<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UNESCO &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaanalisindonesia.com/read/tag/unesco/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<description>Fakta &#38; Aktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Nov 2024 11:57:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/03/favico-1-150x150.png</url>
	<title>UNESCO &#8211; Media Analis Indonesia</title>
	<link>https://mediaanalisindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebaya, Simbol Keindahan dan Identitas Indonesia yang Berpeluang Diakui UNESCO</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kebaya-simbol-keindahan-dan-identitas-indonesia-yang-berpeluang-diakui-unesco/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kebaya-simbol-keindahan-dan-identitas-indonesia-yang-berpeluang-diakui-unesco/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 12:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=20345</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Tim Nasional Kebaya (Timnas Kebaya) Indonesia terus memperjuangkan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Tim Nasional Kebaya (Timnas Kebaya) Indonesia terus memperjuangkan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO.</p>
<p>Ketua Timnas Kebaya Lana T Koentjoro menjelaskan inisiatif tersebut lahir dari semangat komunitas yang kemudian didukung oleh pemerintah melalui surat rekomendasi dari kementerian terkait, secara khusus saat itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek)</p>
<p>“Pengajuan ke UNESCO harus berasal dari komunitas, bukan langsung dari pemerintah. Komunitas inilah yang mendorong pemerintah untuk mengambil langkah lebih lanjut,” kata Lana saat temu media di kawasan Pasific Place, Jakarta, Sabtu (30/11/2024).</p>
<p>Agenda utama Timnas Kebaya meliputi empat poin penting, yaitu mengajukan penetapan Hari Kebaya Nasional, mendaftarkan kebaya ke UNESCO, melestarikan kebaya sebagai warisan budaya, dan memperkenalkannya ke dunia internasional melalui diplomasi budaya.</p>
<p>Setelah penetapan Hari Kebaya Nasional, langkah berikutnya adalah menunggu keputusan UNESCO terkait pengakuan kebaya yang akan diumumkan pada 2 Desember 2024 di Paraguay.</p>
<p>Untuk menyosialisasikan kebaya, Timnas Kebaya telah menggelar sejumlah kegiatan besar, seperti Parade Kebaya Nusantara yang telah diselenggarakan di berbagai daerah, termasuk Solo, Kalimantan, hingga Sumatera Uraea.</p>
<p>Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan ribuan peserta yang serius berkebaya dalam acara tersebut.</p>
<p>Selain itu, Timnas Kebaya juga berkolaborasi dengan desainer muda untuk menciptakan kebaya modern yang menarik minat generasi muda tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.</p>
<p>Salah satu fokus utama Timnas adalah mendokumentasikan perjalanan kebaya melalui literasi dan publikasi.</p>
<p>Buku-buku khusus tentang kebaya disiapkan untuk menjadi referensi penting bagi generasi mendatang.</p>
<p>Keberhasilan itu disebut juga menjadi hasil kerja sama dengan pemerintah, termasuk keterlibatan aktif dari beberapa kementerian dalam berbagai acara berkebaya.</p>
<p>&#8220;Kita ingin gaung kebaya tidak hanya terdengar di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Apresiasi besar kami tujukan kepada seluruh komunitas dan masyarakat yang mendukung gerakan ini,&#8221; ujar Lana.</p>
<p>Dengan langkah-langkah konkret yang sudah diambil, kebaya sebagai simbol budaya Indonesia diharapkan segera mendapatkan pengakuan dunia melalui UNESCO, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu warisan kebanggaan bangsa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kebaya-simbol-keindahan-dan-identitas-indonesia-yang-berpeluang-diakui-unesco/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dawet Ayu Banjarnegara Resmi Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/dawet-ayu-banjarnegara-resmi-masuk-daftar-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/dawet-ayu-banjarnegara-resmi-masuk-daftar-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 06:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Dawet Ayu Banjarnegara]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya tak Benda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=19707</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan minuman Dawet Ayu Banjarnegara telah&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta</strong> &#8211; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara Tursiman mengatakan minuman Dawet Ayu Banjarnegara telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2024.</p>
<p>&#8220;Sertifikat penetapan tersebut telah diserahterimakan dari Pak Menteri (Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, red.) kepada kami dalam kegiatan Apresiasi Warisan Budaya Indonesia (AWBI) Tahun 2024 di Jakarta pada hari Sabtu (16/11/2024),&#8221; katanya di Banjarnegara, Rabu (20/11/2024).</p>
<p>Ia mengatakan Dawet Ayu Banjarnegara diusulkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia pada akhir tahun 2023 setelah menjalani proses yang cukup panjang dan bertahap melalui sidang.</p>
<p>Dalam hal ini, penetapan melibatkan tim ahli warisan budaya tak benda Indonesia, tim ahli cagar budaya nasional, pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang membidangi kebudayaan, lembaga, para maestro, pemilik dan pengelola cagar budaya, pelaku hingga masyarakat.</p>
<p>Menurut dia, pengakuan terhadap Dawet Ayu Banjarnegara menjadi kebanggaan bagi masyarakat Banjarnegara yang terus berupaya melestarikan minuman yang terbuat dari bahan alami seperti tepung beras, tepung tapioka, santan kelapa, dan gula aren tersebut.</p>
<p>Ia mengharapkan pengakuan tersebut tidak hanya menjadi simbol penghargaan, juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya lokal di tengah tantangan modernisasi untuk diwariskan kepada generasi mendatang.</p>
<p>Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program-program pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan untuk melestarikan keberagaman budaya di Banjarnegara.</p>
<p>&#8220;Ke depan masih banyak yang perlu kita usulkan seperti batik Gumelem. Kita juga punya banyak sekali kesenian yang bisa diusulkan menjadi warisan budaya tak benda seperti tari Ujungan,&#8221; kata Tursiman.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/dawet-ayu-banjarnegara-resmi-masuk-daftar-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPSTI Gelar Sarasehan Pencak Silat Nasional 2024, Ini Pesan Bapak Pencak Silat Dunia Eddie Nalapraya</title>
		<link>https://mediaanalisindonesia.com/read/kpsti-gelar-sarasehan-pencak-silat-nasional-2024-ini-pesan-bapak-pencak-silat-dunia-eddie-nalapraya/</link>
					<comments>https://mediaanalisindonesia.com/read/kpsti-gelar-sarasehan-pencak-silat-nasional-2024-ini-pesan-bapak-pencak-silat-dunia-eddie-nalapraya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 06:57:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Eddie Nalapraya]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Silat Tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Budaya tak Benda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaanalisindonesia.com/?p=14901</guid>

					<description><![CDATA[Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211; Pengurus Pusat Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Media Analis Indonesia, Jakarta &#8211;</strong> Pengurus Pusat Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI)<br />
bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal<br />
Pendidikan Tinggi (Kemendikbud-Ristek Dikti), menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Pencak Silat Nasional Tahun 2024 dengan tema &#8220;Menimbang Tradisi Pencak Silat Pasca Diakui UNESCO&#8221; sekaligus pengukuhan PP-KPSTI.</p>
<p>Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 24-25 Agustus, yang berlangsung<br />
di Gedung Serba Guna, Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) , Jakarta Timur.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh pencak silat nasional, diantaranya<br />
Eddie Marzuki Nalapraya, (Bapak Pencak Silat Dunia).</p>
<figure id="attachment_14904" aria-describedby="caption-attachment-14904" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-14904 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0048-996x1024.jpg" alt="" width="640" height="658" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0048-996x1024.jpg 996w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0048-292x300.jpg 292w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0048-768x789.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0048.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-14904" class="wp-caption-text">H. Eddie Marzuki Nalapraya, Bapak Pencak Silat Dunia, saat memberikan sambutan.</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya Eddie Nalapraya berpesan, bahwa pencak silat harus dikelola dengan baik dan benar agar bisa terus mendunia. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984-1987) kelahiran Tanjung Priok, 6 Juni 1931 ini disebut sebagai ‘Bapak Pencak Silat Dunia’ karena kontribusinya yang besar kepada Pencak Silat, olahraga bela diri asli kebanggaan bangsa Indonesia.</p>
<p>&#8220;Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda jika tidak dikelola dengan baik, UNESCO dapat mencabut itu, semoga dengan adanya KPSTI, pencak silat tradisi Indonesia, bisa menjadi semakin baik lagi,&#8221; ujar Eddie Nalapraya, Minggu (25/8/2024).</p>
<p>“Dulu silat dibilang olahraga kampungan, Namun sekarang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia,&#8221; pungkas Eddie Nalapraya.</p>
<p>Di usianya yang tidak lagi muda (93 tahun), Eddie Nalapraya masih tetap semangat jika terkait urusan pencak silat, meskipun sekarang Ia sudah duduk di atas kursi roda, hal ini terbukti saat sesi foto bersama seluruh peserta sarasehan, Eddie Nalapraya tampak masih bisa memamerkan jurus-jurus silatnya sambil berpose.</p>
<p>Bahkan beliau masih hafal para sahabatnya yang dulu berjuang bersama-sama mengembangkan pencak silat seni beladiri Indonesia agar diakui dunia.</p>
<figure id="attachment_14902" aria-describedby="caption-attachment-14902" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-14902 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049-1024x616.jpg" alt="" width="640" height="385" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049-1024x616.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049-300x180.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049-768x462.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049-1536x924.jpg 1536w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0049.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-14902" class="wp-caption-text">Seluruh para peserta sarasehan saat foto bersama</figcaption></figure>
<p>Sarasehan ini dihadiri oleh seluruh para pengurus cabang (Pengcab) IPSI, diantaranya dari DKI, Sumatera Barat, dan dari Pekan Baru, acara berjalan sangat menarik.<br />
Dengan menghadirkan empat orang pembicara kunci, yaitu Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Dr Restu Gunawan, M.HUM, Wakil Ketua Umum PB IPSI, Drs Tunas Dwidharto. SH, Ketua Umum KPSTI, Dr. Nur Ali, M.Pd, dan Itje Chodijah, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO, dan dipandu oleh dua orang moderator, yaitu Drs.Yusron Syarif (Ketua Umum ASTRABI) dan Wahdat.,MY.,S.Sn.,M.M.</p>
<p>Sebagai pembicara pertama, Itje Chodijah menyampaikan paparannya mengenai action kita setelah pencak silat menerima penghargaan oleh UNESCO.</p>
<p>Seperti diketahui, UNESCO secara resmi telah menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Selain karena faktor sejarah, pencak silat diusulkan karena memiliki dampak positif terhadap perkembangan karakter masyarakat.</p>
<p>Penetapan tersebut dilakukan saat sidang ke-14 Intergovernmental Commitee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota, Kolombia.</p>
<p>Sidang tersebut sepakat menetapkan bahwa pencak silat masuk ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity.</p>
<p>&#8220;Jadi sekarang ini tugas kita adalah bagaimana menjawab kepercayaan yang telah diberikan oleh UNESCO, semoga saja dengan adanya KPSTI kedepannya pencak silat dapat semakin kuat, dan KPSTI akan mempunyai kontribusi yang besar dalam upaya pelestarian pencak silat,&#8221; ucap Itje.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek, Restu Gunawan, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kemendikbudristek berencana mengintegrasikan pencak silat ke dalam pendidikan karakter seperti kegiatan ekstrakurikuler ataupun festival kompetisi. Semuanya dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian pencak silat sendiri.</p>
<p>&#8220;Pelestarian kan paling efektif kalau kita pakai kita gunakan kalo kita aktifkan dalam bentuk kegiatan kegiatan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Semoga saja dengan terbentuknya KPSTI ini nantinya akan menjadi rumah bagi para pegiat pencak silat di Indonesia,&#8221; pungkas Restu.</p>
<figure id="attachment_14903" aria-describedby="caption-attachment-14903" style="width: 640px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-14903 size-large" src="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0050-1024x838.jpg" alt="" width="640" height="524" srcset="https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0050-1024x838.jpg 1024w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0050-300x245.jpg 300w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0050-768x628.jpg 768w, https://mediaanalisindonesia.com/images/2024/08/IMG-20240826-WA0050.jpg 900w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-14903" class="wp-caption-text">H.Eddie Nalapraya, saat sesi foto bersama para peserta sarasehan nampak masih bisa memamerkan jurus pukulan silatnya.</figcaption></figure>
<p>Di akhir acara Ketua Umum terpilih KPSTI, Dr. Nur Ali., M.Pd, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara sarasehan tahun ini, semoga amanah yang diembannya ini dapat Ia jalankan dengan baik.</p>
<p>&#8220;KPSTI siap memberikan kontribusinya dalam upaya melestarikan seni beladiri diri pencak silat, khususnya silat tradisi,&#8221; ucap Nur Ali.</p>
<p>Acara ditutup dengan pengukuhan Ketua Umum KPSTI terpilih oleh Kemendikbudristek, dilanjutkan sesi foto bersama para pengurus cabang. (hel)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaanalisindonesia.com/read/kpsti-gelar-sarasehan-pencak-silat-nasional-2024-ini-pesan-bapak-pencak-silat-dunia-eddie-nalapraya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
