bahasa-inggris-di-kalangan-anak-muda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 15:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=15326</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang paling penting di dunia saat ini. Keterampilan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang paling penting di dunia saat ini. Keterampilan berbahasa Inggris yang baik memberikan banyak manfaat, termasuk peluang karir yang lebih luas, kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai budaya, akses ke sumber daya global, dan peningkatan kesempatan untuk pengembangan pribadi.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi anak muda untuk mendapatkan pendidikan Bahasa Inggris yang baik agar dapat bersaing dalam dunia yang semakin global ini.</p>
<p>Perkembangan Bahasa Inggris di Kalangan Anak Muda:<br />
Kurikulum yang Diperbarui: Pendidikan Bahasa Inggris di kalangan anak muda telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Kurikulum sekarang lebih berfokus pada pengembangan keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis secara seimbang.</p>
<p>Tujuan utamanya adalah membantu anak muda untuk menjadi komunikator yang lancar dan percaya diri dalam Bahasa Inggris.</p>
<p>Pemanfaatan Teknologi: Anak muda saat ini tumbuh dalam era digital yang canggih, dan teknologi telah menjadi alat yang sangat berguna dalam pendidikan Bahasa Inggris. Ada berbagai aplikasi, situs web, dan platform pembelajaran online yang dirancang khusus untuk membantu anak muda belajar Bahasa Inggris dengan cara yang menarik dan interaktif.</p>
<p>Teknologi ini memungkinkan anak muda untuk berlatih dan meningkatkan keterampilan mereka dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah diakses.</p>
<p>Peluang Belajar di Luar Negeri: Semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk belajar Bahasa Inggris di luar negeri. Program pertukaran pelajar dan program studi di luar negeri memberikan pengalaman yang tak ternilai bagi anak muda dalam menguasai Bahasa Inggris. Melalui interaksi langsung dengan penutur asli dan kehidupan sehari-hari di negara berbahasa Inggris, anak muda dapat mengembangkan kemampuan komunikasi mereka dengan cepat dan lebih efektif.</p>
<p>Manfaat Pendidikan Bahasa Inggris di Kalangan Anak Muda:<br />
Peluang Karir yang Lebih Baik: Keterampilan Bahasa Inggris yang baik sangat penting dalam dunia kerja saat ini. Dalam banyak sektor industri, kemampuan berbahasa Inggris dianggap sebagai aset berharga. Dengan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, anak muda dapat membuka pintu menuju peluang karir yang lebih luas dan potensial penghasilan yang lebih tinggi.</p>
<p>Komunikasi Antarbudaya: Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai budaya di seluruh dunia.</p>
<p>Dengan menguasai Bahasa Inggris, anak muda dapat terlibat dalam dialog antarbudaya yang lebih efektif dan memahami perspektif yang berbeda secara lebih baik.</p>
<p>Nah, itulah pembahasan tentang penting dan manfaat bahasa Inggris di kalangan muda. Ada satu quotes yang berisi “ Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”.</p>
<p><em>Oleh : Siti Rahma Alifiah</em><br />
<em>Mahasiswa Semester 5</em><br />
<em>Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Pancasakti Tegal</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/pendidikan-bahasa-inggris-di-kalangan-anak-muda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Gelar Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia dan Partisipasi dalam Hari Bersih-Bersih Nasional dengan Universitas Tarlac, Filipina</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Nov 2023 23:36:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11859</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam upaya memperkuat hubungan antara Filipina dan Indonesia, Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia telah menjadi sebuah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam upaya memperkuat hubungan antara Filipina dan Indonesia, Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia telah menjadi sebuah inisiatif penting. Bahasa merupakan jembatan utama dalam menyampaikan gagasan, nilai, dan ekspresi diri.</p>
<p>Sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarkan pemahaman akan pentingnya memelihara dan mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi yang efektif, serta merangkul keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat internasional diharapkan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian dan kemurnian Bahasa Indonesia.</p>
<p>Momentum Hari Bersih-Bersih Nasional: Membangun Kesadaran Lingkungan Global<br />
Setiap tahun, Hari Bersih-Bersih Nasional menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia dan internasional untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bagi kesejahteraan bersama.</p>
<p>Hari Bersih-Bersih Nasional mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu dalam upaya pelestarian lingkungan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, akan tercipta budaya peduli lingkungan yang kental di kalangan masyarakat internasional, serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang.<br />
Pengabdian Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina<br />
Pengabdian masyarakat internasional yang dilaksanakan di Tarlac, Filipina, menggabungkan dua inisiatif utama: sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia dan kesadaran kebersihan.</p>
<p>Melalui program ini, diharapkan masyarakat setempat dapat memperoleh wawasan baru tentang pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.<br />
Sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia di Tarlac bertujuan untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Filipina. Para peserta, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum, diajak untuk memahami dan mengapresiasi keunikan bahasa serta budaya Indonesia. Ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua negara dan mendorong kerjasama lebih lanjut di berbagai bidang.</p>
<p>Selain itu, kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional yang dilaksanakan di Tarlac menjadi contoh konkret bagaimana partisipasi aktif masyarakat dapat menciptakan perubahan positif dalam menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, guru, dan warga setempat, untuk bersama-sama membersihkan area publik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.<br />
Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, telah diadakan dua inisiatif penting: Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia dan Hari Bersih-Bersih Nasional di Filipina. Berikut adalah tujuan dari masing-masing kegiatan tersebut:<br />
Sosialisasi Pengajaran Bahasa Indonesia</p>
<p>1. Mempertahankan dan Meningkatkan Hubungan Bilateral Sosialisasi pengajaran Bahasa Indonesia di Filipina bertujuan untuk memperkuat hubungan antara kedua negara dengan mempromosikan pemahaman budaya dan bahasa. Dengan memahami Bahasa Indonesia, warga Filipina dapat lebih mengenal dan menghargai budaya Indonesia, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat dan harmonis.<br />
2. Peningkatan Kerja Sama Pendidikan Dengan memperkenalkan Bahasa Indonesia di Filipina, diharapkan dapat merangsang kerja sama di bidang pendidikan. Ini termasuk pertukaran pelajar, program beasiswa, dan kolaborasi penelitian antar universitas. Kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua negara, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian.<br />
3. Memperluas Peluang Karier Pengetahuan Bahasa Indonesia dapat membuka peluang karier baru bagi warga Filipina dalam berbagai sektor yang terkait dengan hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina, seperti perdagangan, pariwisata, dan diplomasi. Dengan kemampuan berbahasa Indonesia, mereka akan lebih kompetitif dan memiliki keunggulan di pasar kerja internasional.</p>
<p>Kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional di Filipina<br />
1. Peningkatan Kesadaran Lingkungan Kegiatan Hari Bersih-Bersih Nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Filipina akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini mencakup pembersihan sungai, pantai, dan jalan-jalan, serta edukasi tentang pentingnya kelestarian lingkungan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.<br />
2. Menggalakkan Partisipasi Masyarakat Melalui kegiatan ini, pemerintah berusaha menggalakkan partisipasi aktif masyarakat, baik individu maupun kelompok, dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Partisipasi aktif ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
<p>Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional yang dilaksanakan di Tarlac, Filipina, telah berhasil diselenggarakan dan memberikan berbagai manfaat signifikan.</p>
<p>Berikut adalah kesimpulan dari kegiatan ini:</p>
<p>1. Bagian Integral dari Program Universitas Pancasakti Tegal Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini merupakan bagian integral dari keseluruhan program di Universitas Pancasakti Tegal, khususnya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Melalui program ini, universitas berupaya memperluas cakupan pengabdian masyarakat tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri, memperkuat komitmen terhadap pendidikan global.</p>
<p>2. Bukti Pelaksanaan dan Pengembangan Kapabilitas Laporan yang dibuat dari kegiatan ini berfungsi sebagai bukti pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan integritas dan kapabilitas dalam mengemban tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di luar negeri. Dokumentasi ini menjadi acuan penting bagi evaluasi dan pengembangan program serupa di masa depan.</p>
<p>3. Penerapan dan Pengembangan Ilmu serta Keterampilan Mahasiswa Kegiatan ini telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu serta keterampilan yang mereka miliki dalam kegiatan pembelajaran di luar kampus dan luar negeri. Mahasiswa dapat merasakan langsung aplikasi praktis dari teori yang dipelajari, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan kolaborasi internasional.</p>
<p>Kegiatan Pengabdian Masyarakat Internasional di Tarlac, Filipina, tidak hanya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dan dosen Universitas Pancasakti Tegal. Program ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dapat diintegrasikan dalam konteks global untuk menghasilkan manfaat yang luas dan berkelanjutan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-gelar-sosialisasi-pengajaran-bahasa-indonesia-dan-partisipasi-dalam-hari-bersih-bersih-nasional-dengan-universitas-tarlac-filipina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Mengajar Bahasa Indonesia dan Mempromosikan Budaya Nusantara di Thailand Selatan</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Sep 2023 23:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11864</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam agenda pengabdian Masyarakat internasional, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengajaran Bahasa Indonesia dan juga mempromosikan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam agenda pengabdian Masyarakat internasional, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengajaran Bahasa Indonesia dan juga mempromosikan biudaya Indonesia di kancah internasional. Agenda pengabdian Masyarakat ini bertempat di negara Thailand, tepatnya di Thailand Selatan.</p>
<p>Dalam pengabdian ini, Universitas Pancasakti Tegal mengirimkan 2 mahasiswa dan juga 1 dosen pembimbing lapangan untuk mengajarkan dan mempromosikan tentang Indonesia. Peserta pengabdian Masyarakat internasional ini antara lain Warapa Tohdin, Kewalin Sensulee, dan Ihda Rosdiana, M. Hum.<br />
Kegiatan yang dilakukan ini berlangsung dalam 4 Minggu atau 1 bulan. Dalam 1 bulan lamanya, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan juga DPL yang mengikuti program pengabdian Masyarakat internasional ini.</p>
<p>Berikut beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan juga DPL dalam mengajar Bahasa Idonesia dan juga mempromosikan budaya Indonesia di negara Gajah Putih tersebut.</p>
<p><strong>Minggu Pertama: Mendorong Anak-Anak Sai Ngam Tunjukkan Potensi</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu pertama bertujuan untuk mendorong anak-anak di desa Sai Ngam agar menunjukkan potensi mereka dengan berpartisipasi dalam kompetisi akademik. Biasanya, ada kompetisi akademik setiap tahun untuk sekolah-sekolah Islam. Dalam kompetisi akademik ini, anak-anak dari berbagai desa ikut berpartisipasi bersama. Tujuan membawa mereka ke acara ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bakat. Saat berpartisipasi, mereka mendapatkan banyak pengetahuan dan membuat teman baru. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membuat mereka senang dan menikmati pembelajaran di luar kelas dan di luar batasan formal.</p>
<p><strong>Minggu Kedua: Mengawasi Ujian di Sekolah Nurul Islam</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu kedua terkait dengan pengawasan ujian siswa di Sekolah Nurul Islam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para guru Sekolah Nurul Islam dalam mengawasi ujian karena jumlah guru di sekolah tersebut terbatas.</p>
<p>Dengan adanya bantuan dari tim Universitas Pancasakti Tegal, beban para guru dapat berkurang, dan siswa mendapatkan bimbingan serta kenyamanan selama ujian berlangsung, sehingga ujian dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p><strong>Minggu Ketiga: Menanamkan Moral dan Etika</strong></p>
<p>Pada minggu ketiga, tujuan dari kegiatan adalah untuk menanamkan moral dan etika pada anak-anak. Mereka diajarkan bagaimana menerapkan prinsip-prinsip Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendorong dan memperkuat pengetahuan serta pemahaman mereka tentang pentingnya menjadi orang yang baik dan bermoral. Etika yang diajarkan melibatkan kepedulian terhadap orang lain dan kemampuan untuk hidup bahagia sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.</p>
<p><strong>Minggu Keempat: Mengajar Bahasa Melayu dan Arab</strong></p>
<p>Kegiatan pada minggu keempat bertujuan untuk mengajarkan perkenalan diri dalam bahasa Melayu kepada siswa-siswa sekolah Islam di desa (Tadika Nurul Islam). Bahasa Melayu sangat penting bagi mereka karena provinsi Satun berbatasan dengan Malaysia. Selain itu, tim juga mengajarkan kosakata bahasa Arab. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan siswa untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Melayu dengan kalimat pendek dan mengajarkan mereka kosakata bahasa Arab untuk kategori karier. Diharapkan, siswa mampu berbicara dan memperkenalkan diri dalam bahasa Melayu dengan lancar serta memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Arab.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Universitas Pancasakti Tegal di Thailand Selatan tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat tetapi juga mempererat hubungan antar negara. Program ini menjadi contoh bagaimana pendidikan dan kebudayaan dapat diintegrasikan dalam konteks global untuk menciptakan dunia yang lebih harmonis dan penuh pengertian. Warapa Tohdin, Kewalin Sensulee, dan Ihda Rosdiana, M. Hum. telah menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam melaksanakan tugas ini, memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan akademisi lainnya.</p>
<p>Penulis :<br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</em> <em>Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-mengajar-bahasa-indonesia-dan-mempromosikan-budaya-nusantara-di-thailand-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan PPL dan KKN Internasional UPS Tegal Dilakukan di Thailand Selatan, Mahasiswa Memberikan Pembelajaran kepada Siswa Sekolah Dasar di Thailand</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 01:57:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11899</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Pancasakti&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal</strong> &#8211; Salah satu mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan PPL dan KKN Internasional. PPL sendiri merupakan singkatan dari Praktik Pengalaman Lapangan dan merupakan salah satu kegiatan perkuliahan.</p>
<p>Namun, kali ini PPL dilakukan sedikit berbeda dengan biasanya. Hal ini karena kegiatan PPL dan KKN internasional yang dilakukan berlangsung secara internasional.</p>
<p>Kegiatan PPL dan KKN internasional ini sendiri berlangsung di sekolah dasar Thessaban Bankrabineul School, Krabi, Thailand Selatan.</p>
<p>Peserta di kegiatan PPL dan KKN internasional ini adalah Ananta Anindya Syani dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, UPS Tegal. Kegiatan yang dilakukan di negara Thailand ini berlangsung selama 1 bulan lamanya.</p>
<p>Kegiatan PPL dan KKN internasional di negeri Gajah Putih memberikan segudang manfaat</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa ini ternyata tidak dilakukan oleh perguruan tinggi UPS saja tapi ada juga beberapa perguruan tinggi lainnya. Kesempatan untuk bisa melancong di negara tetangga tentunya sangat menarik untuk kebanyakan mahasiswa yang ada.</p>
<p>Banyak sekali manfaat yang bisa mahasiswa dapatkan ketika melakukan program PPL dan KKN internasional ini. Salah satunya adalah sebagai mahasiswa dari FKIP tentunya bisa mengasah keterampilan mengajar dan juga profesionalitas calon guru.</p>
<p>Dengan mengikuti kegiatan ini tentunya mahasiswa jauh lebih lihai ketika menghadapi peserta didik jika sudah menjadi guru. Mahasiswa juga akan bisa mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki pada saat mengajar di negara Thailand tersebut.</p>
<p>Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini tentunya juga bisa melihat perbedaan kultur atau budaya yang ada. Hal ini tentunya terlihat jelas karena budaya di Indonesia dan Thailand tentunya memiliki ciri khasnya masing-masing.</p>
<p>Gambaran Lokasi PPL dan KKN internasional di Thailand</p>
<p>Krabi adalah salah satu provinsi tertua di Thailand Selatan, terletak di sepanjang garis pantai Laut Andaman. Terletak di sebelah selatan Bangkok, Krabi terkenal dengan sektor pariwisatanya yang merupakan jantung ekonomi provinsi ini. Provinsi ini juga memiliki bandara internasional yang memudahkan pemesanan tiket pesawat langsung ke Krabi.</p>
<p>Krabi memiliki populasi Muslim yang signifikan, dengan sekitar 60% penduduknya beragama Islam, meskipun hanya sekitar 20% dari total penduduk Thailand. Meskipun jumlah umat Islam relatif kecil, masyarakat hidup harmonis dengan toleransi yang kuat di antara berbagai kepercayaan.</p>
<p>Kota ini memiliki pasar malam dan pasar tradisional yang ramai dikunjungi wisatawan. Krabi terkenal dengan keasriannya, dengan jalanan yang tenang, bebas dari kemacetan dan kebisingan klakson, serta lalu lintas yang tertib.</p>
<p>Pemandangan yang indah, seperti lautan hijau, gunung, dan pantai, mempercantik perjalanan di sepanjang jalan. Rumah-rumah panggung dan bilik bambu menambah kesan kesederhanaan dan keindahan. Hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam berkeliaran di ladang atau di sekitar rumah yang asri dan hijau.</p>
<p>Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa yang melakukan PPL di Thailand. Kegiatan tersebut antara lain mengajar siswa, memberikan permainan kecil dan mengawasi siswa.</p>
<p>Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini juga merasa senang dan juga mempelajari banyak hal baru selama kegiatan ini berlangsung. Dikarenakan pembelajaran yang dilakukan untuk siswa sekolah dasar, maka pada dasarnya para siswa masih senang bermain.</p>
<p>Untuk itu, mahasiswa menggunakan metode yang ampuh untuk menguasai kelas agar tidak terlalu kacau. Dengan menggunakan metode permainan tentunya siswa akan lebih senang dan bisa menerima pembelajaran dengan baik.</p>
<p>Pembelajaran sambil bermain ini sepertinya efektif untuk dilakukan karena siswa akan lebih tertarik untuk belajar. Kegiatan yang dilakukan seperti halnya pada umumnya yaitu menggambar, belajar kosa kata baru, dan games siapa cepat dia dapat.</p>
<p>Tidak hanya pembelajaran di dalam kelas saja, mahasiswa yang mengikuti kegiatan PPL ini juga mengembangkan hubungan baik dengan elemen Masyarakat. Kegiatan ini tentunya akan membuat rasa yang lebih dekat dengan melakukan komunikasi dan mengikuti kegiatan lainnya seperti apel pagi dan lain-lain.</p>
<p>Dalam melakukan kegiatan di luar negara Indonesia tentunya ada sedikit kendala seperti komunikasi yang berbeda Bahasa. Namun, tantangan tersebut tentunya bisa diatasi dengan menggunakan teknologi seperti Google translate.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung selama 1 bulan ini tentunya akan membuat pengalaman menarik untuk mahasiswa yang bersangkutan. Serta bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa lainnya dalam melakukan kegiatan PPL internasional ini.</p>
<p>Dari kegiatan ini bisa dilihat bahwa kegiatan PPL dan KKN internasional di Thailand oleh mahasiswa UPS Tegal bukan hanya memberikan pengalaman berharga secara akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman pribadi mereka. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam memperluas cakrawala pendidikan mereka melalui pengalaman internasional yang bermanfaat.</p>
<p><em>Penulis : Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</em> <em>Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kegiatan-ppl-dan-kkn-internasional-ups-tegal-dilakukan-di-thailand-selatan-mahasiswa-memberikan-pembelajaran-kepada-siswa-sekolah-dasar-di-thailand/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Berikan Pendampingan Printing 3D sebagai Pendukung Pengembangan UMKM di Wilayah Kabupaten Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 01:36:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11893</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0, Universitas Pancasakti Tegal turut serta&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0, Universitas Pancasakti Tegal turut serta dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal. Salah satu inisiatif terbaru mereka adalah pendampingan dalam teknologi additive manufacturing, atau lebih dikenal sebagai Printing 3D.</p>
<p>Printing 3D merupakan salah satu teknologi yang menjadi bagian dari revolusi industri 4.0, yang memungkinkan produksi berbasis digital dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. Teknologi ini tidak hanya mengubah cara produksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global.</p>
<p>Sebagai bagian dari inisiatif Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan oleh Kementerian Perindustrian, pendekatan Universitas Pancasakti Tegal terhadap UMKM di wilayah Kabupaten Tegal tidak hanya berfokus pada pemahaman teknologi, tetapi juga pada penerapan praktis melalui workshop dan pendampingan langsung. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengadopsi teknologi terbaru.</p>
<p>Menurut Dr. Siti Nurhayati, Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal, &#8220;Pendampingan dalam teknologi Printing 3D tidak hanya tentang transfer teknologi, tetapi juga tentang membangun kapasitas lokal dalam menghadapi tantangan industri 4.0. Kami percaya bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing dalam pasar global jika didukung dengan teknologi yang tepat dan pemahaman yang mendalam.&#8221;</p>
<p>Program ini juga sejalan dengan upaya untuk membangun infrastruktur digital nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang teknologi. Dengan memfasilitasi akses UMKM terhadap teknologi canggih seperti Printing 3D, Universitas Pancasakti Tegal berharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan daya saing industri di Kabupaten Tegal.</p>
<p>Melalui pendekatan holistik ini, Universitas Pancasakti Tegal tidak hanya menjadi pusat pendidikan tinggi, tetapi juga mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0. Dengan terus mengembangkan program pendampingan dan pelatihan, mereka berkomitmen untuk menjadi pendorong utama kemajuan teknologi dan inovasi di wilayah ini.</p>
<p>Pengabdian masyarakat tentang peluang produk hasil proses printing 3D di era digitalisasi sebagai sarana pengembangan UMKM di wilayah Kabupaten Tegal menjanjikan sejumlah hasil dan dampak positif yang signifikan. Berikut adalah beberapa potensi luaran yang dapat dicapai:</p>
<p>1. Peningkatan Pengetahuan UMKM: Pengabdian masyarakat dapat memberikan pengetahuan dasar tentang teknologi printing 3D kepada UMKM di Kabupaten Tegal. UMKM akan menjadi lebih sadar akan potensi teknologi ini dalam menghasilkan produk dengan biaya lebih efisien dan waktu yang lebih singkat.</p>
<p>2. Diversifikasi Produk: Dengan pemahaman tentang potensi printing 3D, UMKM dapat mengembangkan produk-produk baru yang sebelumnya sulit atau mahal untuk diproduksi secara tradisional. Ini dapat membantu UMKM untuk menghadirkan variasi produk yang lebih menarik bagi pasar.</p>
<p>3. Peningkatan Kualitas Produk: Penggunaan teknologi printing 3D dapat memungkinkan UMKM untuk menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik dan detail yang lebih tinggi. Hal ini dapat membantu UMKM bersaing dengan produk-produk dari skala yang lebih besar.</p>
<p>4. Efisiensi Produksi: Teknologi printing 3D dapat mengurangi waktu dan biaya dalam proses produksi, karena dapat menghasilkan produk dalam satu cetakan tanpa perlu banyak tahap produksi. Hal ini dapat membantu UMKM mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.</p>
<p>5. Kolaborasi dan Jaringan: Pengabdian masyarakat dapat menciptakan peluang bagi UMKM untuk berkolaborasi dengan ahli atau institusi terkait dalam pengembangan produk menggunakan teknologi 3D printing. Ini dapat membuka peluang jaringan yang lebih luas dan akses terhadap sumber daya yang berguna.</p>
<p>6. Peningkatan Daya Saing: Dengan mengadopsi teknologi modern seperti 3D printing, UMKM di wilayah Kabupaten Tegal dapat menjadi lebih kompetitif dalam pasar yang semakin global. Produk-produk inovatif dan berkualitas dapat membantu UMKM menarik perhatian lebih banyak pelanggan.</p>
<p>7. Pengembangan SDM: Pengabdian masyarakat juga dapat membantu dalam pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan keterampilan baru kepada pekerja UMKM. Ini akan memperkuat kapasitas mereka dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi 3D printing.</p>
<p>8. Peningkatan Branding dan Visibilitas: Produk-produk yang dihasilkan melalui teknologi 3D printing memiliki potensi untuk menjadi inovatif dan unik. Hal ini dapat membantu meningkatkan branding dan visibilitas UMKM di pasar.</p>
<p>9. Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Penggunaan teknologi 3D printing dapat membantu menggerakkan ekonomi lokal dengan memberikan peluang kepada UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menciptakan lapangan kerja baru.</p>
<p>10. Pengurangan Dampak Lingkungan: Dalam beberapa kasus, teknologi 3D printing dapat mengurangi limbah dan konsumsi sumber daya, karena hanya menggunakan bahan yang diperlukan dalam proses pencetakan. Ini dapat memberikan dampak positif pada lingkungan.</p>
<p>Dengan berbagai potensi ini, pendampingan teknologi 3D printing oleh Universitas Pancasakti Tegal tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas UMKM, tetapi juga pada pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.</p>
<p><em>Penulis: Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-berikan-pendampingan-printing-3d-sebagai-pendukung-pengembangan-umkm-di-wilayah-kabupaten-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi Alat Rebus APEc_1 Tingkatkan Mutu Produksi Ecoprint di IKM Citra Collection Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 00:23:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11879</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tahun 2022 yang berjudul &#8220;Pengembangan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari hasil penelitian tahun 2022 yang berjudul &#8220;Pengembangan Alat Perebusan Kulit pada Proses Pewarnaan Alami Ecoprint di IKM Citra Collection Kota Tegal&#8221;.</p>
<p>Salah satu keluaran penting dari penelitian tersebut adalah alat perebusan ecoprint (APEc) yang telah mendapatkan HAKI sederhana. Berdasarkan hasil uji coba, alat ini mampu meningkatkan mutu produk dan memperpendek proses produksi di IKM Citra Collection.</p>
<p>Namun, tantangan yang dihadapi meliputi pengoperasian alat dengan benar, biaya produksi setelah penggunaan APEc, dan pengurangan waktu yang digunakan.</p>
<p>Ketua dari pengabdian Masyarakat ini adalah Ir. Zulfah., M.M. Terdapat pual 5 anggota pengabdian yang lainnya yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>
<p>Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini berlangsung selama 6 bulan lamanya. Berikut beberapa rincian dari pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan.</p>
<p><strong>Metode Pelaksanaan</strong></p>
<p>Metode pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dimulai dari survei IKM, merumuskan metode yang tepat, pelaksanaan PkM, pembuatan jurnal, dan laporan PkM. Solusi yang diberikan mencakup pelatihan, penyerahan atau hibah APEc untuk IKM Citra Collection, pelatihan implementasi penggunaan alat APEc, dan penyusunan Instruksi Kerja (IK) untuk penggunaan APEc. Target dari PkM ini adalah publikasi hasil pengabdian pada jurnal pengabdian.</p>
<p><strong>Tujuan Kegiatan</strong></p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan, dosen, dan lembaga. Bagi perusahaan, mereka akan memiliki alat produksi APEc beserta panduan penggunaannya, sehingga dapat digunakan dengan baik. Bagi dosen, kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari Tri Dharma khususnya dharma ketiga yaitu dharma pengabdian pada masyarakat sekaligus pencapaian IKU 2 dan IKU 5 Perguruan Tinggi.</p>
<p>Bagi lembaga, kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat industri, terutama IKM yang memerlukan banyak bantuan dalam pengelolaan manajemen perusahaan.</p>
<p><strong>Permasalahan dan Solusi</strong></p>
<p>Secara umum, terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi IKM Citra Collection:</p>
<p>1. Mutu Produk dan Waktu Perebusan: Mutu produk hasil perebusan untuk bahan kulit masih kurang baik dan waktu perebusan masih panjang. Solusinya adalah implementasi alat APEc hasil penelitian yang telah disempurnakan, terutama pada roll penggulung kulit yang diganti dari pipa pralon ke pipa stainless steel.</p>
<p>2. Mutu Produk Subkontrak: Perusahaan masih mensubkontrakkan pembuatan produk ke ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan menjahit. Namun, kadang mutu produk tidak sesuai dengan standar pabrik. Solusinya adalah pembuatan SOP mutu produk untuk pekerjaan subkontrak dan formulir pengendaliannya, serta pelatihan penggunaan SOP dan formulir kendali mutu.</p>
<p><strong>Hasil Kegiatan</strong></p>
<p>Pengabdian dengan judul &#8220;Implementasi Alat Rebus Ecoprint 1 (APEc_1) untuk Meningkatkan Mutu Produksi Ecoprint Bahan Baku Kulit Pada IKM Citra Collection Kota Tegal (Hilirisasi Dari Hasil Penelitian Tahun 2022)&#8221; telah dilaksanakan di IKM Citra Collection yang beralamat di Jalan Jalak Timur 9 Kota Tegal, dari Januari hingga Juli 2023.<br />
Metode pendampingan digunakan dalam pelaksanaan PkM ini, dengan waktu yang disepakati bersama pemilik perusahaan.</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan beberapa capaian penting:</p>
<p>1. Hibah Alat Produksi APEc: Alat produksi APEc dihibahkan untuk mendukung produksi yang lebih efisien di IKM Citra Collection.</p>
<p>2. SOP Penggunaan APEc: Disusun SOP penggunaan APEc, Instruksi Kerja (IK), dan formulir pengendalian mutu untuk memastikan alat digunakan dengan benar dan hasil produksi sesuai standar.</p>
<p>3. Pelatihan dan Sosialisasi: Pelatihan dan sosialisasi penggunaan APEc dilakukan di luar perusahaan untuk menyebarkan manfaat alat ini ke lebih banyak pelaku industri.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong><br />
Implementasi alat perebusan ecoprint (APEc_1) di IKM Citra Collection telah berhasil meningkatkan mutu produksi ecoprint dan memperpendek waktu produksi. Dengan dukungan pelatihan dan pendampingan, perusahaan mampu mengoptimalkan penggunaan alat ini, memastikan hasil produksi lebih baik, dan meningkatkan efisiensi operasional. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta kepedulian terhadap pengembangan industri kecil dan menengah.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/implementasi-alat-rebus-apec_1-tingkatkan-mutu-produksi-ecoprint-di-ikm-citra-collection-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Optimalisasi Pembesaran Udang Vanamae melalui SOP pada KUBE Gulamah di Tegal Timur oleh Universitas Pancasakti Tegal</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 00:03:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11871</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, Universitas Pancasakti Tegal melakukan sebuah pelatihan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE)&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, Universitas Pancasakti Tegal melakukan sebuah pelatihan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE) udang Vanamae. Pelatihan ini tentunya menjadi sebuah hal yang bermanfaat karena bisa meningkatkan kualias dari udang tersebut.</p>
<p>Sebagai ketua pengabdian ini adalah Ninik Umi Hartati, M.Si dan juga 8 anggota lainnya. Dalam pengabdian ini memakan waktu sekitar 6 bulan mulai dari Januari sampai Juni 2023.<br />
Udang vanamae, jenis crustacea yang digemari oleh masyarakat, semakin diminati di pasar. Seiring dengan meningkatnya permintaan, teknologi budidaya udang vanamae terus berkembang.</p>
<p>Keberhasilan budidaya udang ini sangat bergantung pada penguasaan teknologi serta pemahaman mendalam tentang lingkungan perairan dan biologi udang itu sendiri.</p>
<p>Pembudidaya udang vanamae perlu memahami ekosistem perairan tambak untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pengetahuan tentang anatomi, morfologi, fisiologi habitat, kebiasaan makan, serta teknik pembesaran sangat penting. Selain itu, kondisi geografis juga memengaruhi struktur tanah, kualitas air, dan unsur hara. Perbedaan iklim dan perubahan cuaca juga berdampak pada teknologi sistem budidaya.</p>
<p>Dalam upaya memberdayakan masyarakat nelayan, Pemerintah Kota Tegal membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). KUBE adalah kelompok keluarga miskin yang dibentuk atas prakarsa sendiri untuk melaksanakan usaha ekonomi produktif guna meningkatkan pendapatan keluarga, sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 25 Tahun 2015 tentang KUBE.</p>
<p>Di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, terdapat beberapa kelompok nelayan yang membutuhkan pendapatan alternatif saat tidak melaut karena musim gelombang tinggi dan angin. Salah satu kelompok nelayan yang mendapatkan pendampingan mengenai SOP budidaya udang vanamae adalah KUBE Gulamah, yang berada di kawasan pantai Pulau Komodo yang terintegrasi dengan kawasan Eduminawisata.</p>
<p>Sosialisasi SOP pembesaran udang vanamae dilaksanakan di ruang kuliah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sedangkan praktiknya dilakukan di kawasan pantai Pulau Komodo. Lokasi budidaya di Kecamatan Tegal Timur memiliki panjang pantai 7 km dengan luas laut 4 mil atau 216,00 km², serta luas wilayah daratan 39,5 km². Wilayah ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Tegal di timur dan selatan, serta Kabupaten Brebes di barat.</p>
<p>Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan KUBE Gulamah mampu melakukan budidaya udang vanamae sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang tepat, mencapai target hasil biomasa panen yang optimal, dan melakukan budidaya secara berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.</p>
<p>Kawasan Eduminawisata di Pantai Pulau Komodo memiliki potensi besar dalam budidaya tambak udang vanamae. Namun, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gulamah di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, menghadapi berbagai tantangan yang mengakibatkan penurunan hasil panen. Minimnya penguasaan teknis, pengelolaan kualitas lingkungan, permasalahan hama dan penyakit, serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama yang mengancam keberlangsungan usaha budidaya mereka.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat menginisiasi pendampingan budidaya udang vanamae dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pengelolaan lingkungan media budidaya, sehingga KUBE Gulamah dapat mengatasi masalah hama, penyakit, dan cuaca yang tidak menentu.</p>
<p>Tambak udang vanamae di kawasan pantai Pulau Komodo dirasa tepat untuk membantu meningkatkan pendapatan dan memperbaiki perekonomian KUBE Gulamah. Namun, berbagai kendala yang dihadapi membuat kelompok ini kesulitan mencapai hasil optimal.<br />
Untuk membantu mengatasi masalah tersebut dan mengoptimalkan potensi yang ada, pemerintah setempat berinisiatif memberikan pendampingan pembesaran udang vanamae menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat.</p>
<p>Melalui buku teknis SOP pembesaran udang vanamae yang diterapkan dengan disiplin oleh semua pelaksana harian, mulai dari tenaga sampling, tenaga pemberian pakan, hingga pengelola kualitas media budidaya, diharapkan hasil budidaya dapat mencapai biomassa atau tonase yang optimal dengan ukuran udang yang maksimal.</p>
<p>Dalam upaya ini, beberapa program kerja telah dirancang untuk mendukung optimalisasi potensi agribisnis perikanan di KUBE Gulamah. Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan yang dapat membantu masyarakat nelayan dalam mengoptimalkan hasil panen budidaya udang vanamae. Dengan pendampingan yang tepat, diharapkan KUBE Gulamah mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan anggotanya, serta mendukung keberlanjutan usaha budidaya udang vanamae di wilayah tersebut.</p>
<p>Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya udang vanamae di KUBE Gulamah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur.</p>
<p>Budidaya udang vanamae oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gulamah di kawasan eduminawisata Pantai Pulau Komodo terus berjalan dengan baik dan memberikan keuntungan. Keberhasilan ini didukung oleh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan melalui pendampingan teknis, mulai dari penyiapan media budidaya, uji stres benur, penebaran benur dengan proses aklimatisasi, manajemen pemberian pakan, teknis sampling, manajemen kualitas media budidaya, hingga panen parsial dan total.</p>
<p>Dengan adanya buku petunjuk teknis SOP pembesaran udang vanamae, usaha budidaya di kawasan eduminawisata ini dapat terus berkelanjutan. Penerapan SOP dilakukan dengan disiplin, dan untuk memastikan implementasinya berjalan dengan baik, Ketua KUBE Gulamah, Bapak Teguh Sapari, bertanggung jawab atas pengawasan di lapangan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/optimalisasi-pembesaran-udang-vanamae-melalui-sop-pada-kube-gulamah-di-tegal-timur-oleh-universitas-pancasakti-tegal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Lakukan Konservasi Penyu Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat Menggandeng EILMM, Kolkata, India</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Mar 2023 00:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11786</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat yang sangat bermanfaat. Kegiatan tersebut adalah dengan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211;</strong> Universitas Pancasakti Tegal telah melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat yang sangat bermanfaat. Kegiatan tersebut adalah dengan melakukan konsevasi penyu yangbertempat di Pulau Bali.</p>
<p>Kegiatan pengabdian Masyarakat dari Universitas Pancasakti Tegal ini berlangsung pada tanggal 27 Maret 2023. Kegiatan ini memiliki nama Offline Joint International Community Service.</p>
<p>Ada beberapa peserta yang mengikuti kegiatan ini dan ikut melakukan konservasi penyu. Peserta dari dalam Universitas Pancasakti Tegal sendiri seoerti Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Direktur Pascasarjana, Dekan FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, Seluruh Kaprodi dan Sekprodi di lingkup fakultas FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK.</p>
<p>Dari peserta internal Universitas Pancasaki Tegal berjumlah 67 peserta. Selain itu, terdapat pula peserta eksternal yang mengikuti mulai dari warga negara Inonesia dan Warga Negara Asing.</p>
<p>Peserta tersebut adalah Dekan, Dosen FEB Universitas Gunung Jati Swadaya, 4 Warga Negara Asing dari EILMM, Kolkata India. Hadir pula praktisi akademisi Professor RP.Banarjee dari EILMM, Kolkata India.</p>
<p>Pemilihan tempat di Bali ini karena Bali tumbuh sebagai salah satu tempat pelestarian penyu. Dahulu Penyu menjadi sumber makanan, namun saat ini penyu sudah berganti perannya sebagai hewan yang dilindungi sehingga muncul adanya tempat konservasi.</p>
<p>Apa itu konservasi?<br />
Konservasi diharapkan bisa mencegah kepunahan habitat penyu, menghindari eksploitasi penyu untuk tujuan komersial seperti penjualan telur, daging, dan cangkang, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat penyu di Indonesia agar tidak punah.\<br />
Dari permasalahan tentang penyu yang banyak dikonsumsi dan lainnya, Universitas Pancasakti Tegal melakukan pengabdian Masyarakat dengan ikut melakukan konservasi penyu.</p>
<p>Tujuan dari adanya pengabdian Masyarakat tentang konservasi peyu ini adalah untuk memantau aktivitas penyu dan melestarikan lokasi bersarang lokal di Pulau Serangan, Bali. Semua peserta ikut melihat bagaimana kehidupan penyu dan juga ikut dalam kegiatan yang diadakan.</p>
<p>Dengan melakukan konservasi tentunya calon penyu yang masih dalam bentuk telur akan lebih aman karena berada di dalam tempat khusus. Tempat khusus ini tentunya akan menjauhkan telur penyu dari predator yang ada di sekitar.</p>
<p>Dengan mengikuti program ini tentunya banyak manfaat dan juga keuntungan yang bisa peserta dapatkan. Keuntungan dan manfaat utama tentunya peserta kegiatan bisa melihat secara langsung kehidupan penyu dari dekat.</p>
<p>Adapun beberapa keuntungan lainnya antara lain:<br />
• Memperluas wawasan dan pengetahuan tentang budaya internasional serta mengembangkan kerjasama antara institusi pendidikan dan budaya.<br />
• Membangun jaringan global yang lebih luas dengan memfasilitasi interaksi dan pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing.<br />
Dari pengabdian yang dilakukan terdapat beberapa hasil yang didapatkan. Berikut beberapa hasil dari pengabdian Masyarakat konservasi penyu yang dilakukan oleh universitas Pancasakti Tegal.</p>
<p>1. Penentasan telur<br />
Pembuatan tempat penetasan telur penyu harus memperhatikan suhu yang optimal bagi pertumbuhan embrio, yaitu antara 24-33⁰C. Embrio akan mati jika berada di luar kisaran suhu ini. Faktor lingkungan seperti suhu pasir sangat mempengaruhi keberhasilan penetasan. Tingkat keberhasilan penetasan pada kedalaman 40 cm, 60 cm, dan 80 cm masing-masing adalah 94,44%, 93,33%, dan 94,44%. Hal ini menunjukkan bahwa suhu di setiap kedalaman masih dalam batas toleransi.<br />
perkembangan embrio penyu laut optimal pada suhu konstan 25-27°C hingga 33-35°C. Jika suhu di luar kisaran tersebut, perkembangan embrio akan terganggu. Suhu pasir diukur menggunakan thermometer digital dengan sensor yang dimasukkan ke dalam sarang, dibiarkan selama 7-10 menit hingga suhu stabil.</p>
<p>2. Relokasi penyu<br />
Teknik relokasi telur merupakan upaya yang dilakukan oleh kepala dan staf Turtle Conservation and Education Center (TCEC) untuk melindungi dan menyelamatkan telur penyu dari gangguan lingkungan.</p>
<p>Proses ini melibatkan pengambilan telur dari habitat aslinya dan memindahkannya ke tempat penetasan semi-alami.</p>
<p>Relokasi telur penyu memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya, relokasi membantu melindungi telur dari predator seperti satwa liar pesisir dan meningkatkan peluang keberhasilan penetasan.</p>
<p>Namun, relokasi juga dapat berdampak negatif, karena telur bisa rusak akibat guncangan dan perubahan posisi embrio selama pemindahan.</p>
<p>3. Inkubasi Telur<br />
Proses inkubasi telur penyu dimulai dengan relokasi telur dari habitat aslinya ke tempat penetasan semi-alami. Di tempat ini, beberapa parameter penting seperti suhu pasir,<br />
kelembaban sarang, kedalaman, dan jarak antar sarang dijaga dengan baik.</p>
<p>Waktu inkubasi berlangsung selama 40-50 hari, dengan suhu ideal di Turtle Conservation and Education Center (TCEC) sebesar 29ºC. Setelah menetas, tukik dipindahkan ke kolam beton sebelum akhirnya dilepaskan ke laut. Proses inkubasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, pH, kelembapan, dan kondisi lingkungan lainnya.</p>
<p>4. Proses Pemindahan Tukik<br />
Setelah menetas, tukik dipindahkan ke kolam beton yang terbuat dari fiber atau keramik, berbentuk lingkaran atau persegi panjang.</p>
<p>Kedalaman air di kolam tersebut berkisar antara 5-10 cm untuk memudahkan tukik mengambil oksigen. Tukik dipelihara selama 3-7 hari untuk menghilangkan bau amis agar tidak terdeteksi oleh predator. Namun, beberapa tukik mungkin mati dalam kolam karena masih memiliki placenta.</p>
<p>5. Pelepasan Tukik<br />
Tukik yang telah berumur 3-7 hari kemudian dilepaskan ke laut. Jumlah tukik yang dilepaskan berkisar antara 50-100 ekor. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh turis, staf, dan relawan TCEC di pantai Padang Galak, Bali.</p>
<p>Pelepasan biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk memastikan kondisi yang ideal. Pelepasan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah tukik yang siap, dengan tujuan untuk restocking penyu dan memastikan tukik cukup kuat menghadapi arus dan predator di laut.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal)</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-konservasi-penyu-sebagai-bentuk-pengabdian-masyarakat-menggandeng-eilmm-kolkata-india/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Universitas Pancasakti Tegal Lakukan Kolaborasi Internasional: Pengabdian Masyarakat Lintas Budaya dan Pemahaman Kewirausahaan Bersama Michigan State University</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Mar 2023 23:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPS Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[Royan Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pancasakti Tegal]]></category>
		<category><![CDATA[UPS Tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=11855</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; Joint International Community Service (JICS) merupakan salah satu program unggulan yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Tegal &#8211; </strong>Joint International Community Service (JICS) merupakan salah satu program unggulan yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat di luar negeri. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat tetapi juga membuka wawasan tentang berbagai budaya, nilai, dan tradisi yang berbeda.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, peserta dari kampus luar negeri dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan masyarakat lokal, serta mendorong partisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2023. Dalam kegiatan ini, terdapat banyak peserta sebanyak 67 orang yang mengikuti dari berbagai akademisi UPS Tegal dan 4 WNA dari Michigan State University.</p>
<p>Dari banyaknya peserta dari akademisi UPS Tegal tersebut antara lain Rektor Universitas Pancasakti Tegal, Direktur Pascasarjana, Dekan FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, Seluruh Kaprodi dan Sekprodi di lingkup fakultas FKIP, FEB, FISIP, FTIK, FPIK, serta Dekan dan Dosen FEB Universitas Gunung Jati Swadaya.</p>
<p>Dalam kegiatan ini terdapat pula pemateri dan pembicara yang ahli di bidangnya. Pembicara dan pemateri tersebut seperti Professor Michigan State University, Gail Richmond, Ph.D., Academic Specialist Michigan State University, Nancy Romig, Ph.D., Assistant Professor Michigan State University, Alyssa Morley, Ph.D., dan Assistant Professor Michigan State University, Samantha Caughlan, Ph.D.<br />
Dalam kolaborasi ini, ada beberapa poin dan juga hasil yang dihasilkan.</p>
<p>Berikut beberapa hasil dari pembahasan mengenai berbagai budaya, nilai, dan tradisi yang berbeda.<br />
Memperluas Wawasan Budaya dan Kerjasama Institusi<br />
Salah satu manfaat utama dari JICS adalah memperluas wawasan dan pengetahuan peserta tentang budaya luar negeri. Mahasiswa dan dosen yang terlibat dapat belajar langsung tentang cara hidup, kebiasaan, dan tradisi masyarakat setempat.</p>
<p>Interaksi ini membantu mereka memahami dan menghargai perbedaan budaya, serta mengembangkan sikap terbuka dan toleran terhadap keberagaman. Selain itu, kegiatan ini juga membantu memperkuat kerjasama antara institusi pendidikan dan budaya dari berbagai negara, menciptakan jaringan kolaborasi yang lebih luas dan efektif.</p>
<p>Membangun Jaringan Global dan Pertukaran Budaya<br />
JICS mempromosikan interaksi dan pertukaran budaya antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing. Hal ini menciptakan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun hubungan internasional yang dapat berguna di masa depan. Dengan berinteraksi dan bekerja sama dalam tim yang multikultural, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya dan membangun jaringan global yang bermanfaat bagi karir mereka. Pertukaran budaya ini juga memperkaya pengalaman belajar mereka, memberikan perspektif baru, dan menginspirasi mereka untuk berpikir secara global.</p>
<p>Peningkatan Kompetensi dan Keterampilan Bahasa<br />
Kegiatan JICS juga berkontribusi pada peningkatan kompetensi mahasiswa lokal, terutama dalam hal keterampilan bahasa asing, kemampuan belajar, dan kemampuan akademik. Berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat dari luar negeri memberi mereka kesempatan untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing mereka. Selain itu, mereka juga belajar cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, dan menghadapi tantangan yang mungkin tidak mereka temui dalam lingkungan lokal mereka.</p>
<p>Lingkungan Inklusif dan Kolaborasi Antar Lembaga<br />
JICS menciptakan lingkungan yang inklusif dan kondusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya untuk berinteraksi dan belajar satu sama lain. Ini membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik di antara mahasiswa, serta mempromosikan sikap saling menghormati dan kerja sama. Selain itu, program ini juga memperluas jaringan kolaborasi antar lembaga pendidikan dan budaya, baik lokal maupun internasional, yang dapat berdampak positif pada pengembangan program akademik dan penelitian di masa depan.<br />
Pengembangan Kemampuan Adaptasi dan Fleksibilitas<br />
Melalui partisipasi dalam JICS, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan adaptasi dan fleksibilitas mereka.</p>
<p>Menghadapi budaya dan lingkungan yang berbeda memaksa mereka untuk keluar dari zona nyaman dan belajar menyesuaikan diri dengan cepat. Ini merupakan keterampilan penting yang akan sangat berguna dalam karir dan kehidupan pribadi mereka. Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan lingkungan juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dan mempersiapkan mereka untuk tantangan global yang lebih besar.</p>
<p>Promosi Budaya Antar Bangsa<br />
Salah satu tujuan utama JICS adalah mempromosikan budaya antar bangsa melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pertukaran pelajar, dan pertukaran budaya. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting di masyarakat tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman mereka. Dengan demikian, JICS berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat dan memperkuat hubungan antar bangsa.</p>
<p>Kesimpulan<br />
Joint International Community Service menawarkan banyak manfaat bagi lembaga dan peserta program. Dari memperluas wawasan budaya hingga membangun jaringan global, meningkatkan keterampilan bahasa, dan mempromosikan kerjasama internasional, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi semua pihak yang terlibat. Dengan terus mendorong partisipasi aktif dalam JICS, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak kolaborasi yang bermanfaat dan pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman budaya di masa depan.</p>
<p><em>Penulis :</em><br />
<em>Royan Hidayat., S.T. M.T,.</em><br />
<em>(Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/universitas-pancasakti-tegal-lakukan-kolaborasi-internasional-pengabdian-masyarakat-lintas-budaya-dan-pemahaman-kewirausahaan-bersama-michigan-state-university/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
